Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Mencari El


__ADS_3

"Ibu..." mbak Ririn, mbak Tia, sama mbok Mar keluar menyambut kedatangan bunda, lalu membawa barang bawaan nya masuk.


Bunda yang tidak sabar ingin segera bertemu El, langsung memanggil mbak Ririn yang baru keluar dari belakang, setelah menaruh travel bag bunda.


"Rin... Eehmmm... sahabat El adakan yang tetangga kamu? Mita.. ya Mita " raut wajah bunda tegang.


"Iya buk... Mita, gimana? Ada apa buk... lho El mana kok ga ada?" tanya mbak Ririn sambil melihat ke sekelilingnya, tidak terlihat El di sana.


"Justru itu bunda tanya tentang Mita mbak, kalo boleh kami tau, rumahnya sebelah mana?" kak Rani menyahut, tak tega melihat kondisi bunda nya.


"Satu gang sama saya, rumahnya samping saya, selisih dua rumah, rumahnya yang cat kuning" mbak Ririn masih bingung, belum tahu apa yang terjadi.


"Ya udah, makasih infonya mbak, ayo bun, bang" ajak kak Rani.


"Axel di rumah sama sus ya, mama pergi bentar sama uti, sama om mau jemput ate dulu ya" pamit kak Rani, lalu mencium pipi putranya, Axel mengangguk sambil tersenyum.


Abang melajukan mobilnya menuju rumah Mita, hatinya makin berdebar, berharap ketemu dengan El lagi.


"Dek, abang kangen... Abang sayang sama El" batin abang sambil menghela nafas berat. Kak Rani menunjukkan arah ke rumah mbak Ririn.


"Ntar di depan gang yang ada warungnya belok kiri bang" kak Rani sambil menunjuk gang yang di maksud.

__ADS_1


"Nih rumah mbak Ririn, berarti maju dua rumah lagi... tuh bang rumahnya" kata kak Rani bersemangat.


Mereka turun dan melihat Mita sedang mengeluarkan motor maticnya.


"Bunda...?! Masuk bun" Mita menstandartkan motornya lagi, kening nya berkerut melihat bunda El datang.


"Mit... El ada di sini ga?" tanya bunda lirih.


"Ga ada bunda, emang ada apa dengan El?" tanya Mita lirih, dan panik ketika melihat bunda menitikan air mata.


"Mit.. Bunda bisa minta tolong di tanyakan ke temen-temen kalian?" bunda meraih tangan Mita, memohon.


"Bentar ya bun... Mita coba telepon Cindy sama Della dulu" Mita meraih smartphone nya.


Tut... tut... tut...


Mita : "Cin... apa El ada sama lo?"


Cindy : "Lho emang El udah pulang dari rumah eyangnya? Kok tanya sama gue.. Emang kenapa sama El, palingan jyga sama abang tersayangnya"


Mita : "Ya udah, kapan-kapqn gue cerita sama lo. Bye"

__ADS_1


Cindy : "Eh... Mit... Yaaah.... maen tutup-tutup aja" Cindy kesal karena belum dapat penjelasan dari Mita.


"Ga ada sama Cindy bun, coba Mita telepon Della" ucap Mita sambil mencari nomer Della, di kontak smartphone nya bunda mengangguk masih tampak tegang.


Tut... tut... tut...


Sudah tiga kali Mita coba hubungi Della, tapi tidak di angkat juga, Mita menghela nafas.


"Ga di angkat bun..." kata Mita sambil mencoba sekali lagi, tapi nihil.


"Mit, apa boleh bunda minta tolong lagi? tanya bunda dengan mata sayu.


"Iya bun, apa? Mita melihat wajah bunda sahabatnya yang sangat kusut.


"Apa bunda bisa minta tolong di anter ke rumah Della?" harap bunda ke Mita.


"Iya bun, Mita antar sekarang, tapi Mita bawa motor ya, masalahnya kebetulan Mita ada keperluan juga keluar" kata Mita sambil berdiri.


"Iya Mit, sebelumnya makasih ya, bunda ngerepotin Mita" kata bunda tersenyum ke arah Mita.


"Bunda tenang aja, Mita sering bikin repot El" kata Mita sambil nyengir.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat bun, nanti abang ikutin Mita ya" kata Mita sambil memakai helm, setelah mengunci pintu rumahnya.


__ADS_2