
Dilihatnya Yuni yang menatap menerawang ke langit-langit rumah sakit, dengan perlahan-lahan Anita menghampiri Yuni yang terbaring dengan selang infus di punggung tangannya.
"Assalamu'alaikum Yuni...!" ucap salam Anita pada gadis diatas pembaringan itu.
"Wa'alaikumsalam...!" balas Yuni dengan suara lemah yang kemudian menoleh ke arah Anita.
"A....Nita!" panggil Yuni lirih, dan Anita bergegas menghampiri gadis itu.
"Saya ada disini, kamu mau bicara apa sama aku, Yun?" tanya Anita pelan dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Yuni.
"Apa kamu benar-benar mencintai Haikal?" tanya Yuni yang menatap dengan pandangan yang serius pada wajah Anita.
"Apakah kamu selama ini menyangka kalau aku jalan sama Haikal, Yuni?" tanya Anita yang membalas pandangan mata Yuni.
Dan Yuni menganggukkan kepalanya sebagai jawaban mengiyakan pertanyaan Anita.
"Kamu salah mengira Yun, aku sama Haikal sebatas teman. Aku dekat dengan Haikal itu karena Amanda, tidak lebih Yun. Percayalah, karena Amanda yang masih dalam keadaan koma, jadi aku bersedia membantu Haikal untuk menggantikan Amanda di tim basketnya. Setelah pertandingan aku juga tidak ada hubungan apa-apa dengan Haikal. Hanya sebatas teman saja Yun." ucap Anita yang mengusap lengan Yuni, supaya gadis itu percaya padanya.
"Anita, walaupun kemarin aku sempat menuduhmu merampas Haikal dariku, dan saat ini aku minta ma'af sebesar-besarnya pada kamu. Aku memang sangat mencintai Haikal, dan rasa cintaku membuatku buta. Aku sangat cemburu jika Haikal bersama gadis lain selain aku." ucap Yuni dengan terbata-bata.
"Ah, tidak apa-apa Yuni. Aku sudah mema'afkannya sejak kemarin. Kamu lekas sembuh ya, agar kita bisa main sama-sama!" seru Anita dan Yuni yang menahan rasa sakitnya, namun tetap berusaha untuk tersenyum dihadapan Anita.
"Aku mau pergi yang jauh, tetaplah bersama Haikal. Jaga dia baik-baik, aku sudah merelakannya. Aku ingin Haikal bahagia." ucap lirih Yuni yang membuat Anita sangat terkejut.
"Kamu mau pergi yang jauh? kamu mau kemana? kamu kan sedang sakit Yuni, dan kamu butuh Haikal untuk selalu bersama kamu Yun!" seru Anita yang sangat mencemaskan apa yang dikatakan oleh Yuni.
"Tadi aku sudah mendengarkan sendiri pengakuan Haikal, dia mulai mencintaimu. Kamulah yang bisa membuatnya kembali bersemangat, setelah kepergian ku nanti." ucap Yuni dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.
"Tapi Yuni...!" ucap Anita yang terus melihat raut wajah Yuni yang semakin memucat.
"Aku titip Haikal padamu Anita, dia sangat mencintai kamu....!" ucap Yuni, yang menghembuskan napas terakhirnya.
"Yun...Yuni....Yuni...!" panggil Anita yang menggotang-goyangkan tubuh lemah Yuni, dan tak ada reaksi apapun dari Yuni.
"Innalillahi wa Innalillahi roji'uun...!" ucap Anita yang bergegas berlari keluar ruang ICU.
__ADS_1
"Panggil dokter....panggil dokter...!" seru Anita dan membuat Haikal, Lisa, Lala dan Rini terkejut.
Haikal dengan tanggap berlari ke arah meja perawat dan meminta perawat memanggilkan dokter yang berjaga.
Sementara itu Lisa dan yang lainnya menghampiri Anita dengan menghujaninya pertanyaan tentang apa yang terjadi.
"Ada apa? apa yang terjadi dengan Yuni?" tanya Lisa yang penasaran, demikian pula dengan yang lainnya.
"Entahlah, di..dia tadi dalam keadaan kritis!" jawab Anita yang saat ini dirinya sedang gugup.
"Jangan-jangan...! Yuni...! jangan tinggalkan kami!" seru Rini yang berlari menuju ke ruang ICU disusul dengan yang lainnya.
"Tunggu! kalian jangan masuk dulu!" seru suara laki-laki yang sangat dikenal Anita.
"Mas Damar!" sebut dalam hati Anita yang seketika melihat Dokter Damar yang berlari bersama satu orang dokter dan dua orang perawat menuju ke ruang ICU.
Setelah Para dokter dan juga perawat itu masuk ke ruang ICU, Haikal, Lisa dan yang lainnya berdiri didepan pintu dengan kaki dan tangan mereka yang tak bisa diam.
Mereka sangat mencemaskan keadaan Yuni saat ini, dan berkali-kali mereka melihat dari balik jendela bagaimana keadaan terakhir Yuni.
Haikal, Lisa and the geng yang melihat keadaan Yuni dengan rasa cemas dan gelisah.
Anita hanya bisa terdiam dan terus berdoa dalam hatinya, yang dia inginkan yang terbaik untuk Yuni.
Tak berapa lama Dokter Damar keluar dari Ruang ICU bersama seorang perawat dan seorang dokter masih berada di dalam ruang ICU bersama seorang perawat.
"Keluarga dari pasien Yuni?" tanya Dokter Damar yang menebarkan pandangannya pada orang-orang yang ada dihadapannya.
"Kedua orang tuanya sudah lama tiada, dan ada kakaknya yang berada di luar negeri, masih dalam ke Indonesia." jelas Lisa.
"Kalau begitu kalian yang akan menerima kabar ini, mohon ma'af pasien Yuni tidak dapat kami selamatkan. kami sudah berusaha sebisa kami, tapi rupanya Allah berkehendak lain. Innalillahi wainnalillahi roji'uun, semoga amal ibadah pasien yang bernama Yuni diterima disisi-Nya. Aamiin ya Robbal alaamiin." ucap sekaligus do'a dokter Damar.
"Aamiin ya Robbal alaamiin..!" balas semuanya.
"A..apa? Yu...yu i sudah tiada" ucap Haikal yang masih belum percaya dan tubuhnya tiba-tiba lemas,dan dia berdiri dengan bersandar di dinding.
__ADS_1
Sementara Lisa and the geng saling berpelukan, mereka menangis sejadi-jadinya.
Dokter damar melangkahkan kaki mendekati Anita yang duduk terpaku di kursi ruang tunggu.
"Anita, kamu tak apa-apa kan?" tanya Dokter Damar yang duduk disamping Anita. Dia ingin tahu apa yang ada dalam pikiran pujaan hatinya itu.
"Mas, baru saja Anita bicara padanya. Sekarang dia telah tiada!" jawab Anita yang kedua kelopak matanya telah basah karena air matanya.
"Semua ini sudah keendak yang maha kuasa, kamu harus tegar dan semagatilah teman-teman almarhumah. Agar mereka tak terlalu tenggelam dalam kesedihan." pesan dokter Damar.
"Iya mas, Anita mengerti." ucap Anita yang menyeka air matanya.
"Saya akan mengurus kepulangan dan mencarikan ambulan untuk mengantarkan jenazah." ucap dokter Damar yang kemudian bangkit dan kembali menghampiri Haikal dan juga Lisa and the geng.
Dokter itu sedang memberitahu langkah selanjutnya dan juga bertanya apa yang dikehendaki keluarga jenasah saat pemulangan jenazah.
Setelah selesai dengan urusannya dokter Damar segera memerintahkan suster menghubungi petugas yang terkait dengan pemulangan jenazah. Kemudian dokter Damar dihampiri teman satu profesinya, dan keduanya meninggalkan ruang tunggu tersebut.
Sementara itu Anita menghampiri Haikal dan juga Lisa and the geng, dia berusaha menenangkan mereka sebisanya.
Sementara itu petugas rumah sakit datang dan mereka mengeluarkan Yuni dari ruangan ICU dan mendorongnya ke ruangan pensucian. Dimana Yuni dimandikan sekalian di rumah sakit itu.
Beberapa menit kemudian mereka telah selesai dengan segala urusannya, Anita bersama Haikal berangkat mengiringi mobil ambulan.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1
... ...