Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Bahagia


__ADS_3

Dengan cekatan El memotong sayuran, mengiris bumbu, dia akan memasak nasi, sapi lada hitam, sup kepiting, tahu goreng dan juga memotong buah. Sudah setengah jadi,, abang keluar dengan menggunakan celana pendek, dan kaos oblong warna putih, yang membuat abang tampak gagah. Dia mencium bau masakan yang harum.


"Hmm... baunya enak banget" ucap abang berjalan mendekat ke arah dapur. El tak begitu mendengar abang, karena masih fokus ke sup kepiting. Abang memeluk El dari belakang, yang membuat El terkejut tapi bahagia.


"Sayang... El belum selesai masak, kalo di ganggu ga akan selesai" kata El yang masih mengaduk sup.


"Abang masih kangen sayang" kata abang mencium tengkuk El, yang membuatnya merinding.


"Iya tapi El belum selesaiiii" rengek El.


"Lagian kita sudah setengah hari barengan, masih kangen aja" imbuh El lagi.


"Setiap detik abang kangen sama kamu El" kata abang mencolek hidung El.


"Sayaaaang... nanggung nih... bentar lagi mateng" kata El, sambil mengaduk sup lagi, lalu mematikan kompor.

__ADS_1


Dengan sigap abang membalik tubuh El, lalu mencium kening nya, kedua matanya, hidung dan bibir El dengan lembut.


Badan El memanas, tegang, tapi dia terhanyut dengan kelembutan abang. Abang menarik tangan nya, mengarahkan untuk memeluk leher abang. Tangan El dingin, dia memejamkan matanya, El melepas ciumanya untuk menghirup udara, saat mata El menatap abang lalu tertunduk malu. Dan menghambur ke pelukan untuk menutupi rasa malunya. Ciuman pertama mereka, seperti sengatan listrik bertegangan tinggi.


"Kenapa sayang?" tanya abang menggoda.


"Abang... El malu" membenamkan wajahnya ke dada bidang abang.


"Malu kenapa?" tanya abang masih menggoda, mendorong perlahan tubuh El, untuk melihat wajah El, tapi pipi makin memerah, dan mengeratkan pelukannya.


"Ya udah... ayo kita makan, abang dah laper. atau El mau mandi dulu?" tanya abang lagi.


"Katanya abang laper, El mandinya ntar abis kita makan aja" kata El melepaskan pelukan nya.


"Ya udah, kita makan yuk.." abang membantu El menata meja, dan El menyelesaikan memotong buah.

__ADS_1


Mereka makan tanpa banyak bicara, hanya sesekali pandangan mereka beradu, mereka saling tersenyum, dalam hati mereka berbunga-bunga.


Setelah selesai, El mengangkat piring kotor dan mencucinya di wastafel dapur, abang membereskan meja makan. Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, abang lalu duduk bersantai di sofa.


"El mandi dulu ya bang, di kamar abang?" kata El berjalan menuju kamar abang.


"Iya... Abang sudah siapin handuk biru di kamar mandi, baju ada di kursi" kata abang yang mulai sibuk dengan gadget nya.


Tak memerlukan waktu lama El sudah menyelesaikan mandinya, menatap foto nya di atas meja kecil samping tempat tidur abang, di sebelahnya ada foto mereka berdua, tanpa dia sadari bibirnya melengkung ke atas. Dia tersenyum bahagia, lalu El segera keluar menemui abang.


"Sini sayang..." Abang menarik tangan El, El duduk di sebelah abang. Abang yang bersandar merangkul pundak El, dan mencium pipi


El.


"Sayang.. Abang bahagia, saat mencintai dan di cintai mu. Karena selama ini ada ketakutan dalam hati abang cinta abang bertepuk sebelah tangan" kata abang dengan tangan yang terus membelai rambut panjang El.

__ADS_1


"El dari dulu juga kaya gitu bang, El curhat sama temen-temen El, karena ga tau harus cerita ke siapa. El mengagumi abang sebelum El tau, kita tidak sedarah" ucap El malu-malu. Abang merengkuhnya, memeluk El erat, seolah tak mau berpisah dengannya.


__ADS_2