Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Tujuan yang gagal


__ADS_3

Malam itu ada acara doa untuk eyang putri dan juga akan di laksanakan beberapa hari ke depan, selain keluarga besar ternyata Lila dengan bermuka tebal tidak tahu malu ada di sana. Lila pintar mengambil hati para orang tua.


Tapi tidak untuk abang, yang sangat tidak suka, wanita agresif. Sebenarnya Lila dulu tidak seperti itu, dia hanya menunggu dan berharap abang bisa mengerti hatinya. Tapi karena abang tidak juga mengerti perasaannya, akhirnya berinisiatif untuk terang-terangan mendekati abang. Yang justru membuat abang malas meladeninya.


Lila bantu-bantu di dapur dan menyiapkan makanan untuk para tamu. El tiba-tiba sadar ada orang yang tidak di kenalinya, baru saja El keluar setelah sepupu-sepupunya merayu nya agar mau keluar.


"Siapa dia budhe?" bisik El ke budhe Ratih, anak pertama dari eyang Utomo.


"Ohh itu temannya abang, tapi ga tau juga pacarnya mungkin" jawab budhe Ratih sambil menata kue di piring oval. Entah kenapa El kesal sekali dengan jawaban budhe Ratih. El cemburu karena dia takut perhatian abang akan beralih ke wanita itu. Karena abang sangat perhatian sekali dengan El.


"Abaaang temenin El, El masih sedih" El mendekat ke abang yang sedang mengobrol dengan para sepupu pria mereka. El duduk di samping abang, lalu abang mengelus bahu El dan berpindah ke rambut El dan membelainya.


"Duuh, udah mau kuliah masih aja manja sama abang nya" ucap mas Satrio cucu ketiga dari eyang Utomo, yang belum menikah di usia hampir kepala tiga.


"Mas Iyo ga usah cemburu, weeek" ucap El sambil menjulurkan lidahnya.


"Hahaha... mas ga cemburu, cuma pengen manjain adek El aja" goda mas Satrio yang suka usil. Semua yang ada di situ tersenyum melihat tingkah El yang manja.

__ADS_1


Sementara itu dari dalam rumah, sepasang mata melihat kebersamaan El dengan abang, tampak tidak suka karena terlihat dari matanya yang berapi-api.


"La tolong bawakan kue di piring itu ke depan ya" perintah budhe Ratih yang masih sibuk di meja besar menata makanan dengan para ibu-ibu lainnya.


"Eh... iya tante" Lila tampak terkejut, tersadar dari obyek yang membuat mata nya berapi-api.


***


"Bang, cewek itu pacar abang ya?" ucap El sambil telunjuknya mengarah ke Lila.


"Kenapa dia ada di sini? tanya El penasaran.


"Abang juga ga tau, dia mau sendiri, abang ga pernah minta" ucap abang masih mengelus kepala El.


Acara selesai, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, bunda memanggil abang.


"Bang, antar Lila pulang" ucap bunda, Lila tersenyum licik. Dia datang dengan ojek online, pastinya dia sengaja agar bisa pulang di antar abang.

__ADS_1


"Emang kamu ga bawa mobil?" tanya abang ke Lila. Lila menggeleng cepat.


"Bang, adek ikut" El ga mau kalah cerdik dari Lila.


"Abang ambil kunci mobil dulu ya" ucap abang sambil mencolek hidung El.


"Mobil? Kenapa ga di anter pake motor. Huufft" pikir Lila kesal, karena maunya berduaan dengan abang saja.


***


"Bunda, Lila pulang dulu ya" pamit Lila sambil mencium tangan bunda setelah pamit sama yang lain.


"Bunda... bunda dari hongkong... pikir El mendengus kesal.


"Ati-ati ya La" kata bunda lembut.


"Iya bunda" Lila melangkah menuju mobil tua eyang kakung yang sangat terawat baik. Walaupun kadang suka mogok, abang terlihat sayang pada mobil itu. Sesekali mobil itu di pakainya keluar.

__ADS_1


__ADS_2