
Dua hari setelahnya, El sudah di diperbolehkan pulang, abang membelikan kursi roda dan tongkat penyangga untuk El. Dan walaupun El sakit, tapi perasaannya bahagia karena abang yang begitu perhatian padanya.
Dan Lila yang datang membezuknya pun, tak begitu di hiraukan oleh abang, karena sibuk melayani mau nya El. Bahkan ke empat sahabatnya pun yang ikut membantu menjaga El saat siang hari, sudah tahu dari cerita El, mereka turut berbahagia dengan kebahagiaan El. Bahkan mereka sendiri melihat kemesraan dan perhatian abang untuk El.
Harusnya El sekarang ini sudah mulai kegiatan awal kuliah, tapi abang meminta ijin ke pihak kampus untuk El ikut susulan, sampai keluar dari rumah sakit, dan pihak kampus mengijinkan.
***
Sore itu El tiduran di sofa lipat ruang tivi, dan saat itu ada bel rumah berbunyi, mbok Mar mendatanginya.
"Non, ada temen non El... namanya Gi... Gio kalo ga salah non" ucap mbok Mar.
"Suruh masuk ke sini aja mbok, El lagi males bangun, kakinya sakit... Tapi jangan bilang siapa-siapa ya mbok" El menempelkan telunjuknya ke bibirnya sendiri.
"Baik non" jawab mbok Mar meninggalkan El menuju ke depan. Tidak berapa lama Gio datang membawa parcel buah yang di letakkan ke atas meja.
__ADS_1
"Halo Gi... duduk, makasih buahnya, harusnya ga perlu repot-repot" kata El membenahi selimutnya.
"Hai El... Maaf aku ga denger kamu kecelakaan, karena sibuk awal kuliah, banyak kegiatan" kata Gio duduk di sofa samping El.
"Iya Gi, aku maklum kok, kemarin abang ku wisuda juga aku ga bisa ikut, cuma bunda yang datang, itupun mereka hanya nginap semalam, dan aku juga ga bisa ikut orientasi, abang sudah meminta ijin ke kampus, mungkin dua tiga hari lagi aku baru bisa ikut kuliah" kata El yang melihat mbok Mar datang membawa minuman dan cemilan untuk Gio.
"Minum Gi..." kata El menunjuk minuman di depan Gio.
"Makasih El..." Gio minum dan bercerita tentang awal kegiatan kampusnya. Dan terdengar suara mobil datang, El mengerutkan dahi, menebak siapa yang datang.
"Den Bima non" jawab mbok Mar tersenyum.
"Halo sayang... Eh.. ada tamu" abang mencium kening El, terlebih ketika melihat Gio duduk di samping El. Gio mengangguk sopan dan heran melihat kemesraan mereka.
"Mobil siapa bang?" tanya El.
__ADS_1
"Mobil kita sayang, El kan butuh ke di antar ke kampus, ga mungkin kan abang bawa motor? abang beli second sih, tapi kondisi masih bagus biar El nyaman" jelas abang.
"Trus motor abang?" tanya El lagi.
"Di titipin di rumah temen, ntar malem atau besok di ambil" kata abang lagi.
"Eh.. ada Gio... sudah lama Gi?" kata bunda dari arah ruang kerjanya. Gio berdiri dan mencium tangan bunda.
"Sekitar seperempat jam yang lalu bun, ini juga mau pulang, soalnya awal masuk kuliah banyak kegiatan" kata Gio kikuk karena ada abang di situ
"Lho kok buru-buru?" tanya bunda.
"Iya bun, kapan-kapan main lagi" jawab Gio sekena nya.
"El gue pulang dulu ya, bun, bang" Gio buru-buru keluar, di temani bunda.
__ADS_1
"Makasih ya Gi" kata El yang membuat Gio menoleh kebelakang saat abang mengusap mesra pipi El, dan membuat Gio makin panas hati. Gio pun melihat ada api cemburu di mata abang saat menatap dirinya.