Jebakan Murid Nakal

Jebakan Murid Nakal
Kita Nonton Ya!


__ADS_3

Entah sudah pagi yang keberapa badan Shayu serasa remuk redam. Setiap pagi selalu ada saja yang ia keluhkan. Rasanya onderdil minta di servis karena setiap malam bergoyang di depan sang suami. Belum lagi siangnya dia harus datang ke bengkel guna membawakan makan siang sekaligus mengawasi suaminya.


Namun berbeda dengan Satria yang setiap pagi tampak sumringah. Mengawali hari dengan penuh semangat dan wajah semakin segar dan tampan. Terlihat semakin berisi dan gagah, sepertinya pelayanan sang istri berhasil hingga mambuatnya semakin menggoda. Tampak bugar dengan dada yang bidang. Bagaimana tidak, jika setiap malam diberi asupan dan olahraga rutin yang membuat tubuhnya terlihat semakin berisi.


"Kamu kok lemes, Sayang? Jadi beli beberapa pakaian buat dibawa ke Amerika? Sudah seminggu lagi loh Yank, kamu belum menyiapkan apapun. Aku antar ya!" Khawatir? Jelas. Sang istri belum ada persiapan apapun karena sibuk dengan kegiatannya menjadi istri yang baik dan Sholehah.


"Bagaimana ada waktu jika bayi besarku saja minta terus dimanja? Aku sudah lelah hingga malas pergi kemana-kemana. Padahal sahabatku semua mengajakku hangout hitung-hitung perpisahan sebelum kami sibuk dengan kuliah dan terpisah jarak."


"Ya sudah hari ini Mas tidak berangkat ke bengkel. Full menemani kamu. Kita ngemall ya sekalian pacaran. Tidak pernah kan jalan-jalan sama aku?"


"Beneran? Kita nonton ya!"


"Hmm apapun buat istriku." Satria nampaknya sudah Ikhlas andai tidak bisa bersama dalam beberapa putaran dunia. Dia harus kuat toh ini untuk masa depan sang istri. Hal baik harus didukung bukan? Dia pun mulai bulan depan akan sibuk karena tak hanya mengurus bengkal saja tetapi Satria pun harus terjun ke perusahaan peninggalan mertuanya. Mungkin memang ini sudah jalannya agar sama-sama fokus dulu untuk masa depan.


"Ayo Mas! Aku semangat banget nich! Hilang sudah lemas, letih, lesu." Nanti kita mampir ke toko itu ya, mau beli lingerie yang macan, sepertinya menantang." Sekarang justru Shayu yang sangat antusias. Dia benar-benar ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya sebelum terpisah jarak dan waktu. Selagi masih ada kesempatan harus dipergunakan sebaik mungkin.


"Iya Sayang, bentar aku ambil jaket dulu ya! Kita motoran aja biar santai. Rok kamu ganti! Pakai celana panjang bukan rok di atas paha begitu. Kamu suka sekali meresahkan kaum Adam," celetuk Satria dengan gemas. Untuk penampilan Shayu belum berubah. Masih berpenampilan sesuka hati, beruntung kemana-mana naik mobil. Jadi sedikit terlindungi dari mata liar pria di jalan.


"Jadi ganti?" tanya Shayu memastikan dengan bibir mengerucut dan itu jelas membuat Satria semakin tak tahan. Membuatnya menyerang dengan brutal hingga membuat istrinya semakin kesal.

__ADS_1


"Mas, lipstik aku! Ikh dasar mesum, nyosor terus!" Shayu menghentakkan kakinya lalu melangkah menuju lemari pakaian. Mengganti outfitnya yang pas guna mengimbangi sang suami yang kini tampak santai tetapi justru menambah ketampanan berkali-kali lipat.


Melihat istrinya yang kembali bersiap, Satria memilih turun untuk memanasi motornya. Dia pun tak lupa membersihkan helm yang akan dipakai oleh Shayu agar tak ada debu.


"Sudah Mas, ayo!"


Satria menoleh, menatap sang istri dari atas sampai bawah. Dia tersenyum dan mengacak gemas rambut Shayu. "Bisa benget, makin oke dan keren. Begini aman kan? Jangan kalah sama Paha ayam kampung!" celetuk Satria yang kemudian memakaikan helm di kepala Shayu.


"Siap?"


"Go!" seru Shayu dengan bersemangat. Kali pertama jalan sama ayang halal. Menciptakan kesan yang berbeda. Shayu memeluk Satria dari belakang dengan begitu erat membuat si empunya tersenyum dibalik helm full face. Sesekali mengusap tangan yang melingkar di perutnya menambah kesan romantis terlihat jelas. Bahkan Shayu senyum-senyum sendiri memikirkan kelakuan mereka yang mengalahkan cabe-cabean.


Sampai di mall tujuan utama Shayu tentunya bisokop. Memesan tiket terlebih dahulu kemudian menunggu jam tayang seraya mencari pakaian yang akan ia bawa ke Amerika Minggu depan.


"Jangan yang terbuka dong Sayang, kan tidak ada aku. Kamu mau mengundang syahwat siapa, hhmm?"


"Kan di sana pasti bebas, banyak yang pakaian begini juga malah lebih parah. Bener tidak di ACC?" tanya Shayu memastikan dan gelengan kepala dari suaminya menjawab pertanyaannya. Shayu pun segera mengembalikan kembali pakaian yang ia pilih. Memilih pakaian lain yang lebih aman dan nyaman. Tentunya mendapat ijin dari suami.


Setelah membeli banyak pakaian untuknya dan Satria. Shayu segera menggandeng tangan Satria kembali ke bioskop karena waktu tayang film mereka sudah akan dimulai. Tak lupa membeli makanan dan minuman untuk cemal cemil di dalam sana lanjut duduk di kursi sesuai yang mereka pesan.

__ADS_1


"Sayang, ini genre romantis loh. Kalau Mas ngajak pulang sebelum selesai gimana?"


"Mas ini tuh romance bukan film gitu-gitu, kamu nich! Masih kurang to tiap malam. Eh siapa tau dari sini aku dapat ilmu buat manjain kamu nanti ya, Mas."


" Nah, Mas suka yang begini. Perhatikan filmynya! Ingat-ingat adegan apa yang berguna untuk dipraktekkan nanti malam." Satria menaik turunkan alisnya. Namun, seketika ia mendapatkan timpukan tepat di kepala dari seseorang. Hal itu sontak membuat mantan guru dan mantan murid itu menoleh ke belakang. Keduanya tertegun saat melihat siapa gerangan yang ada di kursi belakang mereka.


"Kalian!"


"Ssstt... Berisik! Filmnya sudah mau dimulai. Kalian ini malah membahas praktek biologi. Haish... Mau saingan sama yang dipojok sana! Film belum dimulai sudah menjadi tontonan. Indahnya seperti dunia milik berdua, yang lain hanya numpang singgah," celetuk Cakra yang ternyata ada di sana juga bersama dengan kedua sahabatnya yang lain. Mereka bergegas menyusul setelah melihat story wa dari Shayu. Niat hati ingin nimbrung eh malah menganggu orang belajar gitu-gitu.


Sontak Shayu dan Satria menoleh ke arah yang Cakra tunjuk. Begitu terkejutnya mereka melihat adegan plus-plus ada di depan mata. "Berarti yang di bicarakan itu benar adanya. Terkadang tempat hiburan dibuat tempat bikin kecambah. Duh Gusti, nikah aja penak kok malah mencari kesempatan dipojokan. Dasar ndak modal!" ketus Shayu.


"Sudah! Kok jadi kamu yang sewot! Ayo sudah dimulai itu filmynya." Sebenarnya Satria malu sekali karena kepergok adiknya dan murid yang lain. Apa lagi sejak tadi adiknya menatap dengan wajah mengejek.


"Pindah Mas! Biar Arita dibawah sama Shayu, Mas di atas sama kita-kita," ujar Cakra membuat Satria mendadak tak tenang. Terlebih Arita dan Topan yang menyetujui usulan Cakra.


"Kok Mas Satria pindah, kalian nich mengganggu ketenangan dalam berumah tangga. Jangan! Hari ini tuh waktunya aku dengan Mas bojo, hari untuk kalian tuh besok. Kan sudah dibuat jadwal," protes Shayu.


"Jika tidak mau ya sudah. Berarti aku yang duduk di antara kalian berdua."

__ADS_1


"Cakra!" sentak Shayu dengan suara tertahan.


"Aku hanya tidak ingin mataku kembali terkontaminasi dengan adegan mesra kalian," sahut Cakra dengan santai.


__ADS_2