
"Masih ngambek?" tanya Satria yang kini tengah meminta Shayu memasang kancing kemeja untuknya tetapi tidak digubris malah diam melamun.
Sebenarnya gadis itu tidak ngambek perkara toko susu, tapi dirinya berpikir keras apakah benar jika semalam ia tidur dengan begitu merusuh. Sampai dia tidak fokus dan kini berujung melamun.
"Sayang, mikir apa?" tanya Satria lagi yang kini sudah berdiri dihadapan Shayu. Gadis itu mengangkat kepala dengan mulut menganga. Masih diam dengan wajah polos membuat Satria semakin gemas.
"Kamu kenapa, hhmm? Katanya takut telat, kenapa malah diam saja? Ayo bangun!" ucap Satria gemas melihat Shayu yang malah duduk santai di atas tempat tidur.
"Iya," jawab Shayu yang kemudian beranjak dari kasur. "Eh ini kenapa belum dipasang kancing kemejanya? Mau pamer atau bagaimana?" tanya Shayu dengan menggerutu dan wajah ditekuk. Padahal jika dilihat dari rona wajahnya, kini wajah gadis itu terlihat memerah.
"Tidak usah buang muka! Sudah mulai belajar meraba-raba kan? Bararti tidak masalah jika melihatnya. Ayo pasangkan! Besok belajar menyiapkan pakaian aku ya. Dikit-dikit belajar melaksanakan tugas istri. Agar tidak hanya pintar di sekolah, di rumah pun jago mengurus suami."
"Harus begitu?" tanya Shayu polos. Gadis itu segera berjinjit dengan perlahan meriah kancing kemeja suaminya. Rasanya tidak mungkin jika dalam keadaan sadar dia meraba-raba. Shayu yakin itu rohnya yang jelalatan ingin merasakan dada bidang dengan roti sobek yang menggiurkan.
"Nggak harus juga, tapi jika aku meminta apa tidak mau melaksanakannya? Bukannya pahala menuruti perintah suami?"
"Termasuk membuka toko susu?"
Satria tercengang mendengar pertanyaan sang istri. Sontak pandangannya mengarah pada dada Mashayu dengan helaan berat yang keluar dari nafasnya. "Kita coba nanti malam, dibuka sedikit buat kenalan. Hanya toko susunya saja dulu. Memberi vitamin untuk suami pun pahala loh."
"Pahala macam apa? Modusin istri sepertinya akan menjadi pahala jika dengan anda." Shayu segera melangkah mengambil tas dan keluar kamar. Bahaya jika terus membahas susu di pagi hari. Bisa-bisa otaknya tak henti dari persusuan dan berujung telat sekolah.
Sampai di sekolah Shayu dikejutkan dengan beberapa foto yang menunjukkan kedekatannya dengan Satria. Bukan hanya saat dia berboncengan, tetapi juga saat dia sedang berada di halaman rumah dan ada juga yang berada di dalam mobil. Tidak ketinggalan foto saat dia, Arta dan Satria berada di taman saling menggenggam.
Desas-desus dari beberapa murid pun mulai terdengar. Kabar pernikahan tak terelakan membuat Shayu mendadak bungkam. Dia yang selalu bisa membela diri, kali ini tak mampu hanya untuk berucap sepatah kata pun.
Cakra yang berjalan disampingnya pun tak menyangka foto itu bisa tersebar di mading sekolah. Pemuda itu menoleh ke arah Shayu yang melangkah perlahan dengan memperhatikan satu persatu dari foto tersebut.
__ADS_1
"Shay..."
"Kenapa bisa bocor begini Cak?" lirih Shayu dengan wajah merona. Perlahan langkahnya sampai di depan mading dan ia mengambil salah satu foto itu. Foto dimana dirinya sedang memeluk Satria di atas motor. Ada juga yang memperlihatkan Satria tengah mengecup pipinya di halaman rumah.
"Ada yang tidak beres, siapa yang mengambil gambar ini dan menyebarkan di sekolah?" Cakra geram, dengan cepat dia mengambil foto-foto tersebut hingga habis tak tersisa. Sedangkan Shayu masih diam dengan manatap foto tersebut.
"Oh jadi diam-diam menikah."
"Kelihatannya musuhan, tapi di rumah bermesraan."
"Laporan aja ke Kepsek, biar dikeluarkan sekalian.
"Sudah ramai juga kok di group wa, malah awalnya dari sana."
"Oh berarti sudah viral, atau jangan-jangan hamil duluan. Makanya menikah muda."
"Kasihan Arta, hubungan mereka hanya dijadikan kedok saja untuk menutupi hubungan terlarang dengan Pak guru."
"Karna tampan sampai rela menyerahkan keperawanan. Fiks itu gatel namanya!"
"Diam!" sentak Shayu dengan nafas memburu mambuat beberapa sisiwi yang sedang membicarakannya terkejut. Begitupun dengan Cakra yang segera mengejar Shayu saat melihat iparnya dengan langkah panjang mendekati sekumpulan siswi yang sejak tadi membahas Shayu.
"Kalian! Jika tidak tau apa-apa jangan asal berbicara! Tau apa kalian dengan hidup aku?" tanya Shayu dengan penuh keberanian, kemudian dia menoleh ke arah salah satu anak kelas IPS yang bermulut tajam. Shayu tau gadis itu suka dengan Arta tetapi cintanya tak tercapai. Dengan emosi Shayu menjambak rambut gadis itu hingga membuat kepalanya mendongak dengan mulut menganga.
"Siapa yang hamil diluar nikah? Siapa?" sentak Shayu, hingga mengundang murid lain berdatangan mengelilingi mereka dan menjadikan mereka tontonan gratis.
"Kamu! Semua juga tau jika kamu itu sebenernya murah! Gimana bisa menikah dengan Guru sendiri jika kamu tidak menggoda dan menjebak Pak Satria. Dia guru kalem dan selalu menjaga sikap pada siswinya. Jadi fiks memang kamu yang bermain curang!"
__ADS_1
Mendengar itu Shayu melepaskan jembakannya dengan kasar. Sementara sejak tadi Cakra ingin masuk ke dalam segerombolan murid-murid disana tetapi begitu sulit karena para cewek-cewek tidak mau memberi jalan.
"Mati aku, Shayu dalam masalah jika sampai baku hantam!" ucap Cakra dengan wajah panik.
Mata Shayu sudah berkaca-kaca, tak hanya satu dua orang yang menyetujui apa yang dikatakan oleh gadis bermulut pedas itu. Hampir semua yang menonton perdebatan mereka pun mengiyakan dan membully dirinya.
"Sudahlah Shayu mengaku saja, kamu sudah hamilkan sekarang? atau setelah lulusan malah sudah akan lahiran?"
"Korban drama series begitu, hamil saat wisuda. Tidak lucu sekali, orang kaya hidupnya ternyata banyak drama."
"Diam kalian semua! Aku tidak seperti yang kalian pikirkan. Apa lagi sampai hamil di luar nikah! Siapa yang telah menyebar foto ini? Siapa?" sentak Shayu lagi membuat murid semakin ramai mendekati.
Cakra semakin sulit untuk menembus padatnya murid di sana. Sementara Topan yang baru datang dibuat bingung dengan apa yang terjadi.
"Ada apa to ramai sekali? Ada demo masak?"
"Demo masak gundulmu! Shayu sedang ada masalah, dia difitnah hamil duluan. Kita harus selamatkan dia dari bully-an lampir-lampir itu!" seru Cakra.
Namun, tak lama para guru datang mendekat, beserta kepala sekolah yang baru tiba di sekolah. Disana pun ada Satria yang ikut menghampiri dan penasaran dengan apa yang terjadi.
"Ada apa ini?" seruan dari kepala sekolah membuat para siswi menoleh ke sumber suara. Begitu pun dengan Shayu yang sudah berantakan karena saling jambak dengan anak IPS yang bernama Desi.
"Kenapa kalian ribut-ribut?" tanya Kepala sekolah lagi membuat kerumunan murid menyingkir hingga menampakkan dua siswi yang saling beradu pandang dengan nafas memburu.
Satria tercengang melihat penampilan Shayu yang sudah berantakan. Tasnya jatuh ke lantai dengan rambut acak-acakan dan baju yang sudah keluar. Ditambah lagi seruan dari salah satu murid yang membuat rahangnya seketika mengeras.
"Shayu hamil duluan Pak!"
__ADS_1