Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 70


__ADS_3

"Kau akan jadi milikku....! milikku Anita...! ha...ha...ha...!" seru Haikal seraya menyibak rambut Lisa yang tergerai menutupi wajah cantik gadis itu.


Tangan kanan Haikal mengusap pipi dan bibir Lisa dengan lembut, dan tiba-tiba dia mencondongkan tubuhnya dengan wajahnya mendekat pada wajah Lisa.


Laki-laki itu merengkuh bibir merah delima Lisa yang dia sangka itu Anita.


"Anita, sekarang ini kamu adalah milikku! pipimu yang mulus dan bibirmu yang merekah ini akan menjadi milikku!" racau Haikal yang kemudian dia merenggut bibir Lisa seperti mengullum sebuah permen.


Haikal melakukannya berkali-kali seperti menikmatinya, tanpa peduli gadis yang ada dihadapannya itu dalam kondisi yang tak berdaya.


"Anita, kau milikku sekarang! tak ada yang boleh menyentuhmu selain aku!" racau Haikal yang kemudian ciumannya menurun ke leher dan membuat tanda merah di leher bawah Lisa secara berkali-kali.


Haikal melepas pakaian atasnya, karena merasa gerah dan lanjut membuka gaun Lisa secara perlahan-lahan seraya kembali menciumi bibir sampai leher Lisa dan lanjut ke dada gadis itu.


Napas Haikal mulai tak beraturan pada saat dia sudah melepas semua gaun gadis yang masih terbaring di sofa itu, yang kini hanya tinggal pakaian dalamnya saja.


Haikal terus menciumi tubuh Lisa dari atas sampai ke bawah, dengan sesekali memainkan buah dada Lisa, seperti anak kecil yang memperoleh permen lolipop.


Karena napasnya semakin menggebu, kemudian Haikal melepaskan celananya. Dan disaat itulah tiba-tiba Lisa bergerak dan membuka kedua matanya.


"A...apa yang terjadi?" tanya Lisa yang mencoba mengingat sesuatu.


"Ka...kau...!" seru Lisa dan membuat Haikal seketika itu juga kaget, pemuda itu kemudian menatap Lisa dengan tajam.


Merasa dirinya terancam, Lisa berusaha bangkit. Namun Haikal dengan cepat mendekap gadis itu dengan erat.


"Lepaskan, lepaskan aku Haikal!" seru Lisa dengan meracau dan kedua matanya mulai berkaca-kaca.


"Apa melepaskan kamu? tidak akan, kau harus selalu jadi milikku!" bentak Haikal yang dengan sekuat tenaganya melempar tubuh ramping Lisa ke atas tempat tidur.


"Apa....apa yang akan kamu lakukan!" seru Lisa dengan isakan tangisnya.


"Membawamu dalam kenikmatan sayang! Ha...ha...ha...!" racau Haikal yang kemudian naik ke atas tempat tidur, Lisa yang berada di tengah tempat tidur itu berusaha untuk turun dari arah lain. Tapi tangan Haikal dengan cepat meraih tangan Lisa, sehingga gadis itu mau tak mau kembali lagi ke tengah tempat tidur.


"Dasar ba*ingan..!" bentak Lisa yang meronta-ronta, tapi apalah daya kekuatannya tak mampu mengimbangi Haikal yang telah mencengkeram kedua tangan yang direntangkan.


"Ha..ha...ha...! teruslah meronta, aku suka itu!" seru Haikal yang sudah kesetanan dan tubuhnya sudah menindih Lisa dan terus menciumi wajah dan leher gadis itu.

__ADS_1


"Ahhh, kau jahat Kal! aku tak suka seperti ini!" seru Lisa yang terus meracau.


"Tak mau seperti ini? lantas maumu seperti apa?" tanya Haikal yang menghentikan aksinya dan menatap tajam dari atas tubuh Lisa.


"Lepaskan aku Kal! lepaskan aku...lepaskan aku....!" Isak tangis Lisa yang memohon.


"Baiklah." ucap Haikal yang kemudian melepas Lisa dan dirinya kemudian turun dari tempat tidur kemudian melangkahkan kaki kembali menuju ke sofa dan menuang gelasnya dengan minuman keras.


Sementara Lisa mencari-cari gaunnya seraya menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia terkejut pada saat melihat gaunnya ada di sofa dan sedang di duduki oleh Haikal.


"Kak, tolong berdiri sebentar ya, gaun aku ada dibawah kamu!" pinta Lisa lirih, karena takut kalau Haikal tersinggung dan beraksi brutal kembali.


"Temani aku minum dulu, baru aku akan berdiri!" seru Haikal yang menuang lagi gelas di tangannya dengan minuman keras di botol yang ada diatas meja.


"Baik tapi aku tidak minum ya!" ucap Lisa memohon dan kemudian dengan pelan-pelan duduk disamping Haikal, gadis itu berencana mengambil gaunnya dengan pelan-pelan.


"Yang namanya menemani minum ya minumlah!" seru Haikal yang kemudian merangkul Lisa dan memaksa Lisa untuk meminum minuman keras itu.


Berkali-kali Lisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menutup rapat bibirnya, tapi tetap saja Haikal mampu memaksa gadis itu minum minuman keras itu sampai habis satu gelas.


"Ha...ha....ha...! enakkan!" seru Haikal dengan tawa kemenangannya.


Laki-laki itu kemudian minum lagi langsung dari botolnya, dan sesekali disuapkan ke mulut Lisa.


"Hikk....hikk...!"


Lisa sudah lunglai lemas, dia sudah dalam kondisi mabuk berat dan demikian pula dengan Haikal.


"Anita kamu cantik sekali...!" racau Haikal pada saat melihat Lisa yang terkulai lemas dan menutup matanya, dia sudah tak ingat apa-apa lagi.


Haikal kemudian memeluk Lisa yang dianggapnya Anita, dan tiba-tiba keduanya jatuh dibawah sofa dengan posisi Haikal diatas Lisa.


Haikal yang masih setengah sadar itu melepas selimut yang membalut tubuh Lisa, beriku bra dan segitiga pengaman gadis itu.


Melihat tubuh mulus yang menurutnya itu tubuh Anita, Haikal juga melepas segitiga pengamannya. Dan tanpa ragu-ragu di mulai bercocok tanam di lahan Lisa yang di tumbuhi rumput hitam itu.


Dengan pelan-pelan Haikal seperti memompa, seraya mencari posisi yang enak untuk menikmati tubuh yang dalam bayangannya itu Anita.

__ADS_1


"Host...host...host...!"


Suara tarikan napas Haikal yang menggebu-gebu, tanpa sadar membuat suara erangan pada gadis yang ada dibawahnya.


"Ehh....ehh.....!"


Hampir satu jam lamanya Haikal melakukannya, walaupun sesekali dia berhenti seraya menciumi dan menggullum bibir merah delima Lisa.


Akhirnya laki-laki itu mencapai klimaksnya dan mengeluarkan cairannya didalam lahan yang pada rumput hitamnya itu.


"Ah, akhirnya kau jadi milikku Anita!' racau Haikal dengan lega dan napasnya yang masih terengah-engah dia tidur disamping Lisa, seraya menyelimuti tubuh mereka dengan selimut yang tadi melilit ditubuh Lisa.


Keduanya sudah tak sadarkan diri, entah sampai dimana mimpi keduanya yang saat ini dalam posisi telanjang bulat dibawah selimut.


Beberapa jam kemudian, cahaya matahari pagi menerobos gorden jendela hotel itu.


Perlahan-lahan kedua mata Lisa terbua karena silau akan sinar matahari yang menerobos masuk ke kamar itu.


"Oh, aku dimana?" gumam Lisa yang perlahan melihat ke arah sampingnya dan dia melihat sesosok laki-laki yang dia kenal.


"Ha...Haikal! apa yang telah terjadi?" gumamnya yang kemudian segera dia memeriksa keadaan dirinya yang satu selimut dengan Haikal, dimana mereka dalam keadaan tanpa busana sama sekali.


"Aaaa...!"


Lisa menjerit dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya, tak lama terdengar Isak tangis gadis itu. Seketika dia shock dengan apa yang menimpa dirinya.


Mendengar suara jeritan Lisa, Haikal yang semula masih dalam posisi tidur dengan pulasnya, bangun seketika itu juga seraya memegang kepalanya yang terasa sakit.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


...  ...


__ADS_2