
Dua hari setelah El pulang dari rumah sakit, dia minta ijin bunda untuk masuk kuliah. Abang pun meminta ijin bisa keluar kantor untuk mengantar atau pun menjemput El. Dan atas kebijakan pak Arya abang bisa mendapatkan ijin tersebut.
Di kampus El bisa segera menyesuaikan diri dengan mengejar ketertinggalan nya. Dengan keramahannya dia segera banyak mendapat teman baru.
El : "Bang, ntar El pulang sorean, karena ada tugas kampus sekaligus cari buku referensi, abang ga usah jemput ya"
Abang : "El perginya gimana? Sama siapa? Abang takut El kesusahan naik turun kendaraan umum"
El : "El sama temen-temen kok bang, jadi aman, ntar naik taksi online"
Abang : "Yakin ga papa? Ya udah kabarin abang aja kalo El mau pulang ya, siapa tau abang bisa jemput"
El : "Iya sayang, jangan kuatir ya... El pasti bisa mandiri, fa tergantung abang terus"
Abang : "Iya deh... Abang tau itu... makanya abang pilih kamu... I love you"
Lila : "I love you too bang"
__ADS_1
Begitu lah abang yang over protektif ke El, karena dia ga mau kecolongan lagi, ga mau bikin El celaka lagi. Sementara itu Lila mulai kesal dengan karena dia sekarang acuh lagi pada nya, dia yakin jika El menghalangi pendekatannya dengan abang.
Lila : "Bim, kita makan siang bareng yuk.. lama lho kita ga makan bareng, sejak adik lo kecelakaan"
Abang : "Maaf ya La, gue sibuk di kantor, lagian gue juga antar jemput El ke kampus"
Lila : "Masa sih cuma makan siang aja ga bisa, kan cuma satu jam selesai? Ayolaaah..."
Abang : "Tapi La... Gue..."
Lila : "Bim... gue di sini ga ada keluarga lho, masa lo ga kasian sama gue"
Bagaikan tersambar petir abang menyebut dia punya pacar, Lila syok mendengarnya, tapi dia bisa menguasai emosinya.
Lila : "Tapi Bim, kita bisa bertemu sebagai teman kan?"
Abang : "Tapi La, gue ga bawa motor"
__ADS_1
Lila : "Ya udah, kasih gue share lokasi lo, gue dateng ke kantor lo"
Abang : "Oke, sekali ini gue turutin lo"
Seperti menang undian Lila bahagia banget, hanya saja dia masih kesal karena selalu saja El di prioritaskan, belum lagi laki-laki yang dia inginkan sudah punya pacar. Dan benar saja, jam istirahat, Lila buru-buru berlari keluar kantornya, memesan ojek online menuju kantor abang dengan semangat.
Saat itu, abang baru saja keluar kantornya menuju kantin, bahkan dia lupa ada janji dengan Lila. Tepat sekali Lila dateng, setelah membayar ojek online nya dia melihat abang yang sedang berjalan dengan beberapa temannya.
"Bim..." teriak Lila. Abang menghela nafas kesal.
"Hai La..." Abang mencoba senormal mungkin di hadapan Lila.
"Kita makan di dekat-dekat sini aja yuk... gue yang traktir" kata Lila mendekat.
"Oke.." dengan langkah gontai abang menuruti kemauan Lila.
Mereka menyeberang jalan, disana ada cafe yang lumayan ramai pengunjung di jam-jam makan siang, mereka mencari tempat di pinggir yang tidak begitu ramai pengunjung.
__ADS_1
Lila membuka obrolan yang ga penting yang membuat abang jengah, abang ga konsentrasi dengan apa yang di ceritakan Lila. Tapi Lila pasang muka tebal terus aja nyerocos tanpa mengerti perasaan abang. Abang membuang muka ke segala arah, dan terkejut melihat El sedang dengan beberapa temannya, mereka tertawa tanpa menyadari abang yang sedang memandangnya.
Lila mulai kesal karena tak dapat respon dari abang, dan mengikuti arah mata abang, dan benar saja El ada disana.