
"Memang mau kemana nak, kok jam segini ke stasiun, sendirian lagi. Bahaya buat gadis cantik kaya kamu pergi sendiri" tanya ibu itu sambil menasehati El.
"Mau pulang ke kota bu, kemarin tiga harian eyang, pagi ini saya harus sampai di kota, karena besok ada kegiatan sekolah" El sedikit berbohong. Dan ibu itu manggut-manggut.
"Tapi kenapa sendiri. Ga sama orang tua? ucap ibu itu lagi.
"Orang tua?! Baru saja aku kehilangan keluarga" El menunduk dalam.
"Ayah sudah meninggal, bunda... masih tinggal di rumah eyang" kata El sedih.
"Ibu doakan kamu selamat sampai tujuan mu ya nan" ibu itu tersenyum, mengingatkan lagi kepada bunda.
***
Perjalanan mereka memakan waktu hampir satu jam, setelah sampai di depan stasiun bapak sopir itu menghentikan laju mobil nya.
"Sudah sampai mbak" kata bapak itu.
"Iya pak, makasih... saya harus bayar berapa ya pak? tanya El sambil mengeluarkan dompet dari dalam tas nya.
"Ga usah nak, kan kita sekalian bareng, bukan sewa mobil" kata ibu itu sambil tertawa.
"Makasih banyak bu, maaf saya sudah ngerepotin" kata El sambil mendorong pintu mobil itu dari dalam.
__ADS_1
"Oya, nih bawa nak, kacang rebus sama jagung rebus, lumayan buat cemilan di jalan" ucap ibu itu sambil menyerahkan kantong plastik ke arah El.
"Ga usah bu, makasih" El mendorong kembali kantong plastik itu.
"Ayo nak, kamu pasti lapar di jalan nanti, ayo ambil" kata ibu itu sambil meraih tangan El.
"Makasih banyak bu" El mengangguk sopan, sambil mendorong menutup pintunya.
"Ati-ati di jalan ya nak" kata ibu itu, meninggalkan El yang masih berdiri sambil melambaikan tangannya.
***
"Pak tiket ke kota ada nya jam berapa ya?" tanya El setelah masuk menuju loket pembelian tiket.
"Ya" kata El sambil mengangguk.
"Masih agak lama kak, masih jam tiga tiga puluh, paling cepat" bapak itu menjawab setelah mencari nya di komputer.
"Pasti orang-orang rumah belum bangun, ga mungkin mereka mencari aku sampai disini" pikir El.
"Berapa harga tiketnya pak?" El ingat tidak banyak bawa uang cash di dompetnya.
"Kalo yang jam tiga tiga puluh, kereta bisnis harganya tiga ratus lima puluh. Kalo yang berikutnya jam tiga lima lima, ekonomi harga nya seratus tujuh puluh lima kak" jawab bapak itu lagi.
__ADS_1
"Saya ambil yang ekonomi aja pak" ucap El sambil mengeluarkan uang di dalam dompet juga KTP nya.
"Kembaliannya dua puluh lima ribu kak, dan ini KTP nya. Terima kasih" jawab bapak itu sambil menyilangkan tangan kanannya. El mengangguk sambil tersenyum, lalu berjalan ke arah peron.
Satpam memeriksa tiket El, meneliti waktu dan tanggal.
"Maaf kak, untuk yang pemberangkatan ini tunggu tiga puluh menit lagi baru boleh masuk. Silahkan tunggu di ruang tunggu" kata satpam itu sambil menunjuk ruang tunggu dengan tangannya sopan.
"Baik pak, terima kasih" kata El sambil tersenyum.
Di ruang tunggu hanya ada beberapa orang saja, tempat duduk El kosong, kakinya selojoran di bangku kosong tersebut. El baru sadar kalau perutnya dari kemarin belum terisi.
"Huuufft.... laperrr" dia memegangi perut kosong nya. Lalu dia ingat kantong plastik yang di berikan ibu tadi.
:Lumayan juga buat mengenyangkan perut, jagung, kacang rebus sama ubi." El segera membuka dan memakannya.
Lewat tiga puluh menit El baru sadar dengan adanya panggilan untuk penumpang kereta tujuan ke kota. Sebelum dia masuk, dia beli air mineral di mini market yang letaknya di belakang tempat duduknya.
El segera berjalan menuju ke dalam sambil menyodorkan KTP dan tiketnya ke arah petugas yang berjaga.
"Silahkan masuk kak" kata petugas yang berjaga itu.
"Trima kasih pak" ucap El melangkah masuk menunggu kereta yang sebentar lagi datang.
__ADS_1