Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Kemarahan Gio


__ADS_3

Di kantin sekolah, seperti biasa saat istirahat El bersama tiga sahabatnya.


"Hai guys, gimana kalo sebelum ujian, ntar pulang sekolah kita ngemall bareng, gue stres nih nyokap bilang suruh belajar terus, bosen!" ucap Cindy tiba-tiba.


"Ga Cin, lo aja ndiri, gue mending pulang belajar, ujian tinggal ngitung jari, ntar abis ujian ga papa deh ngemall. Lo bayangin kita ujian cuma tiga hari, Kalo nilai kita jelek nyeselnya seumur-umur" omel El kesal.


"Sekali aja El, lo dah pinter tanpa belajar, gimana gue?" rengek Cindy lagi. Della dan Mita ga berani ikutan komen, karena tau sifat El, yang tidak mungkin mengesampingkan belajar, apalagi sebentar lagi mereka menghadapi ujian.


"Sekali ga tetep ga Cin, kalo lo mau sendiri atau ajak yang laen" ucap El sambil melihat kedua sahabat mereka bergantian. Della dan Mita mengangkat bahu sambil geleng-geleng kepala bersamaan, tanda tidak setuju. Cindy cemberut sambil mengaduk-aduk gelas nya.


"Cin, bukannya belain El, tapi sabar dikit napa, ga sampe seminggu kita merdeka kok, gimana kalo pulang sekolah kita makan bakso mercon pak kumis, lumayan buat refreshing tapi perginya kita ga lama" ujar Mita mencoba mencari solusi.


"Yess, aku setuju" teriak Della semangat.

__ADS_1


"Oke deh, gue setuju" jawab Cindy sedikit terhibur, lalu ketiganya menatap El, seolah minta pendapatnya.


"Iya-iya satu lawan tiga ga akan menang" sahut El sambil tersenyum, di sambut gelak tawa yang lain.


***


"Eh ada cewek muna disini. Bikin eneg aja, makan jadi ga selera" sindir Cecil yang di tujukan ke El. Tapi tidak sedikitpun di hiraukan El, karena dia ga pernah mau mencari musuh. Bahkan El justru malah bercanda dengan teman-temannya. Makin membuat Cecil gerah dan mendekati meja El dan teman-temannya. Dan menggebrak meja El, emosinya memuncak karena tidak di gubris El.


"Ohh lo ngomong? Kirain lagi pidato" sahut El santai. Cecil mengangkat tangan, hampir menampar El, dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Tapi tiba-tiba ada tangan yang menahan pergelangan tangannya.


"Lo jangan macem-macem sama El, sekali lo nyentuh El, habis lo sama gue" tangan Gio meremas pergelangan tangan Cecil keras.


"Aawww sakit Gi, gue benci lo" teriak Cecil kesakitan.

__ADS_1


"Kalo lo benci gue, jangan ganggu orang-orang di sekitar gue" kata Gio keras.


"Lepasin tangan gue, Gi" rengek Cecil.


"Gue lepasin, tapi berhenti ganggu orang-orang di sekitar gue" Kelakuan Gio justru membuat El kasihan melihat Cecil kesakitan, dan sudah memerah mukanya menahan sakit.


"Gi, lepasin tangannya, dia udah kesakitan" ucap El khawatir.


"El dia orang yang mau nyakitin lo, ngapain lo bela?" tanya Gio, menatap kesal ke arah El.


"Tapi lo juga jangan kasar sama cewek, Gi. Gue ga suka, lo mikir kalo lo di posisi mereka dong, gimana kalo dia itu ibu lo atau adik lo? " kata El tegas. Dan kesempatan itu di gunakan Cecil buat nglepasin diri dari Gio dan berlari meninggalkan mereka, di ikuti kedua sahabat nya.


Gio kesal, tapi dia mendengarkan kata-kata El yang ada benarnya. Lalu mereka kembali ke kelas tanpa banyak bicara. Walaupun ada dasarnya Gio ga bisa lama-lama marah pada El.

__ADS_1


__ADS_2