Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 55


__ADS_3

"Perlu kalian ketahui kalau aku dengan Anita sudah berpacaran sejak kami masih dibangku sekolah. Dan kemarin kami hampir saja mau menikah, tapi karena ada insiden pengantin pertukaran pengantin, jadi kami kemarin batal menikah!" jelas dokter Damar yang menatap ke arah Anita.


"Aku tak peduli dengan statusmu dengan dokter Damar!" seru Haikal yang kemudian mencengkeram erat pergelangan tangan Anita, kemudian pemuda itu menarik tangan Anita dan membawanya lari masuk ke dapur Kafe itu.


"Hei, lepaskan Anita!" seru dokter Damar yang terkejut dengan aksi nekat Haikal.


"Haikal, lepaskan aku!" seru Anita yang meronta-ronta, dan terpaksa kakainya mengikuti langkah Haikal. Karena jika tidak dia akan diseret oleh pemuda itu.


Sementara itu dokter Damar hendak mengejar Haikal dan juga Anita, tapi Amanda memberi komando pada tim Bintang untuk memegangi dokter Damar.


Mengetahui situasi yang genting, dokter Damar dengan terpaksa menghempaskan tangan-tangan para gadis yang mencengkeramnya.


"Kalian masih kecil! apa kalian mau menghancurkan masa depan kalian! jika kejahatan ini aku laporkan pada polisi!" seru dokter Damar yang raut wajahnya mulai memerah karena marah dan kesal, menatap para Tim Bintang dengan tajam.


Mendengar ancaman dari dokter Damar, para anggota tim Bintang itu ketakutan dan melepaskan cengkeraman tangan mereka.


Tanpa menyia-nyiakan waktunya, dokter Damar berlari mengejar Haikal yang menarik paksa Anita masuk ke dapur.


Sesampainya di dapur, yang dokter Damar lihat hanya juru masak dan pintu belakang yang terbuka. Tanpa pikir panjang dokter Damar berlari keluar dari dapur lewat pintu belakang.


"Kemana mereka!" gerutu dokter Damar yang berlari seraya menebarkan pandangannya, karena saat ini dia telah berlari melewati gang-gang sempit perkotaan.


Dokter Damar menyempatkan bertanya pada setiap orang yang ditemuinya. Dan ada seorang kakek yang baik hati menunjukkan arah kemana Anita dibawa pergi.


"Ma'af kek! apa tadi melihat anak laki-laki yang menarik seorang gadis, usianya kira-kira delapan belas tahun?" tanya dokter Damar seraya mengatur napasnya.


"Iya, nak tadi mereka lewat disini. Kasihan yang cewek meronta-ronta. Ma'af kakek sudah tidak bisa menolongnya!" jawab si kakek itu.


"Nggak apa-apa kek! terima kasih atas infornasinya. Permisi!" ucap dokter Damar yang kemudian mempercepat larinya dan terus memanggil-manggil kekasihnya.


"Anita.... Anita....!"


Sementara itu Anita terus meronta dan memohon pada Haikal untuk melepaskannya.


"Haikal! saya mohon lepaskan saya!" seru Anita dan Haikal tak menggubrisnya.


"Haikal! lepaskan aku!" seru Anita seraya menghempas-hempaskan tangannya.


"Diam! atau aku akan berlaku kasar padamu!" bentak Haikal dengan wajah memerahnya, dan wajah itu sangat menakutkan saat Anita memandangnya.


"Haikal, kenapa kamu jadi begini?" gumam dalam hati Anita yang terus berdoa untuk memohon pertolongan dari Allah melalui tangan-tangan manusia yang ditunjuk-Nya.


Tibalah mereka di sebuah gudang yang terdapat banyak kardus-kardus bekas didalamnya.

__ADS_1


"Kamu mau apa Haikal! lepaskan aku!" seru Anita yang terus meronta, dan Haikal memaksa Anita untuk masuk.


"Diam!" bentak Haikal, namun Anita tak takut akan bentakan Haikal.


Gadis itu terus meronta dan dia menggigit lengan Haikal.


"Auw....!"


Haikal mengerang kesakitan dan kemarahannya pun memuncak. Dia mengejar Anita yang terus berlari dan berusaha mencari tempat persembunyian.


"Ya Allah, aku mau sembunyi dimana ini?" ucap dalam hati Anita yang terus berdoa.


Anita mengendap-endap diantara kardus-kardus yang bertumpuk-tumpuk disekitarnya.


Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


"Helfp...!"


'"Ha...ha...ha..! mau kemana kau sayang!" bisik laki-laki yang memeluk Anita dari belakang itu yang tak lain adalah Haikal.


"Haikal, lepaskan aku ..!" seru Anita yang meronta dan meracau.


Sementara itu di jarak yang lumayan jauh, dokter Damar terus berlari untuk mengejar mereka.


Dia berhenti berlari di depan pintu gudang dimana dia melihat Anita yang dipaksa masuk ke gudang, dan saat dia berusaha membuka pintu gudang dihadapannya itu, ternyata pintu itu dikunci dari dalam.


"Ah, sial...!" umpat dokter Damar seraya menendang pintu besi itu dan alhasil kakinya sendiri yang kesakitan.


"Dogh....!"


"Auw ..!"


Dokter Damar mengerang kesakitan seraya berjingkat-jingkat memegang ujung kakinya yang terasa sakit.


"Ah, bodohnya aku! tahu pintunya dari besi, kenapa juga aku tendang! nambah masalah saja!" gerutu dalam hati dokter damar yang mengumpat pada dirinya sendiri.


Dengan masih berjingkat-jingkat, laki-laki itu melihat kondisi gudang dan mencari apakah ada jalan lain untuk masuk ke gudang.


Pucuk di cinta, ulam pun tiba, dokter Damar melihat ada pintu lain dari samping gudang. Dia menaiki tangga kurang lebih tingginya dua lantai, dan dia berhenti di depan pintu yang nampaknya itu pintu darurat gudang itu.


"Dogh....! doghh ..! dogh...!"


Tiga kali dokter Damar berusaha mendobrak pintu itu, dan akhirnya dia bisa membuka pintu itu.

__ADS_1


"Brakk...!"


Dengan bergegas dokter Damar masuk dan saat ini dia ada di atas dilantai atas dimana lantai itu bentuknya seperti jembatan-jembatan penghubung ke setiap bagian pada mesin penghancur barang bekas.


Kalau dibayangkan gudang itu seperti lokasi di dalam film action, dokter Damar berjalan diatas mesin penghancur, dimana barang bekas saja bisa langsung hancur, apa lagi tubuh manusia yang kalau tak hati-hati akan terperosok ke dalamnya.


Dan begitu juga dengan dokter Damar yang berjalan dengan hati-hati meniti jembatan-jembatan dari besi itu.


Sesekali dokter Damar melihat ke bawah untuk mencari petunjuk dan melihat pergerakan Haikal yang membawa Anita.


Dan benar saja, dokter Damar melihat Anita yang dipeluk dengan paksa oleh Haikal diantara tumpukan kardus-kardus, dan dia melihat Haikal mulai berani merobek pakaian Anita.


"Kurang ajar!" umpat dokter Damar yang dengan bergegas mencari jalan untuk turun dari jembatan-jembatan besi itu.


Setelah berusaha mencari jalan untuk turun, akhirnya dokter Damar menemukan tangga untuk turun ke lantai bawah.


Dokter Damar terus berlari menuruni tangga dan menuju ke arah tumpukan kardus-kardus.


Tak berapa lama dia menemukan lokasi dimana Haikal berusaha membuka paksa pakaian Anita seraya berusaha menciumi Anita.


Anita meronta-ronta dan terus menyerukan permintaan pertolongan diantara suara deru mesin-mesin penghancur sampah itu.


"Tolong....tolong....!" seru Anita dengansekuat tenaganya.


"Ha....ha ..ha ..! teruslah minta tolong! tak akan ada yang menolongmu!" bisik Haikal yang kemudian mendorong Anita dengan kuat, sehingga gadis itu tersungkur diatas kardus yang semula utuh kotak, kini menjadi pipih karena tekanan tubuh Anita.


"Brugh....!"


"Aaargh...!"


Anita mengerang kesakitan, dan dia berusaha bangkit, tapi Haikal telah menubruknya dan keduanya jatuh berguling-guling diatas kardus-kardus bekas itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


...         ...


__ADS_2