Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 7


__ADS_3

"Eh, kok balik lag....hulppp...!" ucap Anita yang belum selesai bicara, sapu tangan yang sudah diberi obat bius oleh Anette itu menempel di mulut Anita. Seketika itu juga Anita lemas tak berdaya, ambruk diatas tempat tidurnya.


Annette segera melangkahkan kaki ke arah pintu kemidian menutup pintu dan sekaligus menguncinya.


"Klek...klek...klek...!"


"Ah, bagaimana aku bisa menyembunyikan tubuh Anita?" gumam dalam hati Anette yang berpikir keras.


Tiba-tiba pandangannya tertuju pada lemari besar yang menempel di dinding kamar.


"Iya itu dia!" seru dalam hati Anette yang kemudian menyumbat mulut Anita dengan plester dan mengikat tangan Anita ke belakang dan demikian pula mengikat kedua pergelangan kaki Anita.


Setelah membuka lemari dan mengeluarkan semua isi dalam lemari, Anette memasukkan Anita ke dalam lemari. Kemudian dia mengunci dan menyimpan kunci lemari tersebut diatas lemari.


"Akhirnya beres juga! hm... sekarang aku jadi Anita. Bukan Anette!" seru dalam hati Anette yang mengulas senyum kemenangannya.


"Oiya, aku harus rubah riasanku. Supaya tak ada yang mengetahui kalau aku adalah Anette!" gumam dalam hati Anette yang kemudian duduk di meja rias yang selalu digunakan Anita untuk meletakkan alat berhiasnya serta salep, minyak kayu putih, obat-obat luka dan yang lainnya.


Anette segera menghapus riasannya yang tebal ke riasan tipis, karena ciri khas Anita adalah riasan tipis dan jarang memakai pensil alis dan juga maskara.


"Tokk...tokk...tokk ..!"


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, dah hal itu membuat Anette yang sekarang menjadi Anita sedikit terkejut.


"Siapa?" tanya Anette yang berusaha membuat suaranya yang dimirip-miripkan dengan suara saudara kembarnya.


Kemudian Anette bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke pintu dan membukanya


Pada saat membuka pintu, nampaklah laki-laki setengah baya yang sangat dikenal oleh Anette.


"Eh..ba..bapak!" seru dalam hati Anette yang menjadi Anita itu yang sedikit terkejut.


"Apakah bapak mengetahui penyamaranku ini ya? ah coba aku lihat saja, apakah dia tahu siapa anak yang selama ini bersamanya dan anak yang selama ini dengan ibu!" gumam dalam hati Anette yang kemudian mengulas senyumnya, seraya menatap wajah bapaknya dan mengubah cara bicaranya yang semula manja menjadi santun.


"Bapak, ada apa pak?" tanya Anette yang pura-pura penasaran.

__ADS_1


"Kata orang-orang tadi mbak kamu kesini ya, Anita?" tanya pak Suroso pada Anette yang berarti dia tak mengenal Anette yang saat ini menjadi Anita.


"Yess! bapak tak mengenalku!" seru dalam hati Anette yang penuh kemenangan.


"I..iya pak, tapi dia tadi keluar lagi. Mau cari udara segar katanya!" jawab Anette yang jelas saja berbohong.


"Kemana lagi itu anak! disini itu di desa bukan di kota! main sesukanya saja!" gerutu pak Suroso yang kemudian berbalik dan melangkahkan kakinya menjauhi Anette.


Setelah pak Suroso meninggalkan Anette, gadis itu segera masuk ke kamar Anita dan mengunci pintu kamar Anita.


"Klek..klek...ceklek...!"


"Bapak, ma'af jika Anette kali ini akan membuat bapak marah. Tapi Anette sangat menyukai calon suami Anita!" seru dalam hati Anette yang mengulas senyum, membayangkan dirinya bersanding dengan dokter Damar di pelaminan.


Malam semakin larut, dan waktunya semua orang beranjak ke peraduan masing-masing. Demikian pula dengan Anette yang sudah pulas di tempat tidur Anita.


Sementara itu Anita yang masih tak sadarkan diri duduk menekuk di dalam lemari, sedangkan bapak Suroso merasa sangat khawatir dengan keadaan putrinya Anette yang tidak dia dapati di kamar dan juga di tempat lainnya.


"Pak, bapak kenapa? sedari tadi saya perhatikan seperti orang kebingungan?" tanya ibu Sunarti yang menatap suaminya itu dengan penuh rasa penasaran.


Keduanya saat ini berada di dalam kamar dan hendak mengistirahatkan badan dan pikiran masing-masing,


Mengorbankan lahir dan batinnya semi buah hatinya, yang saat ini dilakukan oleh Bu Sunarti.


"A...apa pak? ayo kita cari dia pak!" seru Bu Sunarti yang bergegas menarik lengan suaminya dan keduanya kini melangkahkan kaki menuju ke luar kamar mereka.


Keduanya mencari ke setiap ruangan hingga sudut rumah dan halaman di rumah tersebut. Namun tak juga menemukan keberadaan Anette.


"Kling....!"


Tiba-tiba ada chat yang masuk ke ponsel pak Suroso.


"Bapak, Anette ke rumah teman. Anette nggak sanggup melihat pernikahan Anita dan suaminya. Jangan khawatirkan Anette pak, Anette baik-baik saja."


"Anette, kenapa tak bilang dari tadi? buat cemas saja!" seru pak Suroso dengan menggerutu saat selesai membaca chat dari putrinya Anette.

__ADS_1


"Ada apa pak?" tanya bu Sunarti yang penasaran.


"Oh, ini ada chat dari Anette, katanya dia menginap di rumah temennya. Dia kan baru patah hati ditinggal menikah sama kekasihnya, mungkin dia teringat mantan kekasihnya saat melihat pernikahan Anita." perkiraan pak Suroso.


"Oh, jadi begitu ya?" tanya Bu Sunarti yang mulai memahami situasi dan perasaan putrinya.


"Iya, jadi kita tetap fokus sama pernikahan Anita saja dulu, setelah itu kita urus Anette." usul pak Suroso


"Hm, ya sudahlah! mungkin itu lebih baik." ucap Bu Sunarti yang menghela napasnya, di dalam hatinya ada sesuatu yang mengganjal dan entah apa itu, yang jelas sangat mengganggu pikirannya.


"Ayo, kita istirahat. Besok hari yang sibuk untuk kita!" seru pak Suroso yang berbalik menarik lengan istri pertamanya.


"Eh, iya!" balas Bu Sunarti yang merasakan cengkraman tangan suaminya.


Kemudian keduanya kembali ke kamar, dan mengistirahatkan badan serta pikiran mereka. Karena esok hari ada aktifitas yang akan membuat mereka sibuk sepanjang hari.


Malam semakin larut, banyak orang yang sudah tertidur dengan lelapnya. Yang masih terjaga hanya beberapa orang yang menjaga keamanan di rumah keluarga Bu Sunarti dan juga sekitar kampung tersebut.


Beberapa jam kemudian terdengar Adzan subuh di setiap Masjid yang saling bersautan.


Anita yang ada di dalam lemari, membuka kedua matanya. Dan dia sangat terkejut dengan keadaannya yang saat ini dalam keadaan kedua tangan terikat ke belakang, dua kakinya juga terikat. Sementara mulutnya di plester dan sekarang ini berada di dalam ruangan kecil yang lumayan gelap.


"Dugh....dugh....dugh...!"


Anita membenturkan tubuhnya pada dinding lemari, yang akibatnya membuat suara yang berisik. Dan suara itu membuat Anette yang semula tidur dengan nyenyak, terbangun dengan tiba-tiba.


"Apa itu!" seru Anette yang tersentak kaget. Dan gadis itu mencoba mengumpulkan nyawanya dan mengingat-ingat apa yang sebelumnya telah terjadi.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2