
Ujian tinggal tiga hari lagi, El semakin giat belajar, bahkan godaan ketiga sahabatnya untuk ke cafe pun tidak pernah di gubrisnya. Dia berharap mendapat nilai yang terbaik di ujian nanti.
Tok... Tok... Tok...
" Dek, makan dulu" bunda memanggil sambil mengetuk pintu kamar El.
"Bentar bun, nanggung, sepuluh menit lagi" teriak El dari dalam kamar.
"Bunda boleh masuk?" kata bunda lagi.
"Masuk aja bun, ga di kunci" sahut El lagi.
"Aduuuh, anak bunda rajin banget belajarnya" ucap bunda bangga.
"Iih bunda bikin malu aja" kata El sambil melirik bunda yang ada di belakang bangkunya.
"Bunda bangga sama adek, belajar siang malam" kata bunda sambil mengelus rambut El.
"Adek pengen nilai terbaik bunda" ujar El masih fokus ke bukunya.
"Iya, bunda tau, tapi tidak boleh lupa makan dong" ucap bunda lembut.
__ADS_1
"Sudah selesai" tangan El mengepal ke atas, tanda kebebasan.
"Ayo makan dulu" bunda mulai berjalan ke arah luar, di susul El sambil melingkarkan tangannya di tangan bunda, lalu menyadarkan kepala di bahu bunda.
"Duuuh, manjanyaa, gimana kalo besok punya pacar" goda bunda sambil tertawa.
"Iih bunda, adek ga mau pacaran dulu, kaya kata bunda, pengen kuliah juga" ucap El sambil mencium pipi bunda.
"Bagus dong, nikmati masa muda adek dulu" kata bunda sambil melepas tangan putrinya.
"He em" sahut El lagi, sambil tersenyum.
"Mbok, ayo makan dulu" kata bunda sambil menoleh ke arah belakang.
***
Seperti biasa mereka selalu makan bertiga, sambil mereka makan bunda tampak serius.
"Bun, bunda kenapa?" tanya El khawatir melihat raut wajah bunda.
"Dek, bunda lusa ke rumah eyang putri, abang tadi telepon, eyang sakit, sore tadi di bawa ke rumah sakit sama abang" sela makan malam bunda membuka suara.
__ADS_1
"Malam ini sampe besok bunda selesaikan, jahitan yang kejar tayang, Bunda usahakan bisa selesai. Jahitan yang lain di selesaikan mbak Tia sama mbak Ririn. Lagian kak Rani sama bang Jun bisa perginya sabtu" sambung bunda.
"Eyang sakit apa bun?" tanya El tampak khawatir.
"Belum tau dek, besok tanya abang, karena hari ini mau di observasi" kata bunda nya lagi.
"Bunda lama disana?" tanya El sambil menumpuk piring kotor.
"Bunda belum tau dek, doain aja eyang putri cepat sembuh ya" kata bunda lemah.
"Udah non biar mbok aja, non lanjut ngobrol aja sama ibu" kata mbok Mar sambil mengangkat piring-piring kotor di meja, melihat El berdiri.
"Makasih mbok" ucap El.
"Iya bun, adek pasti doain eyang putri, biar beliau cepet sehat, bunda jangan sedih ya" hibur El untuk bunda nya.
"Ya udah, adek belajar lagi, bunda mau lanjutin jahitan" kata bunda sambil tersenyum.
"Iya bun, tapi jangan malam-malam ya? Jaga kesehatan bunda, kan mau ke rumah eyang" kata El memohon.
"Iya sayang" jawab bunda nya sambil mengelus pipi putrinya.
__ADS_1
El pergi ke kamar, akan melanjutkan belajarnya, tapi sebelum itu, dia mengambil smartphone nya, melihat apakah ada pesan masuk.
"Abang" gumam El lirih, dalam hati nya bersorak. Karena kesibukan abang, terlebih El sendiri juga sibuk dangan sekolah, belajar, les setiap hari, membuat mereka jarang berkomunikasi. Saat seperti ini yang di tunggu-tunggu El.