
"Tidurlah dan jangan kemana mana." Ucap Chen sambil memakai jaket nya.
"Mau kemana kau?" Tanya Nayla.
"Aku ada urusan." Jawab Chen singkat lalu ia memakai sepatu nya.
"Cih urusan, urusan sel@ngk@ngan maksud mu!" Cibir Nayla ketus seketika membuat Chen menghentikan aktifitas nya.
"Menurut mu?" Tanya Chen dengan memicing kan matanya ke arah Nayla. Entah mengapa ia tidak menyukai ucapan Nayla meskipun kenyataan nya benar adanya.
"Pergilah, bila perlu tidak usah pulang sekalian. Urus sel@ngk@ng@n kamu itu. Aku doain kamu kena rabies para j@l@ng itu." Ucap Nayla ketus lalu ia merebahkan tubuhnya dan menutupi dirinya dengan selimut.
Entah mengapa sejak kejadian sore tadi ia merasa tidak rela bila Chen pergi malam malam hanya untuk mencari pemuas nafsu, namun ia juga masih takut untuk memberikan dirinya. Nayla masih takut bila Chen akan semakin semena mena dan meninggalkan nya suatu saat nanti.
"Kenapa kau berbicara seperti itu? apa kau cemburu?" Tanya Chen tanpa sadar ia menyunggingkan senyum.
"Hahaha kau bercanda, untuk apa aku cemburu pada mereka, jelas aku tidak selevel dengan para j@l@ng mu itu. Aku jauh di atas mereka so untuk apa aku cemburu." Ucap Nayla.
__ADS_1
"Oh ya. Kalau kau tak cemburu untuk apa kau marah?" Tanya Chen.
"Hahahaa." Lagi lagi Nayla tertawa walau dalam hatinya ia merasa sedikit nyeri. "Aku tidak marah, aku kan sudah menyuruhmu pergi maka pergi lah. Lakukan semau kamu, aku tidak akan marah apalagi cemburu. Walau kita hidup satu atap dan berstatus suami istri tapi kita tetap berbeda. Kita hidup masing masing jangan saling ikut campur. So silahkan kau pergi dengan j@l@ng mu itu." Ucap nayla tanpa sadar matanya berkaca kaca saat mengatakan itu.
Chen yang mendengar ucapan Nayla merasa marah, ia mengepalkan kedua tangan nya denga kuat. Entah mengapa ia sangat tidak menyukai apa yang di ucapkan oleh Nayla.
Dengan perasaan kesal dan marah, Chen tanpa berkata lagi langsung pergi dan menutup pintu kamar dengan kencang hingga membuat Nayla terkejut dan langsung membuka selimut nya.
"Kau memang tidak bisa menghargai ku." Gumam Nayla pelan sambil mengusap air matanya yang entah mengapa keluar tiba tiba.
...🥺🥺...
Yah sore tadi Choi menghubungi Chen bahwa dirinya telah berada di indonesia dan ingin bertemu dengan nya. Dan disinilah mereka, di sebuah club dengan para wanita tentu nya.
"Entahlah, mood jus sedang buruk." Ucap Chen lalu ia mengambil botol minuman dan langsung meneguk nya tanpa gelas.
"Woooo. Hahaha seperti nya mood mu benar benar buru." Ucap Choi tertawa lalu ia memanggil beberapa wanita untuk menemani nya.
__ADS_1
Tak berapa lama datang kah 4 orang anita yang berpenampilan sexy dan terbuka menghampiri Chen dan choi.
Dua wanita itu kini tengah duduk di samping kanan dan kiri Chen untuk menggoda Chen tentu nya. Bila biasanya Chen akan langsung bernafsu saat melihat dua wanita sexy yang memberikan nya sentuhan sentuhan manjah, kini ia malah berekspresi datar. Pikiran nya kembali melayang mengingat ucapan ucapan Nayla tadi.
"Come on bro jangan seperti itu." Ucap Choi lalu ia menuangkan minuman untuk Chen.
"Lihatlah mereka sangat sexy bukan." Ucap Choi lagi.
Untuk sesaat Chen mulai tergoda oleh sentuhan dua wanita di samping nya, ia sampai memejamkan matanya saat salah satu dari mereka mulai menyentuh adiknya dan satu lagi menciumi leher Chen.
Namun saat ia memejamkan matanya malah bayangan wajah Nayla yang memejamkan mata saat ia cium malah muncul dan langsung membuat Chen membuka matanya.
"Shitt! Sial." Umpat Chen dalam hati.
"Pergilah." Ucap Chen langsung menepis tangan dua wanita di samping nya itu.
"Chen mau kemana kau?" Tanya Choi saya melihat Chen mulai beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Pulang!" Jawab Chen singkat tanpa menoleh lagi ke belakang.