Jangan Rampas Cinta-ku

Jangan Rampas Cinta-ku
Bab 9


__ADS_3

Dengan memberikan cincin pada pengantin wanita dan demikian sebaliknya, kemudian mencium kening istri atau mengusap kepalanya (ubun-ubun) sambil mendoakan keberkahan bagi istri. Sambil mengusap, pengantin pria membaca doa berikut:


“Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum.”


Yang artinya: “Ya Allah ya Tuhan, berkahilah aku dalam permasalahan keluargaku. Berkahilah keluargaku dalam permasalahanku, berilah keluargaku (istri dan keturunan) rezeki dariku, dan berilah aku rezeki dari mereka." Doa ini merupakan hadis riwayat At-Thabrani.


Setelah itu pengantin laki-laki mengusap kepala istri dengan penuh kasih. Sambil mengusap kepala mempelai wanita, mempelai laki-laki berdoa: “Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa jabaltaha alaihi, wa a'udzubika min syarriha wa syarri maa jabaltaha alaihi.”


Artinya: “Ya Allah, aku memohon darimu kebaikan istriku dan kebaikan dari tabiat yang kau simpankan pada dirinya. Dan aku berlindung kepadamu dari keburukan istriku, dan keburukan dari tabiat yang Kau simpankan pada dirinya.”


"Alhamdulillah..!" ucap penghulu itu yang dilanjutkan dia melafazdkan surat Al Fatihah.


Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm



Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."



الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn



Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."



الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


ar-raḥmānir-raḥīm



Artinya: "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."



مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ


māliki yaumid-dīn



Artinya: "Yang menguasai di Hari Pembalasan."



إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ


iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn

__ADS_1



Artinya: "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan."



اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ


ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm



Artinya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus,:



صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ


ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn



Artinya: "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."



Kemudian Naib itu mengucapkan doa setelah akad nikah:


"Bârakallâhu laka wa bâraka ‘alaika wa jama‘a bainakumâ fî khairin"


Artinya: “Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.”


اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ اٰدَمَ وَحَوَّاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَةَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ وَزُلَيْخَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ


"Allâhumma allif bainahumâ kamâ allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ"


Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adama dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fathimah Az-Zahra.”


اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الْعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُوْمًا وَأَلْقِ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فِرْقَةً وَفِرَارًا وَخِصَامًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ


"Allâhummaj’al hâdzal ‘aqda ‘aqdan mubârakan ma’shûman wa alqi bainahumâ ulfatan wa qarâran dâiman wa lâ taj’al bainahumâ firqatan wa firâran wa khishâman wakfihimâ mu’natad dunyâ wal âkhirah"


Artinya: “Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng, jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpisahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.”


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


"Rabbana hablana min azwaajina wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw waj’alna lil muttaqiena imaamaa."


Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Al Furqan ayat 74)


قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ


"Allahumma robbanaa anzil alaina maaidatamminassamaaa'i takuunu lana iidalli'aqolina wa'akhirina wa'ayatamminka wa'urzukna wa'anta khoirurroziqin."

__ADS_1


Artinya: Ya Tuhan kami, turunkan lah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami, dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Beri lah kami, dan Engkau lah pemberi rezeki yang paling utama.


Sebagian para tamu undangan, ikut mendoakan kedua pengantin dengan doa-doa tersebut


Malam harinya setelah acara selesai dan para tamu yang silih berganti berdatangan untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru pada kedua mempelai, perlahan-lahan mulai berkurang.


Tinggallah tamu dari kerabat dekat keluarga pak Suroso dan juga Bu Sunarti. Dan mereka makan malam sambil saling bercerita tentang kehidupan masing-masing.


Ketika semuanya sibuk dalam cerita masing-masing, Bu Sunarti memanfaatkan hal itu dengan melangkahkan kaki menuju ke kamar Anita.


"Dikunci!" seru dalam hati Bu Anita yang mencoba membuka pintu kamar Anita.


"Ah, kunci cadangan!" kembali Bu Sunarti berseru dalam hati yang teringat akan kunci lain yang di selalu dia simpan di dalam laci lemarinya.


Bergegas Bu Sunarti melangkahkan kaki menuju ke kamarnya dan mengambil kunci cadangan untuk kamar Anita.


Beberapa menit kemudian Bu Sunarti sudah mendapatkannya, dengan langkah tergesa-gesa dia kembali ke kamar putrinya.


Kata hatinya mengatakan kalau Anita ada didalam kamar itu.


"Klek...klek...ceklek...!"


Pintu kamar Anita terbuka, kemudian Bu Sunarti bergegas masuk dan menutup kembali pintu kamar itu.


"Anita...Anita, dimana kamu!"


Panggil Bu Sunarti yang menebarkan pandangannya.


"Anita, ini ibu sayang! kamu ada dimana?"


Kembali Bu Sunarti mencoba memanggil-manggil putrinya.


Sementara itu Anita yang berada di dalam lemari, masih dalam keadaan terikat dan mulut yang terpelester itu perlahan-lahan membuka kedua matanya pada saat mendengar namanya yang dipanggil oleh seseorang.


"Ibu, ibukah itu?" tanya dalam hati Anita yang yakin yang memanggilnya itu memang benar suara ibunya.


"Dugh....dugh...dugh....!"


Anita berusaha membuat suara, agar diketahui oleh ibunya.


Dan benar saja, Bu Sunarti langsung melihat ke arah lemari pakaian Anita.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Jangan Rampas Cinta-ku ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2