Jatuh Cinta Dengan Abangku

Jatuh Cinta Dengan Abangku
Cemburu


__ADS_3

Setelah mama Della masuk ke dalam peron, Della mengajak teman-teman nya kembali menuju mobil, kali ini El duduk di sebelah Della dan menatap lalu lalang orang datang dan pergi, dia menikmati bagaimana aktifitas di dalam stasiun itu. Dan mata El menangkap sosok yang tidak asing baginya.


"Abang" gumamnya, hampir sebulan sosok itu di rindukannya.


"El, bukannya itu abang lo, tapi kok sama cewek, siapa dia El" Mita menyadarkan El, karena begitu fokus ke arah pria yang di cintanya.


"Kak Lila" El menelan salivanya, banyak pertanyaan dalam pikirannya.


"Dia temen kuliah abang, yang ngejar-ngejar abang dari semester satu" ucap El lirih.


"Kenapa abang bersama kak Lila? Kenapa mereka kelihatan mesra? Bukannya abang tidak pernah suka padanya? Kenapa dan kenapaaaa...." teriak El dalam hatinya.


"El... El..." Della menoleh ke arah El, dan memberi kode ke teman-teman nya jika El menangis.


"Lo yang sabar ya El, mungkin ini ujian buat lo, gue yakin abang lo ga akan tergoda cewek ganjen kaya dia" kata Cindy menenangkan El.


"Del, tolong anterin gue pulang ya... plisss..." ucap El memohon.


"Lo ga nginep tempat gue?" tanya Della meyakinkan, khawatir El tidak ada yang menghibur jika di rumahnya.


"Sorry ya Del" El tertunduk dan mengusap air matanya.

__ADS_1


"Ya deh, tapi kalo ada apa-apa kabarin kita ya" pesan Della, di sambut anggukan El.


Selama perjalanan menuju rumah El, tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka prihatin dengan keadaan El.


***


"Thank you ya Del, sorry ya temen-temen, gue ga bisa bareng kalian" kata El sedih.


"Jujur kita sedih ga bisa hibur lo El, tapi kita berharap lo bisa nenangin diri di rumah" kata Cindy menguatkan El, El mengangguk dan memejamkan matanya rapat.


"Bye El" mereka melambaikan tangannya ke arah El, El membalas, dan berlari ke dalam setelah mobil Della berlalu. Di dalam rumah hampir saja menabrak bunda, bunda heran melihat El masuk terlihat sedih.


"El, kenapa kamu dek" panggil bunda.


"Dek, bilang sama bunda, ada apa" bunda semakin khawatir melihat kondisi El.


"Adek mau sendiri dulu bun... maaf, adek mau ke kamar" El meninggalkan bunda yang menatap nya penasaran.


***


Bunda menuju ruang kerjanya, mencari smartphone nya, dan beliau terlihat serius menatap smartphone nya.

__ADS_1


Bunda : "Mita, maaf, bunda mengganggu, ada apa dengan El, kenapa setelah pulang dia menangis terlihat sedih, apa yang terjadi, tolong jelasin ke bunda. Bunda khawatir."


Mita : "Maaf bun, tadi kami melihat abang, sama cewek lain, El sedih trus minta di anterin pulang.


Bunda : "Owh... oke makasih ya Mit, sampaikan ke Della, maaf El sudah merepotkan"


Mita : "Iya bun, ga papa, semoga El baik-baik aja"


Bunda : "Makasih ya Mit, salam buat teman-teman mu"


Bunda meletakkan smartphone nya, beliau baru ingat kemarin abang bilang jika hari ini mau pulang.


Menjelang makan siang, abang datang langsung menuju ruang kerja bunda lalu mencium tangannya.


"Gimana kabar keluarga di kampung bang?" tanya bunda lembut.


"Baik semua bun, bunda dapat salam dari budhe" kata abang, lalu bunda tersenyum.


"Makan bang?" tawar bunda.


"Iya bun bentar, taruh tas dulu, El mana bun?" abang mengedarkan pandangannya, bunda berdiri mendekatinya.

__ADS_1


"Temui adik kamu dulu bang, ajak juga makan siang sekalian" perintah bunda, sambil berjalan menuju ke arah dapur.


"Iya bun, abang mandi dulu" berjalan menuju kamarnya, lalu membersihkan badannya.


__ADS_2