Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Sadar


__ADS_3

El keluar dari ruang operasi pukul tujuh malam, dia masih juga belum sadar dari pingsan nya.


"Gimana kondisi anak saya dok? tanya bunda cemas.


"Operasi berjalan dengan lancar, kami pasang pen di kakinya yang patah, tapi pasien belum juga sadar, mungkin karena trauma yang di alaminya. Kemungkinan dalam waktu beberapa jam ke depan, pasien akan sadar" kata dokter yang perkiraan usianya sekitar empat puluhan itu memberi penjelasan.


"Tapi tidak ada yang luka di kepala kan dok?" tanya bunda lagi.


"Tidak ada ibu, hanya sedikit luka luar saja. Kami sudah melakukan ct scan, kondisi kepala pasien baik" jelasnya lagi.


"Baik dok, terima kasih" ucap bunda lega.


"Sama-sama ibu, saya permisi" kata dokter itu, sambil berlalu.


"Syukurlah, saya ikut senang bu, tidak ada yang serius di kepala nak El, kalo begitu, saya permisi dulu, besok kami kembali" kata pak Arya beranjak dari duduknya.


"Terima kasih banyak pak, saya bersyukur, bapak begitu perhatian kepada anak saya" ucap bunda tersenyum.

__ADS_1


"Sudah menjadi tanggung jawab saya bu, jadi saya mau lakukan yang terbaik untuk nak El" pak Arya menyalami bunda, kak Rani juga abang.


"Bu, mohon maaf, ini hanya sedikit, untuk keperluan selama di rumah sakit" kata istri pak Arya, menyerahkan amplop coklat tebal ke tangan bunda.


"Bu, mohon maaf, tidak perlu bu, bapak bertanggung jawab saja saya sudah lega, terima kasih banyak bu" kata bunda sambil mendorong tangan istri pak Arya, menolak bantuan itu.


"Bu, mohon maaf sekali, tolong terima niat baik istri saya bu, bukan bermaksud apa-apa. Hanya sekedar membantu, meringankan beban ibu saja" kata pak Arya lagi.


"Tapi bapak sudah sangat banyak membantu anak saya pak, terima kasih sekali" ucap bunda masih menolak.


"Bapak sudah terlalu baik kepada kami" kata bunda menitikkan air mata.


"Ini tidak ada apa-apa nya di bandingkan kesalahan saya bu, tolong terima ya bu" pak Arya menunduk sedih.


"Baik pak saya terima, terima kasih banyak untuk semuanya pak, semoga Tuhan melimpahkan rejeki nya untuk bapak sekeluarga" ucap bunda dengan doa yang tulus.


"Amin, kami mohon pamit ya bu" pak Arya dan istrinya meninggalkan tempat itu. Bunda menangis, bersyukur masih ada saja orang yang begitu baiknya, apa lagi orang seperti pak Arya, yang kebanyakan arogan dan tidak mau mengalah sedikitpun.

__ADS_1


***


Dua jam kemudian El sadar dari pingsan nya, dia melihat bunda, kak Rani dan abang mendampinginya.


"Adek sudah sadar? Adek mau minum?" tanya bunda tersenyum bahagia. Beberapa saat El terdiam, mencoba mengingat sesuatu tapi kepalanya merasa sakit yang luar biasa.


"Bang panggil dokter..." kata bunda cemas melihat keadaan El, abang segera memencet tombol darurat.


"Ada apa bu?" tanya suster yang datang.


"El merasa kesakitan sus, gimana ini sus?" bunda panik.


"Baik bu, saya panggilkan dokter dulu ya bu" kata suster tersebut.


"Iya sus, tolong cepat ya sus, saya takut El kenapa-napa" kata bunda.


"Baik bu, saya permisi" suster itu berlalu. Sementara El menangis melihat kondisinya, merasakan sakit di seluruh tubuhnya dan mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi siang.

__ADS_1


__ADS_2