
"Baik." sahut mang Ujang yang kemudian lebih fokus lagi mengemudi.
Tak berapa lama mereka telah sampai di depan rumah dan kemudian mobil itu masuk ke halaman dan berhenti tepat dihadapan teras rumah besar itu.
Setelah melepas sabuk pengaman, Anita dan dokter Damar segera turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju ke teras dan lanjut masuk ke rumah besar itu melalui pintu utama rumah besar itu.
Pada saat mereka masuk ke dalam rumah, terlihat tuan Suroso dan juga nyonya Cintya yang sedang duduk di ruang tamu, mereka bangkit pada saat tahu kedatangan Anita dan juga dokter Damar.
"Assalamu'alaikum papa dan mama!" ucap salam Anita yang menghampiri kedua orang tuanya seraya mencium punggung tangan mereka satu persatu. Dan dokter Damar pun mengikutinya secara bersamaan.
"Wa'alaikumsalam...!" jawab tuan Suroso dan nyonya Cintya yang bersamaan.
"Papa, mama! Alhamdulillah tadi ada mang Ujang disana!" seru Anita yang kemudian mereka duduk di kursi ruang tamu.
"Apa yang terjadi?" tanya tuan Suroso yang penasaran.
"Begini pa, tadi pada saat kami sampai ditempat acara, pada awalnya baik-baik saja. Tapi setelah mendapat chat dari mang Ujang, kalau Haikal menyuruh anak buahnya untuk menangkap gadis yang pakai baju hijau Toska yang tentu saja mengarah pada aku. Alhamdulillah tadi mama memberikan swaeter milik ibu, jadi Anita bisa terbebas dari para anak buah Haikal itu.jelas Anita seraya menatap satu persatu kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah jika sweater itu bisa membantu kalian. Mama sangat khawatir sekali." ucap nyonya Cintya.
"Iya ma." ucap Anita seraya menganggukkan kepalanya dan kemudian mereka berbincang-bincang mengenai apa yang telah terjadi hingga larut malam.
"Sudah malam, sebaiknya kita segera istirahat!" seru tuan Suroso.
"Iya pa!" balas Anita dan diikuti anggukan kepala oleh dokter damar dan nyonya Cintya.
Kemudian mereka masuk ke kamar masing-masing.
...****...
Sementara itu Lisa yang bersama dengan ke lima orang yang memakai pakaian serba hitam itu,telah keluar dari ruang pesta.
"Siapa sih bos kalian? kenapa tidak menemuiku disini saja?" tanya Lisa yang menaruh curiga.
"Nanti anda juga akan tahu nona!" jawab salah satu orang yang berpakaian serba hitam itu.
"Hulf..!" keluh Lisa kesal karena tak dapat kejelasan dengan pasti. Dan gadis itu menurut saja dengan mengikuti langkah kelima orang laki-laki yang bertubuh tegap itu.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka telah sampai didepan kamar hotel 234 seperti yang dikatakan oleh bos mereka.
"Kalian bertiga disini, awasi bila ada yang mencurigakan dan jangan ada yang boleh masuk, mengerti!" seru salah satu orang yang berpakaian serba hitam yang ada dalam toilet, pada saat diperintahkan oleh Haikal.
"Mengerti!" jawab ketiga orang itu dengan kompak dan ketiganya kemudian membelakangi kamar 234 tersebut.
Sementara itu salah satu dari dua orang yang berpakaian serba hitam itu mengetuk pintu dan sudah mendapatkan jawaban dari dalam kamar, kemudian mereka pun segera masuk dan menghadap bos mereka yang sedang duduk di sofa dalam kondisi setengah mabuk.
"Bos, kami sudah mendapatkannya!" seru salah satu orang yang berpakaian serba hitam itu melaporkan hasil pekerjaannya.
"Bagus, sekarang pergilah kalian!" seru Haikal dengan tangannya memberi isyarat keluar pada kedua anak buahnya.
"Haikal!" panggil Lisa yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Laki-laki yang telah menjadi kekasih sahabatnya, sekarang kondisinya sangat memperihatinkan.
Ada beberapa botol minuman keras, rokok dan juga makanan kecil diatas meja.
"Iya, duduklah dan temani aku minum!" seru Haikal yang menyodorkan gelas yang sebelumnya dia tuangi minuman keras itu.
"Tidak! aku tidak mau!" seru Lisa yang melakukan penolakan.
"Degh....!"
"Kenapa ini, kenapa aku seperti ada rasa lagi pada Haikal? rasa cinta yang lama aku pendam, setelah tahu dia lebih mencintai Yuni dari pada aku. Dan aku sekarang ini kan ingin bersama dokter Damar, untuk melupakan rasa cintaku pada Haikal!" gumam dalam hati Lisa yang bingung.
"Tidak, terima kasih aku sudah minum di acara pesta tadi." balas Lisa dengan membalas mengulas senyumnya juga.
Sementara itu dipandangan Haikal yang sedang dalam kondisi setengah mabok itu, bayangan gadis yang memakai gaun warna hijau toska didepannya adalah Anita.
"Terima kasih kamu sudah mau menerima undangan ku, tahu tidak dengan kondisiku saat ini. Aku hancur setelah kematian Yuni, dan aku sangat berharap kamu mau menggantikan posisi Yuni di hatiku. Aku....aku sangat mencintaimu!" racau Haikal yang kemudian meminum satu gelas minuman keras itu dan kondisinya menjadi semakin mabok.
"Kasihan sekali kamu Kal, sejak ditinggal Yuni hidup kamu berantakan. Ta.tapi benarkah kamu akan menjadikan aku menggantikan Yuni dihatimu?" tanya Lisa yang ingin memastikan apa yang diucapkan Haikal.
"Iya, aku sangat mencintaimu. Jangan ada laki-laki lain dihatimu selain aku...!" racau Haikal yang menjadi-jadi.
"Ta...Pi aku sekarang mencintai dokter Damar, Cintaku padamu sudah aku tutup rapat beberapa tahun yang lalu!'' seru Lisa yang tiba-tiba membuat Haikal berang, wajahnya yang memerah karena mabuk semakin merah saat dia mendengar nama dokter Damar disebutkan oleh Lisa.
Haikal marah, karena dia tahu kalau Anita sudah bertunangan dengan dokter Damar dan dia menganggap Lisa yang saat ini ada dihadapannya itu adalah Anita.
__ADS_1
"Hah, apa aku salah bicara Kal?" tanya Lisa yang ketakutan pada saat Haikal bangkit dari duduknya dan menghampiri Lisa.
"Salah! jangan sebut nama dokter itu dihadapanku! aku benci itu!" seru Haikal yang membungkukkan badannya di depan Lisa.
"Hei, apa hal kamu melarangku! kamu itu bukan siapa-siapa aku!" seru Lisa yang berani menatap Haikal.
"Kau menganggaku buakan siapa-siapa? akulah kekasihmu sekarang! bukan dia!" seru Haikal yang kemudian memberikan sebuah tamparan keras pada Lisa.
"Plakk..!"
"Auww....!"
Lisa mengerang kesakitan dan kemudian menutup pipinya yang sekarang ada tanda merahnya.
"Kau jahat Haikal!' seru Lisa yang berusaha mendorong Haikal, namun laki-laki itu semakin beringas dan dia menghujani Lisa beberapa kali tamparan, hingga gadis itu terkulai karena pingsan diatas sofa.
"Oh, ma'afkan aku Anita! aku tak mau kasar sama kamu tapi kamu sendiri yang memancing kemarahan ku!" racau Haikal yang kemudian dengan langkah teehuyun-huyun dia menuju ke pintu dan kemudian mengunci pintu kamar tersebut.
Setelah itu Haikal melangkahkan kaki kembali menghampiri Lisa yang tak berdaya. Dan laki-laki itu duduk disamping gadis malang itu.
Haikal memandang raut wajah Lisa dan masih saja menganggap Lisa itu Anita. Tiba-tiba saja raut wajah Haikal yang tadinya memerah karena marah, tiba-tiba menjadi beringas dan senyuman sinis terkembang dibibirnya.
"Kau akan jadi milikku....! milikku Anita...! ha...ha...ha...!" seru Haikal seraya menyibak rambut Lisa yang tergerai menutupi wajah cantik gadis itu.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
... ...
__ADS_1