Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Bertemu Gio


__ADS_3

Gio berdiri dari tempat duduknya, mendekati abang dan El duduk.


"Ohh... Jadi selama ini lo nolak gue karena ini alasannya. Lo jatuh cinta sama abang lo sendiri?" Gio berdiri di samping abang dan menatap ke arah El.


"Gi... maafin gue, dari dulu gue ga pernah cinta sama lo, gue sekarang pacaran sama abang, karena dia bukan abang kandung gue, jadi sah dong Gi" ucap El datar. Gio mengernyitkan dahinya heran.


"Kenapa heran? Kalo sudah di tolak cewek sudah lah bro! Kaya di dunia ini kehabisan stok cewek" ucap abang santai.


"Apaan lo..." tangan Gio mengepal melayangkan tinjunya ke arah wajah abang, tapi meleset.


"Gio cukup, lo urusannya sama gue, kenapa bawa-bawa abang gue?" teriak El geram,.yang sontak membuat pengunjung melihat ke arah mereka.


"El... gue ga abis pikir sama lo... lo permainin hati gue, trus lo pindah ke lain hati" ucap Gio kacau.


"Asal lo tau ya Gi... gue ga pernah trima cinta lo, maaf Gi... karena lo play boy... kalo lo bilang lo sejak lo naksir gue lo tobat gue ikut seneng. Tapi bukan berarti gue mau sama lo.... gue dan abang adalah cinta pertama dan terakhir, karena abang sudah ngelamar gue, dan gue kapan pun siap untuk jadi istrinya" El meluapkan emosinya, abang merangkul pundaknya sambil mengusap-usap bahunya, menenangkan El.


Gio menelan saliva nya, kecewa dan pergi meninggalkan mereka. Abang memeluk El yang masih berapi-api. Lalu abang membawa El pergi dari tempat itu, segera membayar dan melangkah keluar karena jadi tontonan banyak orang. Bahkan ada yang merekam mereka. Sampai di mobil El menangis, yang membuat abang panik.

__ADS_1


"Sayang sudahlah jangan di pikirin kejadian tadi, abang seneng El skak mat Gio, dia pergi tanpa bisa mendebat apapun" kata abang menenangkan sambil mengelus kepala El.


"Dulu kak Lila, sekarang Gio... El ga mau banyak musuh bang" ucap El sedih.


"Kita ga mau itu, tapi mereka yang membuat sakit hati mereka sendiri. Jangan menyalahkan diri sendiri ya sayang. Jangan rusak kebahagian kita hari ini. Kita kan mau kangen-kangenan" abang tersenyum mengecup kening El.


El mengusap air matanya dengan tissue yang ada di dasboard mobil, menarik bibirnya ke atas mencoba tersenyum.


"Nah gitu kan cantiknya balik lagi" goda abang.


"Gombal.." El mencubit mesra pinggang abang.


Sesampainya di kantor yang megah itu, El mengambil kue hasil praktiknya tadi di bawa nya ke dalam kantor abang.


"Sayang buat siapa?" tanya abang.


"Buat di bawa ke ruangan papa" ucap El polos.

__ADS_1


"Ya udah abang anterin dulu ke ruangan papa ya" kata abang sambil menggenggam tangan El. Yang otomatis dapat tatapan sinis beberapa wanita yang menaruh hati pada abang.


"Bang... kayanya di kantor ini banyak yang nge fans sama abang" kata El di dalam lift.


"Biarin aja, abang malah bangga?" kata abang menggoda El.


"Kok bangga?" El cemberut.


"Karena kalo banyak fans berarti calon suami El ini cowok ganteng, harusnya El ikut bangga dong" abang tertawa karena El langsung menyerang dia dengan cubitan.


Ting....


Pintu lift terbuka, abang masih menggandeng El, berjalan menuju ruangan pak Arya.


"Bu Sari, bapak ada tamu?" tanya abang sesampainya di depan meja Sari.


"Ga ada pak, bapak lagi sendiri, langsung masuk aja pak" kata Sari, tersenyum menatap El.

__ADS_1


"Trima kasih" balas abang.


__ADS_2