Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Ungkapan hati Gio


__ADS_3

El masuk kelas masih dengan air mata yang mengalir, dan membuat teman-temannya bertanya-tanya. El duduk di bangku nya sambil mengemasi barang-barangnya. Ketiga sahabatnya mendekat memberi dukungan untuk dia.


"El, ada apa?" tanya Cindy yang duduk di depannya, pelan. Betapa sedihnya El, terlihat dari air mata El makin deras.


"Eyang putri meninggal Cin" tangisnya semakin pecah. Satu persatu sahabatnya memeluk menguatkan El. Lalu teman-temannya memberi ucapan bela sungkawa.


"El, turut berduka cita atas meninggalnya eyang lo ya, apa yang bisa gue bantu?" tanya Gio yang sengaja berdiri di barisan teman-temannya, yang paling belakang.


"Terima kasih Gi, ga ada. Gue pulang dulu ya" kata El lemah.


"Gue anter ya!" Gio menawarkan diri.


"Ga usah, gue naik angkot aja, Gi" tolak El.


"El, lo di jalan sendiri, bahaya saat kondisi lo kata gini. Lo tunggu di sini. Gue minta ijin sama pak Arya dulu" paksa Gio.


***


"Yuk El, gue anter lo" ajak Gio, El pasrah tidak mau membantah Gio.


"Gue pulang ya guys" El pamit ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Iya, ati-ati ya, tetep semangat. Kalo ada apa-apa hubungi kita ya" kata Della memberi semangat El, dia mengangguk pelan, sambil memaksa bibirnya tersenyum. El berjalan mengikuti Gio, yang berjalan cepat ke arah parkiran motor.


"Lo tunggu di sini, gue ambil motor" Gio berjalan cepat. El mengangguk.


Drrrt... drrrttt


"Iya kak?" El mengangkat panggilan dari kakaknya.


"Adek di mana?" tanya kak Rani yang habis menangis terlihat dari suaranya yang kedengaran parau.


"Di sekolah kak, ini mau otw pulang di antar teman" jawab El.


"Iya kak" jawab El, kak Rani mengakhiri panggilannya, tepat saat Gio sampai, dan memberi helm ke El.


"Siapa yang telepon, El? tanya Gio, ketika mereka sudah dalam perjalanan.


"Kak Rani, mau jemput gue" jawab El.


"Ntar ati-ati ya. Semoga lancar sampai tujuan. Kalo butuh apa-apa hubungin gue ya El" pinta Gio, ada ketulusan kata-katanya.


"Iya, thank you ya Gi" ucap Vivi.

__ADS_1


"Lo ga usah sungkan, karena gue akan selalu siap buat lo, gue yang makasih karena lo dah mau gue anter. Selama ini gue susah buat deketin lo. Gue cuma berharap pengen bisa deket sama lo, ngisi hati lo" Gio mengungkapkan apa yang ada di hati nya.


"Maaf ya Gi, lo bisa maklumin alasan gue kan" pinta El.


"Gue tunggu lo, El" kata Gio lagi.


"Please Gi, masih banyak cewek yang lebih baik dari gue" ucap El.


"Tapi El.... yang cantik banyak tapi yang hatinya kaya lo langka El" Gio bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


"Gi.... please gue ga mau bahas ini lagi. Gue lagi berduka" ucap El menyudahi perdebatan mereka.


"Maafin gue El. Gue ga berniat maksa lo, gue cuma ngungkapin apa yang ada di hati gue" Gio menyesali sendiri apa yang dia ucapkan.


"Iya Gi, gue ngerti, tapi gue juga minta sedikit pengertian lo ya" ujar El lagi.


"Iya El, gue tau, gue ngertiin lo, inget jaga kesehatan. Jangan sampai sakit karena kesedihan lo" ucap Gio mengingatkan ketika motor mereka berhenti di depan rumah El.


"Sekali lagi thank you ya Gi, bye" El segera masuk ke dalam rumah.


"Sama-sama El, gue sayang lo" gumam Gio lirih.

__ADS_1


__ADS_2