Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 56


__ADS_3

Anita mengerang kesakitan, dan dia berusaha bangkit, tapi Haikal telah menubruknya dan keduanya jatuh berguling-guling diatas kardus-kardus bekas itu.


"Kurang ajar...!" seru suara laki-laki yang menarik kerah baju badian belakang Haikal.


Laki-laki itu tak lain adalah dokter Damar yang berhasil menemukan lokasi Haikal yang membawa Anita.


Bogem mentah pun dilayangkan oleh dokter muda itu pada Haikal.


"Bugh...! Bugh...!""


Dua pukulan dokter Damar mengenai ulu hati Haikal.


"Dugh ...!"


Dan satu pukulan mengenai wajah kakak Amanda itu.


"Aaargh....!"


Haikal mengerang kesakitan dan darah segar pun mengalir di sudut bibir pemuda itu.


"Brugh...!"


Haikal jatuh terpental beberapa meter.


Merasa lawannya sudah tak berdaya, dokter Damar menghampiri Anita.


"Kamu tak apa-apa kan Anita?" tanya dokter Damar yang mengulurkan tangannya ketika Anita telah selesai merapikan pakaiannya, dan terlihat ada yang robek akibat ulah Haikal.


"Alhamdulillah..!" ucap Anita yang menerima uluran tangan kekasihnya dan dia pun berdiri sejajar dengan dokter Damar.


Dokter Damar segera melepas jaketnya dan dipakaikan pada Anita.


"Pakai, aku tak mau tubuh kamu dilihat orang!" bisik dokter Damar dan Anita mengulas senyumnya.


"Eh, dia mulai sadar!" seru Anita ketika melihat Haikal yang sudah bangun dan sedang mengingat-ingat apa yang telah terjadi.


"Ayo kita cepat keluar dari tempat ini!" seru dokter Damar yang kemudian menarik tangan kanan Anita, mereka berlari menuju ke arah pintu utama gudang itu, namun ternyata pintu itu dikunci dan kuncinya dibawa oleh Haikal.


"Sial! dikunci, bagaimana kita bisa keluar!" gerutu dokter Damar.


"Mas Damar tadi masuk lewat mana?" tanya Anita yang masih terengah-engah seraya melihat ke arah belakang, ternyata Haikal mulai mengejar mereka.


"Oiya, lewat atas! Ayo lebih cepat!" seru dokter Damar dan mereka berlari dengan sekuat tenaga mereka, dan kali ini dokter Damar tak menarik tangan Anita.


"Hai, jangan bawa pacarku!" seru Haikal dari kejauhan.


"Aku bukan pacarmu!" seru Anita dengan tetap berlari.


Namun na'as Haikal mampu meraih tangan Anita, dan sekarang Anita memukul dan menendang ke arah Haikal.

__ADS_1


"Lepaskan aku! kurang ajar kau!" seru Anita dan karena teriakan Anita itu, dokter Damar yang sebelumnya berlari di depan Anita, berhenti dan menoleh ke belakang.


"Anita!" panggil dokter Damar yang seketika itu juga berlari dan mendekati Anita yang berusaha melepaskan diri dari cengkraman Haikal.


Tanpa banyak kata, dokter Damar menarik tubuh Anita dan langsung menghujani tendangan pada Perut Haikal.


"Bugh....!"


"Aaargh...!"


Haikal kesakitan dan terdorong beberapa langkah ke belakang.


"Jangan rampas Cinta-ku! atau kau berhadapan denganku!" seru dokter Damar yang sudah bersiap dengan tangannya uang mengepal, seolah siap untuk menghadiahi Haikal beberapa kali bogem mentahnya.


Demikian pula dengan Haikal yang juga dalam posisi siap melawan dengan sisa-sisa tenaganya.


"Kenapa kau harus muncul disaat-saat Anita sudah melupakanmu! Andai kau tak muncul, Anita akan jadi milikku!" balas seru Haikal yang membuat Anita terkejut begitu pula dengan dokter Damar.


Perkelahian dua laki-laki itu nampaknya benar-benar akan terjadi kembali, dan Anita sangat mencemaskan kedua-duanya.


Dokter Damar yang jelas kekasih hatinya dan dia tak mau jika terjadi apa-apa dengannya.


Sedangkan dengan Haikal, dia adalah teman yang selama ini bersamanya dan mempunyai adik yang baru saja sembuh dari sakit karena kecelakaan.


"Hentikan! kalian jangan berkelahi! Haikal aku mohon carilah pengganti Yuni selain aku. Aku tak bisa kau paksa! Karena semakin kamu memaksaku, aku semakin membencimu!" seru Anita dengan suara lantang dan kedua matanya yang berkaca-kaca.


"Iya, seperti Yuni yang mencintaimu. Namun cintaku lebih dalam pada mas Damar! Jadi aku mohon mengertilah kau! jangan ganggu kami lagi!" seru Anita yang tentu saja membuat Haikal terdiam dan merenung.


Diam-diam Anita menarik tangan dokter Damar dan keduanya berlari menuju ke tangga dimana tangga itu menuju ke lantai atas yang terbuat dari besi dan berupa jembatan-jembatan penghubung itu.


"Anita! kalau aku tak bisa bersamamu! dokter itu tak boleh bersamamu!" teriak Haikal yang kemudian mengejar Anita.


"Apa! gila itu orang!" seru dokter Damar yang kemudian mengajak Anita mempercepat langkahnya.


"Ayo Anita! lebih cepat lagi!" seru dokter Damar.


"Iya mas!" jawab Anita dengan napasnya yang ngos-ngosan.


Keduanya terus berlari, tapi tiba-tiba kaki Anita terperosok dan dia dalam posisi bergelantungan dengan kedua tangannya di palang pagar jembatan-jembatan itu.


"Mas Damar!" teriak Anita yang memanggil dokter Damar dengan sangat ketakutan.


"Anita!" panggil dokter Damar yang sangat mencemaskan situasi dan kondisi Anita saat ini.


Dokter itu mengulurkan tangannya ke arah Anita, berharap kekasihnya itu meraih tangannya.


"Jangan lihat ke bawah! Pegang tanganku!"'seru dokter Damar dan Anita mengerti maksud dari kekasihnya itu, dan dia menuruti apa yang dikatakan dokter Damar.


Karena dibawah Anita ada kompayer berjalan yang berisi barang-barang bekas yang hendak di hancurkan.

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga, Anita berusaha meraih tangan dokter Damar dan dengan susah payah akhirnya dapat diraihnya tangan kekasihnya itu.


"Pegang kuat-kuat, aku akan mengangkatmu!" seru dokter Damar yang terus berupaya mengangkat tubuh Anita.


"Allahu Akbar...!" seru dokter Damar yang berhasil mengangkat tubuh Anita.


Disaat Anita sampai di tempat aman, dia melihat Haikal yang sudah bersiap menyerang dokter Damar.


"Menunduk!" seru Anita seraya menarik tubuh dokter Damar untuk menundukkan dan keduanya duduk jongkok.


Sementara itu Haikal yang dalam posisi menyerang dokter Damar, hampir saja terperosok terjun ke bawah seandainya dokter Damar tak menangkapnya.


Dokter Damar dengan cepat meraih tubuh Haikal dan kemudian dia melempar Haikal ke arah tangga, alhasil Haikal jatuh berguling-guling menuruni tangga.


Mengetahui ada kesempatan itu, Anita menarik tangan dokter Damar dan keduanya berlari dengan tujuan ke arah pintu yang semula dilewati oleh dokter Damar.


Beberapa menit kemudian, akhirnya keduanya telah menemukan pintu tersebut.


"Itu pintu keluarnya mas?" tanya Anita seraya menunjuk ke arah pintu yang telah terbuka itu.


"Iya, ayo lebih cepat lagi!" seru dokter Damar dan keduanya terus berlari, hingga akhirnya mereka sampai di depan pintu dan keduanya sampai diluar pintu.


"Huh, Alhamdulillah!" seru Anita yang bernapas lega.


"Alhamdulillah!" sahut dokter Damar yang memeluk Anita.


"Dogh...dogh...dogh...!"


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari dalam gudang.


"Itu suara apa mas?" tanya Anita yang berada dalam pelukan dokter Damar dan memandang dokter itu dengan penasaran.


"Jangan-jangan....! ayo cepat turun lewat sini! itu mungkin langkah kaki Haikal!" seru dokter Damar yang menebak.


Karena khawatir jika langkah itu benar-benar langkah Haikal, Anita dengan tergesa-gesa menuruni tangga diluar gudang yang mengarah ke bawah luar gudang, dan diikuti oleh dokter Damar.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...


...      ...

__ADS_1


__ADS_2