Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 34


__ADS_3

"Baguslah, tapi apa kamu bawa baju ganti?" tanya Eka yang menatap raut wajah Anita.


"Bawa." jawab Anita yang memang benar membawa baju ganti.


"Ela! coba kamu bawa Anita ke kamar ganti!" seru Eka yang mengarahkan.


"Baik!" balas Ela.


"Ayo Anita." lanjut ajak Ela pada Anita, dan kemudian keduanya melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi di sekolah itu.


"Kak Haikal! kakak bisa kan jadi lawan kami?" tanya Eka pada Haikal.


"Boleh saja, tapi masak hanya aku saja?" tanya Haikal yang penasaran.


"Sama yang laki-laki yang bersama kakak siapa?" tanya Eka yang penasaran.


"Oh, dia bodyguard eh sopir pribadi-nya Anita." jawab Haikal.


"Boleh juga jadi anggotanya kak Haikal!" jawab Eka.


"Trus siapa lagi?" tanya Haikal yang kemudian memanggil mang Ujang dan mengutarakan maksudnya dan mang Ujang setuju akan hal itu.


Sementara itu Eka menyuruh Sita dan Fitri untuk mencari beberapa orang yang bisa diajak bermain bola.


Tak berapa lama Anita mengganti pakaiannya menjadi kaos olah raga, sudah datang bersama Ela. Demikian juga dengan Sita yang datang bersama dua orang satpam dan pedagang Cilok yang lewat.


"Apakah sudah siap semuanya?" tanya Eka yang menatap satu persatu diantara mereka


"Sudah!" jawab semuanya serempak.


"Terima kasih, mohon kerja samanya karena kita bermain basket kali ini untuk latihan dan menyatukan anggota baru yaitu Anita dengan kami, agar bisa terjalin kerja sama saat pertandingan final nanti. Jadi saya minta kerja samanya untuk kalian semuanya." ucap Eka sebagai ketua tim.


"Aku siap membantu dan mendukung kalian!" seru Haikal.


"Ya kami juga siap, demi sekolah kita!" seru salah satu satpam dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka.


"Ayo kita mulai sekarang!" seru Eka dan permainan bola basket pun dimulai.


Mereka pun bermain bola basket serius tapi santai, sehingga semuanya nyaman dan bergembira pada saat bermain bola.


Permainan sudah berlangsung selama satu jam lamanya, dan mereka dengan terpaksa berhenti karena waktu sudah menunjukkan jam lima sore.


"Walau hasilnya seri, saya ucapkan terima kasih atas bantuan kalian dan pada Anita terima kasih serta besok pertahankan kerja sama kita " ucap Eka yang mewakili anggota tim basketnya yang lain.


"Sama-sama dan bersamangatlah kalian, ciptakan permainan yang sportif, menang dan kalah itu urusan nanti setelah kerja sama tim kalian di bangun terlebih dahulu." saran Haikal.

__ADS_1


"Baik kak Haikal!" seru Eka dan yang lainnya dengan kompak.


"Kalau begitu saya mau pulang, dan kita bertemu kembali besok jam berapa?" tanya Anita yang memastikan.


"Oiya, jangan lupa kita berkumpul jam tujuh pagi sebagai persiapan, dan jam delapan paginya berangkat ke Sekolah menengah Pertama Negeri Satu, sebagai tempat berlangsungnya pertandingan yang akan dimulai jam setengah sepuluh padi." jelas Eka.


"Hm pagi ya?" tanya Anita yang mengernyitkan kedua alisnya.


Gadis itu kemudian menghampiri Haikal dan juga mang ujang.Fan kemudian menariknya sedikit menjauh dengan yang lainnya.


"Ada apa?" tanya Haikal yang penasaraan.


"Kamu dengar tadi apa yang dikatakan oleh Eka?" tanya Anita dengan menatap Haikal dan mang Ujang secara bergantian.


"Iya jam setengah sepuluh pagi mulainya perlombaan." jawab Haikal sesuai yang dia dengar.


"Iya dan mulainya berkumpul jam tuju pagi.


"Jadi kalau begitu besok aku libur kuliah!" bisik Anita yang menatap Haikal dan mang Ujang.


"Ya iya, aku juga akan libur juga!" seru Haikal sembari mengulas senyumnya.


"Eh, kenapa kamu juga libur?" tanya Anita yang penasaran.


Dalam hati Anita ada rasa salut pada Haikal, seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya.


"Mang Ujang juga nggak apa-apa kan? kalau Anita besok libur?" tanya Anita pada sopirnya yang sedari tadi diam saja.


"Iya neng, selam neng Anita melakukan hal yang baik mang Ujang mah selalu siap sedia di belakang neng Anita. He...he...he...!" ucap mang Ujang dengan tertawa kecilnya.


"Terima kasih mang Ujang." ucap Anita yang membalas dengan mengulas senyumnya.


"Baiklah kalau begitu tunggu apalagi ayo kita pulang!" ajak Haikal sembari mengusap peluh di lehernya dengan sapu tangannya.


"Iya, kita pamitan dulu!" seru Anita dan kemudian mereka membalikkan badan dan melangkahkan kaki menghampiri Eka dan kawan-kawannya.


Nampak mereka sedang memborong cilok Daru tukang cilok yang tadi diajak main basket oleh Sita.


"Wah, enak nih!" seru Anita pada saat menghampiri Eka dan yang lainnya.


"Makan cilok nggak ajak-ajak!" seru Haikal yang menghampiri tukang cilok itu.


"Sudah ambil saja kak Haikal! kalau perlu sama kukusannya juga! ha...ha ..ha..!" celetuk Ela dengan girangnya.


"Cilok doyan, kukusannya ya saya bawa pulang, lumayan buat mengukus ketela! ha...ha..ha..!" balas Haikal.

__ADS_1


"Eh, kalau kukusannya mas Ambil, lalu saya jualannya pakai apa?" tanya si penjual cilok sambil tersenyum.


"Ya beli lagi! kan diborong sama Eka! kukusan harga lima puluh ribu, mang cilok bisa jual sama Eka jadi seratus ribu. Lumayan untung seratus persen! he...he...he...!" canda Haikal.


"Kak Haikal ini ya!" seru Eka yang gemas dan dia mencubit pinggang Haikal.


"Eh, masih cubit-cubitan segala!" seru Haikal seraya menghindar dari cubitan Eka.


"Jadi aku dan mang Ujang boleh makan nih?" tanya Anita yang ingin kejelasan.


"Iya, pesan saja! tapi setelah itu bayar ya! he..he...! canda Sita.


"Sudah jangan dianggap omongan Sita! makan saja, ketua tim yang traktir!" seru Fitri yang sedari tadi diam saja.


"Oh, oke!" ucap Anita dan kemudian dia memesan cilok untuknya dan supirnya, Haikal pun ikut mengantri juga.


Mereka makan cilok dengan lahap dan penuh kegembiraan, sampai-sampai mereka membawa pulang untuk di makan di rumah.


"Wah, Alhamdulillah dagangan saya di borong sama neng Eka, besok-besok lagi ya neng Eka! he...he...!" ucap penjual cilok itu dengan mengulas senyumnya.


"Sama-sama mang cilok! Eka juga ucapkan terima kasih karena tadi mau ikut latihan baskwt. Jadi kami dapat lawan sepadan." balas Eka dengan mengulas senyumnya.


"Eka makasih ciloknya ya, kami mau pamit." ucap Anita seraya menunjukkan cilok yang dibawanya.


"Iya sama-sama Nit, jangan lupa besok pagi!" seru Eka.


"Iya Insyaa Allah!" jawab Anita sembari menunjukkan jari jempol tangan sebelah kanannya.


"Oiya kak Haikal! tolong besok bawakan kaos seragam milik Amanda, dan berikan pada Anita!" seru Eka yang berpesan pada Haikal.


"Beres!" balas Haikal yang juga menunjukkan jari jempol tangan sebelah kanannya pada Eka dan yang lainnya


"Ok, sekarang kita cepat pulang dan istirahat. Siapkan stamina agar besok kita bisa menampilkan permainan basket yang sempurna." ucap Ela yang juga ikut nimbrung.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2