Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Cita-cita


__ADS_3

El mencuci piring dan gelasnya sendiri, karena bunda selalu mengajarkan mandiri ke anak-anaknya walaupun ada assiten rumah tangga yang bisa saja di mintain tolong. Setelah selesai, El berlari ke arah kamar mencari smartphone nya. Dan kembali kecewa, karena melihat belum ada balasan dari abangnya.


El berganti celana panjang dan jaketnya, mengambil kunci motor bunda. Kembali berjalan menuju ruang jahit tanpa semangat.


"Bun, mana jahitan yang harus di antar?" tanya El di depan pintu.


"Itu dek, yang plastik putih, uangnya sudah di bayar tadi pagi" ujar bunda, sambil tetap fokus ke arah mesin jahit.


"Adek berangkat bun" ucap El melangkah keluar ke arah garasi.


"Ati-ati nak" pesan bunda.


***


Setelah kembali mengantar jahitan, El kembali ke dalam kamar menatap smartponenya sudah ada pesan masuk.


"Abang : "Iya, sama-sama dek, adek suka?" tanya abang sambil memberi emot peluk. "Boneka nya beli di mall kemarin, sekalian cari buku" sambungnya di baris berikutnya.

__ADS_1


El : "Suka banget banget bang, adek kangen" El mengirim dengan emot menangis. Sambil menatap boneka yang barusan di kirim abang dan memainkannya.


Abang : "Bentar lagi adek kan ujian, abis ujian libur, datang kesini lah"


El : "Siap!" balas El sambil memberi emot polisi wanita.


Abang : "Ya udah, abang masih di kampus, sibuk menyiapkan sripsi"


El : "Iya deeh, semangat ya bang" kembali mengirim emot hati dan tangan mengepal ke atas. Di balas emot cium dari abang.


***


El : "Ini group sudah kaya pasar"


Della : "Eeeeh.... Cinderella muncul, jangan-jangan sepatu kacanya sudah di bawa si babang pangeran tamvan ke rumah"


Cindy : "Upik Abu kata putri kodok" Lalu semua kirim emot ketawa. Masih lanjut saling balas di group.

__ADS_1


***


Seperti biasa El makan malam dengan bunda dan mbok Mar, yang sudah di anggap keluarga. Sebenarnya di masa tua mbok Mar, kedua anaknya, sudah sering mengajak ibunya untuk tinggal bersama mereka. Tapi mbok Mar yang setia, selalu menolak, karena sudah sangat senang dengan pekerjaannya dan sikap baik majikannya.


"Dek, adek setelah ini mau lanjut kemana?" tanya bunda lembut.


"Boleh ga bun, adek ambil Diploma tiga, tata boga?" El balik bertanya.


"Adek yakin, kan adek bukan dari SMK tata boga?" tanya bunda lagi.


"Yakin bun, kan adek suka masak, adek juga sudah konsultasi sama wali kelas, dan beliau bilang, lebih baik ambil bidang yang adek sukai" ujar El, sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


"Lagian adek punya impian punya toko roti dan snack, sama rumah makan dengan tema keluarga bun" imbuh El sambil matanya menerawang.


"Ya udah kalo adek yakin, bunda, kakak dan abang hanya bisa mendukung, nanti bunda akan bahas di group keluarga" sahut bunda sambil tersenyum. El mengangguk senang.


"Mbok doain, non El sukses kaya non Rani" ujar mbok Mar yang sedari tadi menyimak pembicaraan kedua majikkannya.

__ADS_1


"Amiiiiin" sahut bunda dan El, sontak mereka tertawa bersamaan.


El bersyukur karena walaupun bunda single parent, beliau mengajarkan hal-hal baik, tata krama, sopan santun, dan bagaimana bersikap. Keluarga El adalah keluarga yang hangat, biasa saling terbuka satu dengan yang lain, saling curhat, karena bagi mereka keluarga tidak akan menjerumuskan, dan saling melengkapi. Belum tentu teman-teman El, yang memiliki orang tua lengkap mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan dalam keluarga yang sama seperti dia.


__ADS_2