
El masuk ke dalam ruang jahit sambil menangis, mbak Tia dan mbak Ririn memeluk nya bergantian.
"Yang sabar ya El, sudah yang terbaik buat eyang putri. Kamu harus kuat" kata-kata mbak Ririn menenangkan El.
"Makasih mbak, oya kunci rumah nanti nitip di mbak Tia ya, mungkin beberapa hari lagi kita baru pulang" ucap El ke arah mbak Tia yang rumahnya hanya selisih dua gang dari rumah bunda.
"Iya, tenang aja El. Mbak akan jaga rumah kok, nemenin mbok Mar" ucap mbak Tia sambil mengusap punggung El.
"Makasih ya mbak. El mau beres-beres baju dulu, sebentar lagi kak Rani datang buat jemput El" pamit El kepada kedua pegawai bunda.
"Iya El" kata mbak Ririn dan mbak Tia serentak.
***
El berjalan menuju kamar, dan bertemu mbok Mar di ruang tengah, tangis El kembali pecah.
"Mbok.... eyang putri mbok... kata El memeluk mbok Mar.
"Sabar cah ayu, sudah yang terbaik buat ndoro putri, rejeki, jodoh, maut itu semua takdir Tuhan. Tidak ada manusia yang bisa melawannya" mbok Mar memberi petuah.
"Iya mbok, makasih, El mau beres-beres baju, sebelum kak Rani datang" El melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Iya non. Mbok bantu ya" ucap mbok Mar, karena pekerjaannya sudah selesai dari tadi.
"Iya mbok, makasih" El masuk ke kamar di ikuti mbok Mar di belakangnya.
***
El yang di bantu mbok Mar, sudah selesai packing, dan menyiapkan travel bag nya di ruang tamu.
"Non, makan dulu, mbok sudah nyiapin makan non El" ucap mbok Mar setelah muncul dari ruang makan.
"Mbok, El males makan, ga ada selera" ucap El tak berselera, karena begitu sayang kepada eyang putri.
"Ya deh mbok, El mau makan, tapi sama si mbok ya" ucap El.
"Ya non, si mbok temenin" kata mbok Mar yang mampu membuat El nurut dengan nya.
***
Mereka berdua selesai makan, tepat saat kak Rani datang.
"Dek, adek udah siap?" tanya kak Rani ketika di dalam rumah, mencari ke seluruh ruangan.
__ADS_1
"Udah kak, ini adek baru selesai makan" jawab El sambil berjalan keluar.
"Kakak udah makan?" tanya El sesampainya di ruang tamu.
"Makan dulu non Rani, masakkannya masih banyak" imbuh mbok Mar.
"Rani udah makan mbok, si mbok baik-baik di rumah ya. Ntar malam di temenin mbak Tia ya mbok" ucap kak Rani sambil mengelus pundak mbok Mar.
"Iya non. Non ati-ati di jalan, non yang sabar ya. Ikhlaskan ndoro putri ya non, semua sudah takdir Tuhan, jaga kesehatan ya non" nasihat mbok Mar sambil menitikkan air mata, yang membuat trenyuh yang mendengarnya.
"Iya mbok, mbok juga jaga kesehatan ya" kak Rani merangkul pundak mbok Mar erat.
"Pasti non" jawab mbok Mar.
***
"Udah dek? Kita berangkat sekarang" ajak kak Rani, semua keluar mengantar mereka ke mobil.
"Mbak Tia, mbak Ririn, nitip mbok Mar sama rumah ya" ucap kak Rani dari dalam mobil.
"Iya kak Rani, ati-ati di jalan ya" kata mbak Tia sambil melambaikan tangannya. Mereka meninggalkan rumah, di antar pak Amar, sopir pribadi bang Jun.
__ADS_1