Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 57


__ADS_3

Karena khawatir jika langkah itu benar-benar langkah Haikal, Anita dengan tergesa-gesa menuruni tangga diluar gudang yang mengarah ke bawah luar gudang, dan diikuti oleh dokter Damar.


Keduanya berlari menyusuri jalan menuju kembali ke Haikal dan Amanda Kafe.


"Ayo Anita, lebih cepat lagi!" seru dokter Damar yang saat melihat ke belakang, sosok Haikal mengejar mereka dari kejauhan.


"I...iya mas! host....host....host...!" balas Anita dengan napasnya yang tersengal-sengal.


Tak berapa lama mereka sampai di depan pintu dapur, lalu keduanya masuk dan terus melangkahkan kaki tanpa menghiraukan tatapan banyak orang pada mereka.


Bahkan tatapan tim Bintang pun tak mampu menghentikan langkah keduanya.


"Amanda! jika kakakmu bertingkah lagi, maka aku tak segan-segan akan menuntutnya! ancam dokter Damar pada saat langkah kakinya bersama Anita, sampai di depan Amanda.


Dan Amanda hanya bisa diam dan menatap Anita dan dokter Damar yang wajah mereka nampak kusut dan banyak luka lebam di sekujur tubuh mereka.


Dokter Damar dan Anita keluar dari Haikal dan Amanda kafe, keduanya melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir dimana mobil dokter Damar masih terparkir ditempatnya.


Sementara itu Haikal telah sampai di kafenya dan timbintang segera mengerumuninya dan mencecarnya dengan banyak pertanyaan.


"Kak Haikal, dari mana saja?" tanya Amanda.


"Kakak bawa Kak Anita kemana?" tanya Eka.


"Apa yang Kakak lakukan?" tanya Ela.


"Apa yang terjadi diantara kalian?" tanya Fitri dan Sita yang bersamaan.


"Diaaaaam....!" teriak Haikal.


Dan semuanya pun diam dan sangat terkejut sekaligus takut, jika melihat raut wajah Haikal yang nampak memerah.


"Sekarang! kemana mereka berdua!" seru Haikal dan para tim Bintang tak berani bersuara, tapi tangan mereka menunjuk ke arah pintu keluar Haikal dan Amanda kafe.


Bergegas Haikal berlari keluar dan dia sudah tak menemukan keberadaan Anita dan juga dokter Damar.


"Siaal...! siaal....! sial.....!" umpat Haikal yang tiba-tiba berlutut menghadap ke arah pintu gerbang pagar keluar dari Haikal dan Amanda Kafe.


Racauan tangis Haikal meraung-raung seperti anak kecil yang kehilangan mainanya.

__ADS_1


Tiba-tiba ada yang menepuk pundak laki-laki itu.


"Dasar laki-laki apa kau ini! menangis karena wanita! huh..! Dasar loser!" seru seorang gadis yang berjalan mengelilingi Haikal dan berhenti tepat didepan laki-laki itu.


"Lisa! mau apa kau disini! Apa mau lihat keterpurukanku!" seru Haikal yang bicara dengan gadis yang ada didepannya, tak lain adalah Lisa.


"Kasihan sekali Yuni, jika melihat keadaan kamu yang seperti ini. Mana Haikal yang dulu berani, gagah dan selalu menang dalam berbagai urusan? Sekarang hanya tinggal kenangan saja!" seru Lisa yang melipat tangannya di depan perutnya.


"Apa maksud kamu Lisa!" seru Haikal yang menatap Lisa penasaran, karena dia tahu pasti Lisa punya rencana.


Lisa kemudian menarik bahu Haikal Kareena postur tubuhnya jelas lebih pendek dari Haikal, dan Lisa mendekatkan mulutnya pada telinga Haikal.


Gadis ketua Lisa and the geng itu membisikkan rencananya pada Haikal.


Setelah mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Lisa, Haikal menganggukkan kepalanya dan keduanya mengulas senyum masing-masing.


"Bagaimana Haikal? paham maksud aku?" tanya Lisa yang menatap Haikal dengan intens.


"Iya, aku mengerti maksud kamu! Dan aku setuju!" bisik Haikal yang raut wajahnya berubah menjadi bersemangat.


"Bagus! Kita jalankan misi kita mulai besok. Sekarang kita selesaikan urusan masing-masing!" seru Lisa.


"Iya! kalau begitu aku mau kembali ke dalam Kafe. Yang jelas besok kita mulai rencana kita!" seru Haikal yang kemudian melangkahkan kaki menuju ke pintu masuk Haikal dan Amanda Kafe.


"Hai gaess! aku berhasil mempengaruhi Haikal! ayo kita bahas didalam mobil saja!" seru Lisa dengan mengulas senyumnya seraya memberikan tos ciri khas mereka.


"Ok, pasti seru nantinya!" seru Lala.


"Iya, tak sabar dengan yang akan terjadi nantinya!" seru Rini yang kemudian mereka segera masuk ke mobil dan Lisa menjalankan mobilnya keluar dari tempat parkir Haikal dan Amanda Kafe.


...****...


Sementara itu Anita dan dokter Damar yang berada di dalam mobil yang dikemudikan oleh dokter Damar, melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah kediaman keluarga Tuan Suroso dan nyonya Cintya.


"Gila! aku tak menyangka kalau Haikal senekat itu mas!" seru Anita yang berkali kali mengusap wajahnya secara kasar.


"Namanya juga laki-laki kalau khilaf seperti itu!" sahut dokter Damar yang sebenarnya juga tak habis pikir dengan apa yang Haikal lakukan pada Anita.


"Tapi mas Damar nggak seperti dia!" seru Anita seraya melirik ke arah kekasihnya.

__ADS_1


"He...he...! kamu aja yang belum tahu mas Damar!" ucap dokter Damar seraya tertawa kecil.


"Maksudnya mas Damar lebih parah dari Haikal begitu?" tanya Anita yang tak percaya, karena selama ini dia mengenal dokter Damar sebagai pribadi yang kalem dan bersahaja.


Dokter Damar mengulas senyumnya dan kemudian menepi lanjut menghentikan laju mobilnya.


"Lho, kenapa berhenti mas?" tanya Anita seraya memperhatikan keadaan diluar mobil tersebut.


"Mas mau beli minuman sebentar. Kamu disini dan jangan kemana-mana!" seru dokter Damar seraya melepaskan sabuk pengamannya.


"Oh, beli minuman aku kira ada apa-apa. Kalau begitu Anita belikan air mineral saja ya mas!" ucap Anita yang mengulas senyumnya.


"Iya, iya!" balas dokter Damar yang juga mengulas senyumnya dia keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya mengitari mobil dan membeli dua minuman air mineral dan juga beberapa roti dan makanan kecil.


Setelah itu dokter Damar kembali masuk ke dalam mobil dan memberikan minuman dan makanan yang tadi dia bawa pada Anita.


Anita menerimanya dengan senang hati dan keduanya membuka tutup botol air mineral dan lanjut meminumnya.


"Sudah lebih baik?" tanya dokter Damar yang selesai meminum air mineral itu dan kemudian menatap ke arah Anita.


"Iya, lumayanlah!" balas Anita yang selesai meminum air mineral dan kemudian menarik dapasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan.


"Nampaknya kita ,gagal malam kencan merayakan pertemuan kita kembali malam ini." ucap dokter Damar seraya melirik ke arah Anita seraya terus mengemudi.


"Kalau begitu jangan antar aku pulang dulu mas!" pinta Anita yang menatap ke arah dokter Damar.


"Hah, lantas kamu mau kemana Anita?" tanya dokter Damar yang penuh tanda tanya.


"Kemana saja asalkan jangan pulang ke rumah lebih dulu!" seru Anita yang jelas saja membuat dokter Damar semakin penasaran.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


...      ...


__ADS_2