
Suasana pertandingan itu menjadi lebih tegang dan tentunya lebih seru.
"A...apa-apa'an sama Haikal! genit banget memberi semangat pada gadis itu! bukannya memberi semangat pada kekasihnya, eh malah sama lawan kekasihnya!" gerutu dalam hati Yuni yang saat ini rona wajahnya memerah, tanda kalau dirinya sedang marah besar kali ini.
Kini dia melakukan permainan basket tanpa menghiraukan peraturan lagi, dengan asal dia berusaha merebut bola dari tangan Anita dan sesekali menyodokkan sikunya ke perut Anita.
"Dugh...!"
"Agh....!"
Anita mengerang kesakitan dan memegang perutnya yang disodok oleh Yuni.
"He...he ..he...! rasakan, jangan main-main sama Lisa the geng!" seru Yuni yang telah dapat merebut bola basket dari tangan Anita dan kembali dia mendribel dan kemudian melompat melemparkan bola ke dalam keranjang.
"Yah, akhirnya 2-0!"
"Yuni.... Yuni..... Yuni....!"
Teriakan para pendukung Yuni pun bersautan dengan riuh menyerukan Yuni si idola mereka.
"Ohw, mau main curang ya! baiklah kamu akan rasakan ini!" seru dalam hati Anita yang kemudian ia lebih bersemangat lagi untuk merebut kembali bola basket di tangan Yuni.
Perebutan bola basket itu sangat seru sekali, Yuni berkali-kali menipu gerakannya hingga Anita pun terkecoh.
Namun pada akhirnya Anita mampu merebut kembali bola basket itu dan dengan semangat dia melompat dan melemparkan bola basket itu ke dalam keranjang.
Dan akhirnya masukklah bola basket itu yang membuat kedudukan menjadi 2-1, dan butuh dua poin lagi untuk Anita mengungguli Yuni.
Kembali Anita mendribel bola basket itu dan sesekali mengecoh Yuni yang hendak menghalangi dan hendak merebut bola basket yang sekarang dalam kuasa Anita.
Dan akhirnya Anita dapat memasukkan bola ke dalam keranjang, dan kemarahan Lisa dan the geng pun memuncak.
"Lala dan Rini, bantu Yuni dan kalahkan si pembangkang itu. Biar si udik ini aku yang jaga, kakian buat si pembangkang itu babak belur!" seru lisa pada kedua anggota the geng-nya.
"Siap bos!" seru Lala dan Rini yang bergegas maju dengan setengah berlari menghampiri Yuni.
"Mau apa kalian kemari?" tanya Yuni yang terkejut dengan kedatangan kedua temannya itu
"Aku disuruh bos untuk membantu kamu." jawab Rini.
"Sudah sebaiknya kita keroyok dia sekarang juga!" seru Lala dengan posisi siap dan kini mereka bertiga melawan Anita dengan posisi mengepung Anita.
"Ohw, main keroyokan ya!" seru Anita yang kemudian dalam posisi waspada menatap satu persatu ketiga lawannya dengan masih tetap mendribel bola basket.
__ADS_1
"Apa boleh buat, geng kami harus menang, dengan cara apa pun!" balas Lala dan ketiga the geng Lisa itu dalam posisi membelakangi keranjang.
"Jadi begitu ya! baiklah aku akan mengalahkan kalian!" seru Anita yang bermaksud menyemangati dirinya.
"Hah, coba saja!" seru Rini yang tetap dalam posisinya.
Kemudian Anita kembali menggiring bola basket dan berusaha kembali mengecoh ketiga gadis dihadapannya itu.
Setelah bisa mengecoh Rini, kemudian Lala dan juga Yuni, dengan leluasa Anita membawa bola ke arah keranjang dengan melompat dan melempar bola basket yang telah dia bawa.
"Waauuuuw ...!"
"Yeaaah......!"
Seru para penonton yang mendukung Anita, penuh kegembiraan pada saat Anita bisa kembali menyamakan kedudukannya menjadi 2-2.
Kali ini Lala yang mendapatkan bola basketnya, dan Anita berusaha merebutnya. Perebutan bola basket itu kembali terjadi dengan serunya, dengan usaha yang keras akhirnya Anita mampu menguasai kembali bola basketnya.
Dan lagi-lagi Anita melompat dan melemparkan bola basket yang dibawanya ke dalam keranjang, Anita menambah satu poin lagi dan membuat kedudukannya unggul satu poin dari Yuni.
"Waoooooowww ...!"
"Anita....Anita ...Anita...!"
"Kurang ajar! baiklah kalau itu keinginan kamu!" seru Yuni dengan emosinya, memberi isyarat pada teman-temannya untuk kembali menghampiri Dilla.
Lala dan Rini yang tahu maksud dari Yuni, bergegas melangkahkan kaki menghampiri Dilla dan hendak membawa Dilla dengan paksa keluar dari lapangan bola basket itu.
"Hei mau kalian bawa kemana Dilla!" seru Anita yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Lala dan juga Rini yang membawa Dilla.
Terlihat sunggingan senyum miring dari Lisa dan juga Yuni yang tampak menghiasi rona wajah kedua gadis itu. Anita hendak lari mengejar Dilla, namun Yuni tiba-tiba mendorongnya hingga dia jatuh terduduk di atas lantai lapangan bola basket itu
"Bugh....!"
"Aaarrgh....!"
Anita mengerang kesakitan, tapi dia tetap berusaha untuk berdiri dan membalas Yuni dengan menarik bahu Yuni pada saat membalikkan badannya hingga terjengkang ke posisi dimana Anita tadi terjatuh.
"Wegh....! bugh.....!"
"Aaarrgh...!"
Keadaan berbalik, Yuni mengerang kesakitan. Dan Anita yang masih membawa bola basket tak perdulikannya, kemudian gadis itu berlari mengejar Rini dan Lala yang membawa Dilla keluar dari lapangan.
__ADS_1
Suasana di lapangan basket itu menjadi riuh, dan semuanya seakan saling bertengkar antara pendukung Anita dan juga pendukung Yuni.
Anita terus mengejar keberadaan Rini, Lala dan Dilla. Dan akhirnya bisa terkejar pada saat sampai di tempat parkir.
"Berhenti kalian!" seru Anita dengan geram dan lantang saat tinggal beberapa meter jaraknya dari keberadaan Rini, Lala dan Dilla.
Rini dan Lala menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah Anita.
"Oh, si pembangkang yang sok jagoan!" balas Lala dengan menyunggingkan senyumnya.
"Anita!" panggil Dilla yang juga menoleh ke arah Anita dan melihat keberadaan seorang gadis yang baru beberapa hari menjadi sahabatnya itu.
"Lepaskan Dilla!" seru Anita dengan geramnya.
"Ha...ha..ha...! lepaskan? tak mungkinlah!" seru Rini dengan menyunggingkan senyum sinisnya.
"Baiklah kalau itu mau kalian!" seru Anita yang kemudian melemparkan bola basket di tangannya ke arah Lala, dan tepat mengenai wajah Lala
"Dugh ....!"
"Auw ..!"
Lala mengerang kesakitan dan darah segar keluar dari hidung Lala, kemudian bola basket itu memantul dan balik lagi ke arah Anita, Anita melemparkan bola basket itu ke arah Rini.
Namun kali ini Rini dapat menangkap bola basket dari lemparan Anita, dan Rini melempar kembali bola basket itu ke arah Anita.
Dan Anita mengelak, bola basket itu ditangkap oleh sesosok laki-laki yang sangat di kenal oleh Rini.
"Hah, Haikal!" seru Rini yang terkejut karena melihat keberadaan Haikal.
"Aku perhatikan, kalian telah main curang. Hal itu mencoreng namaku sebagai atlit bola yang menjadi sahabat kalian. Aku tidak suka itu!" seru Haikal dengan membentak, geram karena kelakuan Lisa and the Genk.
"Hei, kau membantu dia Haikal!" seru Yuni yang tiba di belakang Haikal bersama dengan Lisa dan beberapa teman Haikal.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...