Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Curhat


__ADS_3

Dua minggu berlalu dari kejadian itu, selama di rumah sakit pak Arya juga istrinya sering membezuk El. Mereka menjadi keluarga, bahkan abang pun sudah masuk kerja karena El yang memaksa. El minta abang kerja sebagai ucapan terima kasih untuk pak Arya, dan setiap pulang kerja abang langsung ke rumah sakit untuk menemani El.


Dan sore itu, pak Arya datang sendiri membawakan roti dan parcel buah. Karena tidak bisa mengetuk, pak Arya langsung mendorong pintu kamar El, dan menyaksikan El dan abang sedang berpelukan mesra.


"Ma.. maaf... maafkan saya" pak Arya mematung menyaksikan kakak beradik melakukan hal itu.

__ADS_1


"Maaf pak Arya... ehmm ini bukan seperti yang bapak kira, silahkan masuk pak" ucap abang canggung, pak Arya mendekati mereka dan menyerahkan barang bawaannya ke tangan abang, abang menerimanya lalu meletakkan di atas meja samping tempat tidur El.


"Saya bisa jelaskan semuanya" abang menyodorkan bangku di sisi kiri ranjang, dan abang mengambil satu lagu untuknya.


"Pak... saya sama El bukan saudara kandung, El di angkat anak oleh ayah dan bunda dari bayi, karena ibunya tidak sanggup merawatnya. Awalnya eyang kakung menolak El, dan marah besar karena eyang tidak tahu siapa ibu kandung El. Takut El dari keluarga yang tidak jelas, mulai saat itu, saya berjanji akan menjaga El. Dan kami di pisahkan karena ayah meninggal saat saya masih SD, saya tinggal bersama eyang sebagai pengganti ayah. Kata orang-orang saya mirip ayah. Dan saya baru saja kembali ke kota ini, hampir sekitar dua bulan lalu, setelah eyang meninggal. Dan saya baru menyadari jika saya sudah jatuh cinta dengan adik angkat saya. Beberapa minggu lalu saya nembak El, tapi di tolak karena takut bunda ga merestui. Dan kemarin saat di sini, setelah sadar dari koma nya, saya kembali nembak El di deoan bunda dan kak Rani, bunda sudah merestui hubungan kami pak." Abang memberi penjelasan panjang lebar. Pak Arya manggut-manggut mendengarkan dengan seksama.

__ADS_1


"Amin... terima kasih doanya pak, terima kasih juga karena bapak sudah banyak membantu untuk kesembuhan El, sebenarnya pada saat El kecelakaan, juga bukan sepenuhnya salah bapak, El mungkin juga tidak konsentrasi saat mengendarai motor, setelah melihat saya dan teman perempuan berboncengan, itu alasan kami menolak bantuan dari bapak" kata abang menatap pak Arya yang sedang melipat tangan memperhatikan abang bercerita.


"Jadi ceritanya El cemburu sama abang ya?" goda pak Arya yang membuat El bersemu merah, di sambut tawa abang.


"Begini Bima... bapak bertanggung jawab atas El itu karena bapak punya trauma masa lalu. Bapak memiliki tiga anak, yang pertama putri, yang sekarang menjadi warga negara Amerika mengikuti suaminya dan juga mengelola usaha yang bapak bangun di sana. Yang kedua, laki-laki yang baru saja menikah tiga bulan lalu, dan sekarang menetap di Singapore, dan yang ketiga... laki-laki yang taun lalu karena kecelakaan yang di alaminya, dia menjadi korban tabrak lari saat pulang dari acara bersama teman-temannya. Teman-temannya berpisah dengannya pukul satu pagi, dan anak bapak di temukan jam empat pagi, oleh orang yang mau berangkat ke pasar. Selama dua bulan bapak depresi, setelah bapak kembali bangkit, mulai sejak saat itu juga, bapak berjanji mencari keadilan untuk korban kecelakaan, sudah tiga orang yang bapak bantu carikan pengacara untuk keadilan bagi mereka" mata pak Arya tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


"Sabar ya pak, putra bapak pasti bangga pada bapak" kata abang, melihat pak Arya menyeka air matanya.


__ADS_2