Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Semangat


__ADS_3

Pagi-pagi sekali El sudah bersiap untuk ke rumah Della, bunda senang melihat El mulai keluar dari rumah.


"Mau kemana dek kok sudah rapi?" tanya bunda melihat El terlihat bersiap pergi.


"Diajak Della nganter mamanya ke stasiun bun, mau keluar kota, ada saudaranya yang melahirkan bun" jawab El, mendekati bunda lalu mencium tangannya.


"El pergi ya bun" El pamit, karena mendengar suara motor di depan, ojek online yang di pesannya sudah datang.


***


Ojek online yang di tumpangi El berhenti di sebuah rumah putih dengan gerbang tinggi.


"Makasih ya bang" kata El sambil menyerahkan helm dan beberapa lembaran uang, sesuai yang tertera dalam aplikasi.


"Sama-sama kak, jangan lupa bintang lima ya kak" kata drivernya sambil tersenyum.


"Siip" El mengacungkan jempol nya. El memencet bel rumah yan terletak di ujung pintu gerbang tinggi itu. Seorang satpam tua membukakan gerbang untuk El.


"Ehh.. non El" kata bapak itu tersenyum hormat melihat El.


"Iya pak, Della masih di rumah kan pak?" tanya El sebelum melangkah masuk.


"Masih non, baru manasin mobil, silahkan masuk non" jawab bapak itu sambil menutup kembali pintu gerbangnya.

__ADS_1


"Makasih pak" El berjalan menuju rumah besar berlantai dua.


"Pagi Della, gue ga telat kan?" sapa El melihat Della terlihat di dalam mobilnya.


"Hai El.. lo kepagian, dua anak tuh yg belum dateng" jawab El sambil tertawa.


"Mending laah, dari pada gue sampe sini di tinggal" kata El berkelakar. Tidak lama dua sahabat mereka datang, dan langsung membuat suasana jadi heboh.


Satpam Della keluar membawa satu travel bag dan satu dos oleh-oleh untuk saudara Della yang akan di bezuk, lalu di susul mama Della yang tersenyum melihat teman-teman putri nya.


"Pagi tante" kata mereka serempak, satu persatu mereka menyalami dan mencium tangan mama Della.


"Pagi, makasih ya kalian sudah mau nemenin Della, selama tante pergi" kata mama Della.


"Yuk Del, takut keburu macet" kata mama Della membuka pintu depan.


"Siap ma, yuuk gaeesss..." ajak Della ke empat sahabatnya. Mereka secara otomatis masuk ke dalam mobil satu persatu.


"Della, selama mama pergi usahakan jangan sering pergi ya, kan mama ga ada, kalo ada apa-apa dengan kamu mama kan jadi kepikiran." nasehat mama Della.


"Iya ma, kan ada temen-temen yang nemenin Della" ucap Della sambil terus fokus menyetir.


"Makasih ya anak-anak, kalian mau nemenin Della selama tante pergi" kata mama Della lagi.

__ADS_1


"Sama-sama tante" balas mereka serempak.


"Kompak banget" kelakar Della di sambut tawa mereka.


"Emang ada acara apa tante pergi ke kampung?" tanya El penasaran.


"Adik tante yang paling kecil lahiran El, kebetulan tinggalnya sama nenek nya Della, jadi sekalian jenguk neneknya Della" ucap mama Della.


"Owh... kenapa ga ikut Della tan?" tanya El lagi.


"Mana betah dia di kampung El" kata mama Della sambil melirik putrinya.


"Dasar lo Del, padahal di kampung tuh enak lho, sepi, udaranya masih bagus" goda El.


"Ntar kalo beneran gue ikut ke kampung, lo semua pada kangen gue" Della berkelakar.


"Ga tuuh" El menyela, dan terjadi lagi kehebohan dalam mobil itu.


Dua puluh menit perjalanan mereka, akhirnya perjalanan mereka tiba stasiun.


"Ati-ati ya ma" pesan Della ke mamanya.


"Iya sayang, jaga diri baik-baik" mama Della mencium kedua pipi anaknya, lalu Della mencium tangan mamanya. Lalu ketiga sahabatnya bergantian mencium tangan mama Della.

__ADS_1


"Kalian semua juga harus jaga diri, tante berangkat ya" kata mama Della yang di jam kiri oleh seorang kurir barang, setelah meminta ijin membantu membawakan, kurir itu berjalan di depan mama Della.


__ADS_2