
Cucu-cucu pak Arya masuk ke ruangan bermain dengan mengajak Axel. Dan para orang tua tetap ada di ruang tamu.
"Mari silahkan di minum" kata istri pak Arya mempersilahkan tamu-tamu nya.
"Terima kasih bu" kata bunda, lalu semua minum, sambil berbincang ringan.
"Oh ya bu, ini ada sedikit oleh-oleh bikinan El sendiri" abang menyerahkan paper bag besar kepada istri pak Arya
"Waaahhh... Pasti enak ini.. ma, minta bibi suruh potong terus di bawa ke sini, papa mau coba" perintah pak Arya, lalu istrinya memanggil seorang pelayan untuk datang mengambil kue yang di bawa El.
"Mari di cobain kue-kue kami. Ini beli, pasti lebih enak buatan El" puji pak Arya, dan yang di puji tersenyum simpul.
"Baru belajar pak, kebetulan saya kuliah ambil jurusan boga" kata El.
"Mau jadi master chef? Hebat-hebat" pak Arya melebihkan.
"Ohh ya, ini El orang yang papa tabrak, ini calon istri Bima, kata nya adik ku kekasihku" pak Arya memiliki selera humor yang tinggi.
"Kalian tau ga, Bima ini mencintai El dari sejak bayi, papa benar-benar kagum akan cinta sejati mereka, bukankah ini cinta pertama kalian? tanya pak Arya kepada abang, yang membuat abang dan El tersipu.
__ADS_1
"Iya pak" abang tersenyum malu.
Pelayan yang tadi di panggil sudah kembali membawa nampan berisi dua piring kue yang di buat El. Pak Arya Dan keluarga nya mengambil potongan kue di piring itu.
"Waah... benar kata saya, ini enak sekali... kalah kue yang kami suguhkan, El... kamu sudah bisa buka toko bakery kalo kaya gini" pak Arya memuji karena sesuai dengan ekspektasi.
"Terima kasih pak" ucap El.
"Iya benar El, ini enak banget" nanti kalo kami kembali ke luar negeri bisa pesan ya?" kata Lilian putri pertama pak Arya.
"Iya kak" El kikuk karena orang sekaya mereka memuji hasil kerja El. Bahkan untuk. membeli yang lebih enak dari itu saja mereka sanggup.
"El akan coba pak" kata El penuh keyakinan.
"Mari kita makan, jadi ceritanya hari ini ukang tahun bapak, cuma bapak tidak mau di rayakan. Maunya hanya keluarga saja " ujar istri pak Arya.
"Ohh... kami sekeluarga mengucapkan selamat ulang tahun pak, panjang umur, sehat selalu, di beri kelimpahan rejeki" ucap ibu mendoakan dengan tulus.
"Amin... terima kasih bu Ana atas doanya untuk saya... mari sambil kita makan" kata pak Arya terharu.
__ADS_1
"Wah maaf pak, kami tidak membawa kado untuk bapak" kata abang sedikit menyesal.
"Tidak.. tidak... saya tidak mau kado, saya sudah dapat kado kue dari El, dan kado kedua yang saya inginkan kalian menikah" kata pak Arya percaya diri.
"Maaf pak, mungkin kalo menikah belum dulu, mengingat El baru saja masuk kuliah, dan saya juga baru kerja, masih harus banyak nabung pak" kata abang di selingi kelakar.
"Mungkin saya akan melamar dan tunangan dulu" imbuh abang.
"Bagus... Biar El juga belajar memiliki usaha dulu" kata pak Arya lagi.
"Benar pak" sahut abang.
Mereka makan, yang sesekali di selingi tawa di meja makan. Setelah makan malam mereka di ajak kembali duduk di ruang tamu.
"Bim... kamu tadi bilang mau melamar El dulu?" tanya pak Arya.
"Iya pak" jawab abang santai.
"Lakukan" perintah pak Arya. Semua terkejut mendengarnya.
__ADS_1