
"Ini siapa yang ambil fotonya bang?" tanya El melihat foto mereka saat lamaran di rumah pak Arya.
"Bang Jun, yang ambil, sayang" jawab abang.
"Trima kasih buat semua ya sayang" El memeluk abang, abang pun membalas dengan langsung mengecup pipi El.
"Pak Bima... ini ada... ohh maaf, saya datang di waktu yang tidak tepat" Erin, wanita bawahan abang yang menaruh hati pada abang, air muka nya langsung berubah kecut.
"Lain kali ketuk pintu dulu" kata Abang keras.
"Maaf pak, saya permisi" Erin menunduk kesal, dia keluar dengan kemarahan dan kekecewaan yang mendalam.
"Sepertinya dia naksir sama abang" kata El kesal.
"Yang penting abang cinta dan sayangnya sama El, sayang" kata abang yang malah menarik tangan El membawanya ke pangkuannya, lalu kembali mencium pipi El.
__ADS_1
"Bang... apa abang pernah ada keinginan melirik cewek lain?" tanya El ingin mengetahui isi abang.
"Sayang... bagi abang kamulah satu-satunya wanita yang menutupi wanita lain dari mata abang. Abang tidak mau melihat wanita lain karena abang mencintai El pertama dan terakhir kalinya.
"Trima kasih sayang, El juga mencintai abang" El mencium pipi abang.
"El pindah duduk di sofa dulu bang, takut ada yang masuk lagi, lagian abang harus kerja, bukan untuk pacaran" El mencium bibir abang kilas, lalu berdiri dan berjalan menuju ke sofa. Pipi abang memerah terkejut mendapat perlakuan istimewa dari El.
"Sudah mulai nakal ya" abang menatap mesra El Yang membuat El tersipu.
***
Waktu jam kantor pulang abang keluar dari ruangannya kembali menggandeng El. mereka berpapasan dengan Erin yang melihat El sinis. Abang melihat itu, abang justru merangkul pundak El, sambil menatap nya mesra.
Selama ini abang tau Erin selalu mencari perhatiannya, tapi abang tak pernah menggubrisnya, seperti Lila yang tak di sukainya karena agresif.
__ADS_1
"Pak Bima, ada berkas yang belum anda tanda tangani, karena sore ini mau saya antar ke ruangan pak Arya untuk beliau tanda tangani besok pagi-pagi sekali" kata Erin yang sengaja menunda kepulangan abang.
"Kenapa tidak dari tadi?" tanya abang kesal.
"Maaf pak, tadi saya sudah ke ruangan bapak, tapi bapak sedang ada tamu" kata Erin melirik sinis ke arah El.
"Ya sudah letakkan di meja saya, besok sebelum pak Arya datang berkas itu sudah beres" kata abang yang bisa seperti membaca pikiran Erin yang menunda kepulangannya.
"Tapi pak..." kata Erin lagi.
"Kurang jelas apa yang saya bilang? Saya mau mengantar pulang calon istri saya" kata abang lalu meninggalkan Erin yang memasang muka penuh kekecewaan. Apa lagi melihat El melingkarkan tangannya ke tangan abang.
"Apa sih cantiknya perempuan itu, kerempeng ga berbentuk, dada rata... jauh dengan gue... gue cantik, seksi gue kemana-mana" pikir Erin sambil membusungkan dadanya yang besar, dan terlihat belahannya, juga meraba pantat nya yang montok yang menggunakan rok mini. Dan itulah letak kesalahannya, abang tak suka pada wanita agresif apa lagi yang biasa mempertontonkan lekuk tubuhnya.
Apa yang di lakukan Erin tanpa sadar jadi tontonan teman-teman sekantornya yang senyum-senyum melihat polah tingkahnya.
__ADS_1
"Apa lo liat-liat? Belum pernah liat orang seksi?" ucap Erin kasar. Yang membuat teman-teman nya malah tertawa bahkan ada celetukan nakal dari beberapa pria.