Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Sahabat sejati


__ADS_3

Sementara itu El tertidur sepanjang perjalanan, dia hanya bangun ketika petugas memeriksa tiket nya.


Hangat matahari menembus kaca kereta, membangunkan El dari tidurnya, El mengerjabkan mata, lalu melihat running teks di gerbong bagian depan. Dua stasiun lagi El sampai di tujuan.


"Apa bunda sudah membaca surat dari ku? Apa bunda sedih? Apa abang mikirin aku?" air mata El menggenang di pelupuk matanya, lalu di sekanya dengan tangan kanannya. Dia tenggelam dalam lamunannya sampai terdengar dari pengeras suara kalau sebentar lagi akan tiba di tujuan El.


***


El berjalan keluar, stasiun, banyak pengemudi taksi, dan ojek yang menawari nya untuk mengantar pulang. Tapi El menolak nya, dia berjalan menjauh dari stasiun.


Lalu memesan ojek online, di luar area stasiun, dia mengetik alamat Della. Tidak lama ojek pesanannya datang dan mengantarnya ke alamat yang di tuju.


"Makasih mas" ucap El setelah menyerahkan uang dan helm kepada pengemudi tersebut.


"Sama-sama kak, jangan lupa bintang lima ya kak" kata mas itu sambil tersenyum dan mengangguk kepada El. El mengangguk lalu masuk mengetuk pagar, melihat pos satpam ada orangnya.


"Pagi pak, Della ada?" sapa El mengangguk sopan.


"Eh non El, ada non... masuk" kata pak satpam sambil membuka pintu pagar, dan mempersilahkan masuk.

__ADS_1


"Makasih pak" El melangkah masuk menuju rumah Della.


"Non El... langsung masuk ke kamar non Della aja, tadi pagi non Della sudah pesen kalo non El datang, suruh masuk ke kamarnya non Della, bibi mau bikin minum dulu" asisten rumah tangga Della membukakan pintu kamar Della.


"Della..." El memeluk Della erat, sambil menangis.


"Sabar El... Sabar... kenapa? Cerita sama gue, apa yang terjadi" kata Della sambil mengusap punggung El.


"Sini duduk El" Della membimbing El menuju ke kasur nya, lalu dia sendiri menarik kursi belajarnya duduk di depan El.


"Cerita sama gue El, apa yang terjadi" Della menggenggam tangan El erat, seolah menransferkan kekuatan untuk El.


"Del, semalam, gue denger bunda sama abang ngobrol, gue bukan anak kandung bunda" bahu El terguncang, air matanya mengalir deras.


"Gimana bisa... serius El? Lo yakin?" Della memberondong El dengan pertanyaan.


"Justru itu gue dari kampung eyang langsung ke sini Del. Gue lari dari rumah eyang, gue sakit dengernya. Apa lagi..." El mangga nafas, tenggorokan nya tercekat, sulit baginya untuk melanjutkan kata-katanya.


"Apa El?" tubuh Della ikut menegang.

__ADS_1


"Kata abang gue...." air mata El terus mengalir, dia ragu apa Della mau menerima teman seperti dirinya.


"Gue anak wanita penghibur" suara El hampir tak terdengar. Della ikut menangis lalu memeluk erat tubuh El.


"Kenapa lo ngalamin, cobaan berat ini El, lo yang sabar ya, gue ngerti perasaan lo, gue juga ada buat lo El" Della mengusap punggung El. El mengeratkan pelukan Della.


"Makasih banyak Del, gue ga tau gimana cara gue berterima kasih ke lo" ada perasaan lega dalam diri El, sahabat nya tidak meninggalkannya dalam keadaan terpuruk.


"Kita kan sahabat, kita pasti akan berbagi suka duka" ucap Della , senyumnya mengembang menatap wajah El.


Tok.. Tok.. Tok..


Mereka saling pandang ketika terdengar suara pintu di ketuk.


"Siapa?" teriak Della melihat ke arah pintu.


"Bibi non, non Della di panggil nyonya, di ajak makan bareng, sekalian non El" ujar bibi dari balik pintu.


"Ya bi, Della bentar lagi turun sama El" kata Della sambil memberi kode kepada El untuk turun.

__ADS_1


" Ga enak sana mama lo Del" El ga enak karena sudah merepotkan keluarga Della.


"Udaaahhh, ayo buruan makan. Ntar kalo lo sakit, gue juga ikut repot" Della tergelak, lalu menghindar dari cubitan El.


__ADS_2