Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 8


__ADS_3

"Apa itu!" seru Anette yang tersentak kaget. Dan gadis itu mencoba mengumpulkan nyawanya dan mengingat-ingat apa yang sebelumnya telah terjadi.


"Dugh....dugh....dugh ...!"


Kembali Anita membuat suara yang berisik di pagi hari itu. Dan membuat Anette teringat bahwa Anita ada di dalam lemari.


"Oh, Anita! dia sudah sadar rupanya!" seru Anette dengan geram dan dia mencari sapu tangannya yang semalam dia pakai untuk membuat Anita tak sadarkan diri itu.


Setelah menemukan sapu tangan dan botol kecilnya yang ternyata berada di atas meja, Anette kemudian menuang lagi botol kecil itu ke sapu tangannya dan membuka pintu lemari dimana Anita berada di dalamnya.


"Hai, bisa diam tidak!" bentak Anette dengan geram, dan betapa terkejutnya Anita saat melihat raut wajah saudara kembarnya yang terlihat bengis dan mendengar suaranya yang terdengar judes itu.


"Emm...emmm...!"


Dengan sekuat tenaga Anita meminta untuk dibebaskan, walaupun Anette tahu maksud Anita tapi dia tak peduli. Anette mengarahkan sapu tangannya yang sudah dia tuangi dengan obat bius itu ke hidung saudari kembarnya Anita.


Sementara itu Anita yang melihat dan tanggap dengan apa yang akan dilakukan oleh saudari kembarnya itu, berusaha menarik napas panjang dan kemudian menahannya sebelum sapu tangan itu sampai dihidungnya.


"Rasakan! mulai hari ini aku jadi Anita! akulah istri Damar!" bisik Anette yang kemudian duduk dengan berjongkok seraya menempelkan sapu tangannya itu kembali ke hidung Anita.


Sadar akan tindakan saudaranya itu, Anita tak mungkin bisa melawannya kalau dalam keadaan terikat. Karena itulah Anita berpura-pura tak sadarkan diri.


Mengetahui saudaranya lemas tak berdaya, Anette tersenyum dengan sinisnya.


"He..he...! akhirnya aku bisa mengalahkanmu! akan aku miliki calon suamimu yang tampan itu!" bisik Anette dengan senyum kemenangan dan dia kemudian bangkit dari duduk jongkoknya.


Anette menutup pintu lemari dan menguncinya kembali. Saudara kembar Anita itu menarik napasnya dan membuangnya pelan-pelan seraya kembali mengulas senyum kemenangannya.


Kemudian dia segera membersihkan diri ke kamar mandi, dan setelah itu mengganti pakaiannya.


Jam dinding menunjukkan pukul tujuh pagi, setelah sarapan Anette segera ke ruang rias yang sudah disediakan untuk merias pengantin dan keluarganya.


Di ruangan rias sudah menunggu penata rias dan dua orang asistennya. Anette segera duduk di kursi yang sudah disediakan.


"Mbak buat aku cantik ya!" pinta Anette seraya mengulas senyumnya.


"Oh, tenang saja! pada dasarnya anda sudah cantik mbak pengantin. Tapi saya akan buat tambah cantik bak ratu kerajaan, karena mbak pengantin kan hari ini akan menjadi ratu sehari semalam!" ucap penata rias itu sambil mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Saya juga ya mbak penata rias!" seru ibu Sunarti yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan Anette dengan penata rias itu.


"Ohw, tentu saja tuan dan nyonya, anda berdua kan yang punya hajat! he...he...!" ucap penata rias itu dengan terkekeh.


Kemudian penata rias itu memanggil kedua asistennya untuk merias Bu Sunarti dan juga pak Suroso.


Walaupun terlihat santai, penata rias dan para asistennya itu melakukan tugasnya dengan serius agar hasilnya bisa memuaskan yang punya hajatan.


Tak berapa lama, riasan mereka telah selesai. Kemudian mereka bersiap untuk mengganti pakaian untuk acara ijab kobul untuk acara yang pertama, kemudian dilanjutkan dengan acara resepsi.


Dan ternyata acara ganti pakaian itu, pak Suroso dan juga Bu Sunarti sudah lebih dulu selesai. Keduanya melangkahkan kaki ke tempat yang akan digunakan untuk ijab kobul lebih dulu.


"Ayo pak kita duluan kesana!" ajak Bu Sunarti sembari menatap suaminya.


"Baik Bu! nggak sabar lihat putri kita dan calon mantu ijab nanti." ucap pak Suroso sembari mengulas senyumnya.


"Ibu juga, mereka yang akan menikah kenapa ibu ikut gugup ya? he..he...!" ucap Bu Sunarti yang tersenyum.


"Ha...ha..! mungkin saja ibu teringat waktu kita ijab dulu!" tebak pak Suroso.


"Mungkin juga ya pak! he..he...!" ucap Bu Sunarti yang sembari terkekeh, kemudian keduanya keluar dari ruang rias pengantin itu.


Keduanya melangkah menuju ke tempat dimana akan diadakan acara ijab kobul antara kedua mempelai.


Tiba-tiba ibu Sunarti melihat ada yang lain dengan pengantin wanitanya.


"Pak, itu bukan Anita! itu Anette!" bisik Bu Sunarti pada pak Suroso.


"Kamu pasti salah lihat!" balas bisik pak Suroso.


"Aku yang melahirkan dan aku yang memandikan kedua bayi kembar kita pak! aku tahu perbedaan mereka!" bisik Bu Sunarti yang nampak gelisah.


Pak Suroso sebetulnya tahu kalau pengantin wanitanya itu memang Anette, tapi dia tidak berusaha mencegahnya.


"Kamu benar dia memang Anette, tapi kita jangan buat acara ini jadi kacau. Biarkan Anette yang menikah, aku akan bilang pada pak penghulu tentang nama yang diganti." bisik pak Suroso yang memberi saran.


"Iya sih walau pun begitu Anette juga anak kita, tapi itu tak adil buat Anita pak!" bisik Bu Sunarti yang merasa cemas.

__ADS_1


"Sudahlah masalah Anita kita pikirkan nanti. sekarang anggap saja nggak ada kejadian apa-apa. Karena kalau semua tahu, kita juga akan malu sama keluarga besan. Karena kelakuan Anette, yang mereka tahu kalau Anette juga anak kita." bisik pak Suroso yang membuat Bu Sunarti diam dan dengan terpaksa menerima keputusan pak suaminya itu.


Pak Suroso kemudian menghampiri Naib atau penghulu, mengenai nama Anita diganti dengan Anette.


Dan tak berapa lama pihak besan juga bicara dengan penghulu itu.


Setelah itu acara akad nikah pun terlaksana juga.


"Saya menikahkan ananda Danar Sasmito bin Sasmito dengan anak perempuan saya yang bernama Anette Yuwono dengan mahar berupa seperangkat alat sholat tunai.” ucap bacaan ijad dari penghulu yang mewakili pak Suroso.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Anette Yuwono binti Suroso dengan mas kawinnya yang telah tersebut, tunai.” ucap pengantin laki-laki.


"Sah?" tanya Naib pada para saksi kedua mempelai.


"Sah!"


"Sah!"


Seru semua orang yang menghadiri acara ijab kabul itu.


"Alhamdulillah..!" ucap semuanya.


"Silahkan untuk saling tukar cincin dan cium tangan dan cium kening. Kalian sudah sah suami istri mulai sekarang ini.


Dan untuk pertama kali oleh seorang suami terhadap istrinya seusai ijab kabul adalah menunjukkan kasih sayang.


Dengan memberikan cincin pada pengantin wanita dan demikian sebaliknya, kemudian mencium kening istri atau mengusap kepalanya (ubun-ubun) sambil mendoakan keberkahan bagi istri. Sambil mengusap, pengantin pria membaca doa berikut:


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2