Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Nembak


__ADS_3

"Mau makan apa dek?" tanya abang di tengah perjalanan.


"Terserah abang" jawab El.


"Kalo terserah abang, abang ga nanya adek, kan adek yang tinggal di sini, abang ga tau tempat makan enak" kata abang.


"Bakso langganan adek sana teman-teman mau?" El balik bertanya.


"Iya deh" jawab abang, lalu El menunjukkan lokasinya.


"Rame banget gini dek?" tanya abang heran.


"Itu karena enak bang" kata El penuh semangat.


"Kita cari tempat dulu yuk" Abang mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"Tuh bang di pojok, ada bangku kosong" tunjuk El mengarahkan jari nya ke arah bangku panjang kosong.


"Cieee... lagi sama yayang nih..." bisik Dila yang berdiri, setelah selesai makan di sana.


"Eh Dil, sama siapa lo?" tanya El melirik ke cowok di samping Dila.

__ADS_1


"Sama temen gue, kenalin nih" ucap Dila melihat ke arah cowok di sampingnya.


"Temen tapi mesra" celoteh El lalu menutup mulutnya karena keceplosan. Lalu mereka saling berkenalan, begitu pun abang dengan cowok itu.


"Lo dah selesai Dil?" tanya abang melihat mereka sudah akan keluar.


"Iya bang, Dila duluan ya bang... El" Dila pamit ke El dan abang.


Mereka berpisah, El dan abang duduk, tidak lama pesanan yang mereka pesan saat mereka masuk tadi sudah datang.


***


"Sekarang bagus ya taman ini, berubah banget, dulu ayah pas ga piket, kadang ngajakin kita ke sini. Kamu inget dek?" tanya abang menatap lembut wajah El.


"Lupa-lupa inget bang" El mencoba mengingat tapi sedikit memory nya tentang ayah.


"Dulu belum seramai ini, dulu yang main ke sini kebanyakan orang tua yang ngajak anak-anaknya main. Sekarang buat pacaran" abang tertawa kecil melihat sekeliling tempat itu.


"Ya semua pasti berubah bang" oceh El yang heran melihat abang tertawa.


"Ada satu yang ga berubah" ujar abang asal, El mengerutkan dahi.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong adek udah berani pacaran ya sekarang" pancing abang melirik El.


"Siapa yang pacaran?" ucap El yang mengerucutkan bibirnya.


"Itu, cowok yang kemaren nyamperin ke rumah" kata abang, dengan kilatan api di matanya.


"Gio?" tanya El.


"Oo... namanya Gio?" suara abang terdengar parau.


"Temen adek satu kelas" ujar El menerangkan.


"Dia suka sama kamu" lambang mendengus kesal.


"Dia udah ngomong ke adek, tapi udah adek tolak" kata El jujur, abang terlihat lega.


"El... abang mau jujur sama kamu" ada keraguan di hati abang, dia menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya pelan. Badan El menegang ada tanda tanya di hatinya.


"Abang jatuh cinta sama kamu, dari El masih bayi, awalnya abang mengira ini hanya pemikiran seorang abang yang mau menjaga adiknya... Tapi lama kelamaan abang merasakan sesuatu yang aneh, yang ga bisa di gambarkan dengan kata-kata. Abang ga tau apa namanya, tapi setelah kemarin abang melihat kamu sama Gio, abang baru tau kalo itu namanya cemburu... Selama ini abang belum pernah jatuh cinta, jadi abang baru menyadari nya." setelah abang mengungkapkan isi hatinya dia memegang tangan El yang masih mematung tak percaya.


"El... maukah kamu jadi pacar abang?" tanya abang menggenggam tangan El erat. Walau pun El sudah bisa menebak apa yang akan di sampaikan abang, tapi tetap saja dia terkejut. Dan sama sekali dia tidak mempersiapkan diri untuk itu.

__ADS_1


__ADS_2