
Seperti nya setiap apa yang terjadi pada hari itu tak kan pernah hilang dari ingatan abang.
"Ayo bang, jangan sampai kemalaman kita sampai di rumah" sentuhan tangan kak Rani menyadarkan lamunan abang.
Mereka meninggalkan kompleks pemakaman keluarga eyang. Mereka kembali masuk ke dalam mobil, lalu abang melajukan mobilnya menjauh dari desa itu dan berharap menemukan El secepatnya.
Di dalam mobil, hanya celotehan Axel saja yang membuat isi dalam mobil itu ramai, sampai anak itu kecapekan sendiri dan akhirnya tertidur dalam pangkuan suster nya di samping yang duduk di samping om nya.
***
"Pagi tante..." ucap El sopan ketika mereka bertiga ada di meja makan, kebetulan saat itu papa Della sedang dinas ke luar negeri, sekalian menengok kakak laki-laki Della yang sedang kuliah di sana.
"Pagi El... Ayo makan" ucap mama Della, lalu membalik piring nya sendiri.
"Makasih tante" ucap El sambil tersenyum.
"Apa kabar kamu El, udah lama ga main kesini... eeeh... Kok ngomong-ngomong Mita sama Cindy ga ikut kesini?" tanya mama.
"El ga janjian sama mereka tante, El langsung ke sini tante" jawab El sambil menunduk.
__ADS_1
"Ma, tolong ambilin sayur dong" Della yang membaca situasi, segera mengalihkan pembicaraan. Mama Della menyodorkan mangkuk sayur ke arah Della, lalu berganti ke arah El
"Ayo El nambah makannya" mama Della tersenyum.
"Ga tante, kenyang, makasih" jawab El sambil menunjukkan piring nya yang masih banyak nasi nya.
"Ya ampun, sampai lupa, maafin tante, El... tante ucapin turut berduka di kuta atas meninggalnya eyang putri El, Della kemarin cerita sama tante" tangan mama Della mengelus tangan El.
"Makasih tante..." El kembali tertunduk sedih.
"El sudah ya, jangan sedih lagi, kamu masih punya keluarga, masih punya sahabat yang bisa di ajak curhat" kata mama Della tersenyum ke arah El. El mengangguk sedikit menarik bibirnya ke atas.
***
"Iya tante, makasih makan pagi nya" kata El sopan, lalu meninggalkan mereka berdua.
"Del, apa yang terjadi dengan El? Mama liat, El wajahnya sedih, dan dia sepeeri habis menangis?" Mama Della menginterogasi Della, setelah El tidak terlihat lagi dari penglihatan mereka. Della terkejut ternyata mamanya memperhatikan El.
"Tapi.... Mama janji jangan marah ya" kata Della ragu.
__ADS_1
"Kenapa mama harus marah tanpa alasan?" Mama Della mengelus kepala putrinya.
"Ma... El semalam lari dari rumah eyang nya..." Della menarik nafas dalam, sontak mama Della terkejut, sampai mulut mamanya ternganga mendengar ucapan Della.
"Semalam dia mendengar bunda dan abangnya lagi ngobrol, abangnya bilang kalo El..... bukan.... bukan....eehhmmm bukan... anak Bunda nya." terbersit perasaan takut dalam diri Della.
"Del... Mama ga salah dengar kan? Kamu ga lagi ngeprank mama kan Del?" tanya mamanya tidak percaya.
"Maaaahh.... mama tau gimana kondisi El sekarang kan?" Della mencoba meyakinkan.
"Yang lebih menyakitkan El lagi..." Della menatap mama nya was-was.
"Kata a..bangnyaaa.... El a..nak.... wa..nita peng.. hibur ma" sesak dada Della memberi tahu mamanya.
"Apa?!.... kasian El, dia sedang terpuruk sekarang... Del, kamu jaga dia jangan sampai dia salah curhat ke orang yang salah" kata mama menutup muka nya, dia terlihat sangat khawatir dengan kondisi El. Dan itu membuat Della lega, karena dia takut mama nya akan melarang dia berteman dengan El lagi karena statusnya sekarang.
"Jadi... jadi mama ga marah?" tanya Della, yang justru membuat mama Della mengernyitkan dahinya.
"Marah? Marah kenapa? Tentang El? Justru mama kasian sayang, mama mau bicara sama El" kata mamanya lalu melangkah berjalan menuju kamar putrinya.
__ADS_1