Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 35


__ADS_3

"Ok, sekarang kita cepat pulang dan istirahat. Siapkan stamina agar besok kita bisa menampilkan permainan basket yang sempurna." ucap Ela yang juga ikut nimbrung.


"Ok, Assalamu'alaikum!" ucapan salam pamit Anita yang hampir bersamaan dengan Haikal.


"Wa'alaikumsalam!" balas Eka dan yang lainnya.


Anita, mang Ujang dan Haikal kembali ke tempat mereka memarkirkan kendaraan mereka.


"Ke masjid sebentar yuk!" ajak Anita yang menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Haikal dan juga mang Ujang.


"Oiya kita belum sholat Ashar ya! ayo sholat Ashar dulu, sebelum waktunya habis!" seru Haikal.


"Ayo tunggu apa lagi!" seru Anita yang melangkahkan kaki menuju masjid yang terdapat di sekolah tersebut.


Pukul lima sore mereka baru sholat Ashar dan setelah selesai, mereka tetap berada di dalam Masjid untuk sekalian menunggu waktu sholat Maghrib.


Tak berapa lama rombongan Eka dan yang lainnya juga menuju ke masjid, mereka juga akan melaksanakan sholat Ashar dan lanjut sholat Maghrib.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai menunaikan sholat Ashar dan lanjut sholat Maghrib, Haikal berdiri dan mengumandangkan Adzan.


Semua ya mendengarkan suara Haikal yang begitu merdu saat mengumandangkan Adzan.


"Suara Haikal lumayan juga, tapi suara mas Dimas lebih baik!" gumam dalam hati Anita.


"Astaghfirullah, kenapa aku membandingkan mereka. Jelaslah suara mereka bagus dan punya ciri khas masing-masing!" seru dalam hati Anita yang menggerutu.


Beberapa menit kemudian mereka telah selesai sholat Maghrib berjamaah. Dan mereka melangkahkan kaki menuju ke kendaraan masing-masing.


Pada awalnya sepeda motor Haikal masih beriringan dengan Mobil Anita yang dikemudikan mang Ujang.


Tapi setelah persimpangan empat yang kedua mereka terpisah.


Dan tak berapa lama mobil yang ditumpangi Anita dan yang dikemudikan oleh mang Ujang telah sampai di rumah mewah yang selama ini mereka tempati.


Dengan perlahan mang Ujang masuk ke salah halaman rumah yang sangat luas itu.


Dan setelah berhenti, Anita segera keluar dan masuk ke rumah. Bergegas gadis itu melangkahkan kaki ke kamarnya setelah menyapa para pembantu rumah yang menyambut kedatangannya.


Anita segera mandi dan mengganti pakaiannya, setelah itu dia menunaikan sholat Isya'.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Anita telah selesai sholat Maghrib, dan tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.


"Tokk....tokk....tokk....!"


"Assalamu'alaikum nona!" ucap salam dari luar pintu kamar Anette yang kini menjadi kamar Anita.


"Wa'alaikumsalam....!" balas Anita yang kemudian membuka pintu kamarnya.


"Klek...klek....ceklek...!"


Setelah pintu terbuka, nampaklah seorang pembantu yang sudah sangat dikenal oleh Anita yang sedang menundukkan kepalanya.


"Ada apa bi Ti?" tanya Anita dengan ramah.


"Neng Anita, ayo makan malam dulu.Makanan sudah kamu siapkan, neng Anita kan habis latihan basket tadi, pasti lapar ya!" jawab bibi Ti yang coba untuk menebak.


"Oh, iya bi! ma'af jika bibi menunggu. Tadi habis mandi dan sekalian sholat isya. Ayo bi!" ucap Anita yang kemudian keluar dari kamarnya dan melangkahkan kaki menuju ke ruang tamu.


Dan benar saja di ruang tamu sudah tersaji begitu banyak makanan.


"Bibi, kan cuma kita saja yang ada di rumah ini. Kenapa masak begitu banyaknya?" tanya Anita pada saat duduk di kursi meja makan.


"Bibi, saya dari desa. Jadi saya makan apa saja doyan, asalkan halal. Besok-besok jangan terlalu banyak ya masaknya. Nanti boros, sedangkan papa dan mama masih di luar negeri." ucap Anita yang mengambil makanan seraya mengulas senyumnya.


"He...he...he...! ma'af neng saya terbiasa dengan neng Anette yang selalu berkomentar. Jadi mohon maklum yang neng." ucap bibi Ti yang menundukkan kepalanya seraya mengulas senyum ramahnya.


"Saya mau mema'afkan bibi dan yang lainnya, asalkan kita makan sama-sama di meja ini. Ajak mang Ujang sekalian ya!" seru Anita yang tentu saja membuat bibi Ti yang puluhan tahun bekerja di rumah mewah itu sangat terkejut, karena baru pertama kali ini diperlakukan seperti itu.


"Neng, kami takut kalau tuan dan nyonya marah. Marahnya bukan kepada kami saja, tapi pada menga anita.'' ucap bibi Ti yang sangat cemas.


"Asalkan kita tak membocorkannya, kita aman-aman saja bi!" jawab Anita dengan mengulas senyumnya, yang kemudian mengambil nasi dan diletakkannya diatas piringnya.


"Baiklah neng." jawab bibi Ti.


"Sur, cepat panggil mang Ujang dan yang lainnya. Kita makan sama-sama untuk menemani neng Anita." perintah bibi Ti pada salah satu pembantu yang usianya sepadan dengan Anita.


"Iya bi." jawab gadis pembantu itu yang dengan segera melangkahkan kaki menuju ke garasi, dimana mang Ujang sedang memeriksa kondisi mobil majikannya itu.


Setelah kedatangan mang Ujang, kemudian mereka bersama-sama sambil bercerita tentang pengalaman mereka bekerja di rumah mewah itu dan Anita menceritakan kehidupannya di kampung halamannya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian acara makan malam telah selesai dan mereka berpindah ke ruangan keluarga, dimana Anita dan yang lainnya sedang menonton televisi yang kali ini mereka menonton pertandinga basket.


Anita membuka ponselnya dan dia melihat dan membaca dari tulisan chat, nampak ada cat dari Haikal. Pemuda itu mengirimkan begitu banyak video pada saat Amanda bertanding bola basket.


"Bibi Ti, kalau mau ganti Chanel televisi Danti saja bi. Saya mau lihat chat yang masuk ke ponsel Anita." ucap Anita sembari menunjukkan ponselnya.


"Iya neng, makasih. Kamu pingin lihat sinetron. He...he...he...!" balas Bibi Ti yang mengulas senyumnya dan Anita pun membalas dengan mengulas senyumnya juga.


Kemudian Anita memperhatikan pnselnya dengan seksama, banyak video tentang permainan bola basket Amanda pada saat sebelum kecelakaan.


Setelah puas menyaksikan video itu, rasa lelah dan mengantuk Anita rasakan.


"Bibi Ti, mang Ujang dan yang lainnya, Anita ke kamar dulu ya. Sudah capek dan mengantuk." ucap Anita yang kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Iya neng, neng Anita memang harus cepat istirahat. Besok pagi-pagi neng Anita harus segera berangkat ke perlombaan." ucap mang Ujang yang mengingatkan.


"Mang Ujang juga segera istirahat ya." balas Anita seraya menatap mang Ujang sopir yang selalu menemaninya.


"Baik neng, menghabiskan kopi ini sebentar!" ucap Mang Ujang seraya menunjukkan gelas yang berisi minuman kopi dihadapannya.


Anita mengulas senyumnya dan kemudian melangkahkan kaki menuju ke kamarnya.


Setelah membuka pintu, Anita masuk dan menutup serta mengunci kembali pintu kamarnya dari dalam. Kemudian gadis itu melangkahkan kaki menuju ke tempat tidurnya, sebelum merebahkan diri di tempat tidur, Anita menyempatkan mencharge ponselnya yang telah muncul tanda baterai warna merahnya.


Setelah itu barulah Anita ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan sekaligus mencuci tangan dan kakinya.


Gadis itu segera keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kaki ke tempat tidur yang super empuk dibandingkan waktu di desa kemarin.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2