Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 67


__ADS_3

"Neng dan dokter! kita sudah sampai!" seru mang Ujang yang menghentikan laju mobil majikannya.


"Oh, iya mang." ucap Anita yang melihat keluar mobil.


"Mang Ujang, mohon tetap saling menghubungi kalau ada informasi yang mencurigakan." pesan dokter Damar pada mang Ujang.


"Beres dok!" balas Mang Ujang seraya menunjukkan jari jempolnya.


Sementara itu Anita setelah melepaskan sabuk pengamannya, segera keluar dari mobil dan membenahi pakaian dan tatanan rambutnya.


Dokter Damar yang keluar dari mobil, melangkahkan kaki menuju ke bagasi untuk mengambil karangan bunga dan juga kado yang telah dia persiapkan sebelum ke rumah Anita. Kemudia dia menghampiri Anita dan kemudian keduanya berjalan secara bergandengan masuk ke dalam hotel dan ternyata ada pelayan yang memberitahukan kalau acara ulang tahun Amanda berada di ruangan khusus di hotel tersebut.


Anita melangkah bersama dokter Damar dengan saling berbalas senyum, karena hari ini mereka akan mengumumkan pertunangan mereka ke Amanda dan Haikal.


Tanpa disangka, pada waktu di pintu untuk memasuki ruangan pesta itu, ada Haikal sebagai penerima tamunya.


"A...Anita!" panggil Haikal yang sangat terpesona akan pancaran wajah Anita yang begitu cantik dan mempesona baginya.


"Apa kabar Haikal!" sapa dokter Damar yang kemudian mengulurkan tangannya ke depan Haikal dan Haikal tersentak kaget dan menatap dokter Damar dengan rasa kaget yang tak terkira.


"Dokter? bukankah dokter tidak kami undang?" tanya Haikal yang penasaran.


"Aku yang mengajaknya!" balas Anita dengan lantang.


"Oh, begitu ya. Kalau begitu silahkan masuk!" seru Haikal dengan rasa kecewa.


Anita mengulas senyumnya pada saat melihat raut wajah Haikal yang seperti itu, Demikian pula dokter Damar, namun mereka terus saja melangkahkan kaki mencari keberadaan Amanda.


Tak berapa lama mereka menemukan Amanda yang sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya dari tim Bintang.


"Assalamu'alaikum Amanda!" salam sapa Anita pada saat menghampiri mereka.


"Wa'alaikumsalam...! kak Anita apa kabarnya!" balas Amanda yang kemudian menyalami dan memeluk Anita.


Anita pun membalasnya dengan senang hati, dan setelah itu Amanda melepas pelukannya. Dokter Damar pun segera menyalami gadis yang sedang berulang tahun itu.


"Loh dokter apa juga diundang sama kak Haikal?" tanya Amanda yang penasaran.


"Tidak tapi dokter sengaja karena dokter mengawal tunangan dokter." jelas dokter Damar seraya merangkul Anita di pinggang Anita agar keduanya lebih dekat.


Penjelasan dokter Damar ini saja membuat Amanda dan tim bintang sangatlah terkejut, apalagi Amanda yang ternyata ada perasaan pada dokter Damar. Seketika itu juga hatinya seperti remuk redam

__ADS_1


Kemudian Anita memberikan buket bunga dan berikut kado yang sebelumnya ada di tangan dokter Damar. Amanda menerimanya dengan setengah hati, tapi sangat terlihat jelas jika senyumnya itu dipaksakan.


Anita kemudian menyalami tim bintang dan dokter Damar mengikutinya, dan para anggota tim bintang mengajak Anita dan dokter Damar berbincang-bincang.


Sementara itu Amanda melangkahkan kakinya menghampiri kakaknya, Haikal.


"Kak, kakak!" panggil Amanda pada saat Haikal sedang berbincang-bincang dengan temannya yang dimana mereka saling membawa gelas yang berisi minuman keras.


"Ada apa Manda?' tanya Haikal yang terkejut dan kemudian menghampiri adiknya itu.


"Kakak tahu, kalau kakak Anita bertunangan dengan dokter Damar?" tanya Amanda yang tersirat wajah kecewanya.


"Iya, kakak tahu itu!" jawab Haikal yang meminum minumannya.


"Aku tak suka itu kak! kakak atur saja bagaimana caranya supaya mereka berpisah!" seru Amanda yang nampak raut wajahnya yang kesal.


"Iya adikku sayang! kakak juga sedang mencari cara bagaimana memisahkan mereka!" bisik Haikal yang dalam kondisi belum mabuk.


"Amanda harap kakak berhasil!" seru Amanda yang berharap sekali.


"Tenang saja, buat Anita menjauh dari dokter itu, mengerti!" bisik Haikal pada adiknya.


"Nah sekarang sana kamu temui teman-teman kamu dan buat Anita pisah dengan dokter Damar!" seru Haikal dengan wajahnya yang memberi kode pada Amanda untuk pergi dari hadapannya.


"Iya kak!" balas Amanda yang mengerti dengan maksud kakaknya, kemudian bergegas melangkahkan kakinya kembali membaur dengan teman-temannya setelah meletakkan buket dan kado dari Anita.


Haikal kembali menemui teman-temannya, dan menghabiskan minuman keras di gelasnya.


"Hai bro, aku tinggal sebentar ya!" seru Haikal pada teman-temannya.


"Oke bos!" jawab teman-teman Haikal secara serentak dan Haikal meninggalkan mereka, menuju ke toilet dan sebelumnya dia menghampiri beberapa orang yang memakai pakaian hitam-hitam yang berjaga di luar ruangan pesta.


Sementara itu, mang Ujang yang berada di parkiran mobil, mendadak merasa ingin ke kamar kecil.


"Toiletnya mana sih?" gumam mang Ujang yang terus mencari kamar kecil di hotel tersebut.


"Mas, toiletnya dimana ya?" tanya mang Ujang pada satpam hotel.


"Oh ada diujung sebelah sana!" jawab satpam seraya kedua tangannya memberi petunjuk mengarah pada toilet yang tersedia di hotel tersebut.


Dengan tergesa-gesa mang Ujang berjalan menuju kearah toilet itu. Sesampainya di toilet, dia segera membuang hajatnya di toilet pria.

__ADS_1


Setelah selesai, mang Ujang hendak keluar dari kamar kecil itu. Namun dia mengurungkan niatnya pada saat melihat Haikal bersama dua orang yang memakai pakaian serba hitam.


"I...itu bukannya tuan Haikal?" gumam mang Ujang yang penasaran.


"Iya, itu tuan Haikal!" ucap mang Ujang yang sudah yakin betul dengan apa yang dia lihat, kemudian dia berusaha mempertajam pendengarannya.


"Kalian berdua, saya perintahkan untuk membawa gadis yang memakai gaun berwarna hijau toska ke kamar 234, dalam kondisi masih hidup, mengerti!" perintah Haikal pada kedua anak buahnya.


"Mengerti tuan!" seru kedua anak buah Haikal itu.


"Bagus, ini uang muka untuk kalian. jika berhasil akan aku berikan sisannya!" seru Haikal seraya memberikan masing-masing satu gepok uang seratus ribuan.


"Terima kasih tuan, kami siap laksanakan perintah!' seru kedua anak buah Haikal itu dengan bersemangat.


"Bagus! cepat laksanakan!" seru Haikal pada anak buahnya itu.


"Baik tuan!" seru kedua anak buah Haikal itu secara bersamaan. Dan kemudian mereka meninggalkan Haikal keluar dari toilet itu.


Setelah kedua anak buahnya itu meninggalkannya, Haikal masuk ke dalam kamar mandi. Sementara itu Mang Ujang segera menghubungi dokter Damar, dengan mengirim chat.


Mang Ujang : "Dok, Hati-hati ada yang mengincar nen Anita! Ada dua laki-laki anak buah Haikal, berpakaian Hitam dan dia mendapatkan ciri-ciri neng Anita memakai baju hijau Toska."


Setelah menulis chat itu, mang Ujang segera keluar dari toilet, sebelum Haikal keluar dari toilet juga.


Dengan berlari, mang Ujang menuju ke tempat parkir. Dia ingat dengan sweater yang dibawa oleh Anita, dan sweater itu diletakkan di kursi dimana Anita dan dokter Damar tadi duduk.


"Uhf, akhirnya sampai juga!" gumam mang Ujang yang dengan segera mengambil sweater itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...


...  ...

__ADS_1


__ADS_2