Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Rindu


__ADS_3

"Tolong bawa mereka pak, nanti sekretaris saya akan melengkapi laporan nya pak" ucap pak Arya.


"Baik pak" kata salah satu polisi itu.


"To long ppak..." teriak Bram, lalu polisi itu membawa keduanya. Pak Arya duduk di kursi nya sambil memijat pelipisnya.


"Maafkan papa nak, papa sempat meragukan kamu" ucap pak Arya sayu.


"Tidak apa-apa pa, papa ga salah, oya pa nanti makan siang Bima ijin keluar untuk mengajak El makan siang, karena tadi Bima ga sempat mengantar dia ke kampus, mungkin baliknya agak telat" kata abang meminta ijin.


"Iya nak, salam buat El ya... oh ya.. papa minta tolong ke El, sabtu nanti ajak dia ke rumah, mama kamu kangen dengan kalian" kata pak Arya.


"Baik pa... nanti Bima sampaikan ke El" ucap abang mengangguk sopan.


"Ya sudah kita kembali ke ruangan" kata pak Arya.


***


Sementara itu El sedang fokus praktek membuat kudapan, El sudah tak menggunakan tongkat penyangga lagi, karena sudah sejak setelah undangan makan malam di rumah pak Arya dulu. Pen nya sudah di lepas, dan dia sudah bisa berjalan normal kembali.

__ADS_1


Akhirnya selesai juga tugas El, setelah mempresentasikan apa yang dia buat ke hadapan dosen nya, El keluar dari ruang praktik. El membawa sebagian hasil karya nya untuk di bawa pulang. El keluar dengan semangat karena mendapat nilai tinggi.


"Halo sayang... ucap abang di depan lobby kampus El.


"Hai sayang" El tersenyum melambaikan tangannya ke arah abang.


"Kita makan siang yuk" ajak abang, El mengangguk lalu melingkarkan tangannya ke lengan abang.


"Apa itu sayang?" tanya abang melihat El membawa sebuah kotak dalam goodie bag.


"Hasil praktik El bang" jawab El mengangkat goodie bag nya.


"Hmm... enak sayang" kata abang bukan berpura-pura tapi karena memang benar-benar sesuai ekspresinya.


"Makasih sayang" ucap El bangga.


"Malam minggu kita berdua di undang papa mama buat makan malam bersama, El bikinin kue lagi buat oleh-oleh ya" kata abang.


"Oke siap" kata El sambil meletakan tangannya ke pelipis, seolah memberi hormat, abang tertawa melihat tingkah El.

__ADS_1


"Mau makan apa, yang?" tanya abang.


"Lagi pengen yang panas-panas, trus minumnya es buah" ucap El sambil membayangkan makanan yang nikmatnya.


"Bakso langganan mu ya?" ajak abang.


"Oke deh" kata El.


"Sayang... hari ini ga ada kegiatan kampus lagi kan?" tanya abang.


"Ga ada... emang kenapa?" tanya El menoleh ke arah abang.


"Abang mau ajak El ke kantor, karena abang masih kangen, dari beberapa hari lalu abang sibuk kerja, kita jarang ketemu, kalo pun ketemu bentar banget. Sekalian ntar kita makan malam ya" pinta abang.


"Iya deh... El juga kangen sama abang" El menyandarkan kepala nya ke pundak abang, dan abang mengecup pucuk kepalanya.


Sesampainya di bakso langganan El sudah ramai pengunjung, tapi beruntung mereka masih dapat meja.


Setelah pesanan mereka datang, mereka segera melahap bakso yang terkenal enak di kota itu, dan sudut bibir El tertempel remahan kerupuk, yang membuat abang berinisiatif mengambil tissue dan mengelap sudut bibir El. Perlakuan abang sontak membuat El tersipu, mereka yang duduk berhadapan membuat abang dengan puas memandang mesra wajah El.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka tajam dan tak percaya akan yang dia lihat.


__ADS_2