
"Menurut kalian aku mesti gimana?" Tanya Nayla cemberut.
"Itu tanda nya kamu sudah mulai ada rasa dengannya." Kata Hanna.
"Dih gak mungkin banget aku menyukai laki laki seperti itu." Sungut Nayla kesal tak mau menerima kenyataan.
"Nay, lo ngerasa cemburu tapi lo gak ma ngaku kalau lo sudah mulai mencintai laki lo." Ucap Chaca.
"Entahlah aku gak tau. Aku pusing." Ucap Nayla sambil mengacak acak rambutnya.
"Aku punya ide." Kata Hanna.
"Apa?" Tanya Nayla semangat.
"Suami kamu kan suka nongkrong di club tuh, bagaimana kalau kita juga ke sana." Ucap Hanna bersemangat.
"Nah cakep tuh!" Kata Chaca setuju.
"Tapi--" kata Nayla ragu.
"Fiks kita jalan sekarang. Kuy cari baju." Chaca langsung menarik tangan Hanna dan Nayla untuk segera pergi ke butik.
__ADS_1
...🥱🥱🥱...
Sesuai dugaan, Chen memang tengah berada du club itu dengan Sisil dan kedua sahabatan nya. Sedangkan Nayla yang melihat itu semakin merasa nyeri kala melihat langsung bagaimana Sisil mencium bibir Chen.
"Kenapa gue ngerasa panas ya disini." Ucap Nayla sambil mengibas Ibas kan tangannya.
"Lo panas karena ngeliat laki lo cip@kan sama cewek hahaha." Ucap Chaca tertawa.
"Sialan." Ucap Nayla cemberut.
"Udah la Nay, kita buat happy hari ini. Chears." Ucap Hanna sambil mengangkat gelasnya di susuk Chaca lalu Nayla. Setelah itu mereka langsung meneguk habis minuman iti.
"Wueee minuman apaan ini njirr." Pekik Nayla. Begitupun Chaca dan Hanna juga bergidik sendiri kala meneguk minuman nya.
"Gila lo Nay, gue gak mau ah kapok gue." Ucap Hanna.
( Saat di dalam club mereka semua langsung ganti bahasa ya pake lo gue padahal biasanya aku kamu )
"Hemm gue juga akan coba sekali lagi." Ucap Chaca lalu ia meminum nya lagi.
"Aaarkkkhh." Pekik Nayla sambil memejamkan mata dan menggelengkan kepala nya setelah meminum alkohol itu.
__ADS_1
Tak jauh dari tempat duduk Nayla cs, rupanya sedari tadi Shiming memperhatikan aktifitas Nayla dari tempat duduk nya. Melihat Chen dan sisil semakin panas akhirnya Shiming memilih diam dan menghampiri meja Nayla.
"Woy mau kemana?" Tanya Choi namun tidak di hiraukan oleh Shiming.
Choi mengikuti arah kemana Shiming berjalan hingga ternyata Choi tau bahwa Shiming menghampiri Nayla.
wait, bagaimana bisa ada nayla di tempat seperti ini. Batin Choi.
'Sepertinya bakal seru nih.' Gumam Choi terkekeh dalam hatinya.
"Nayla." Panggil Shiming yang kini sudah berada tepat di depan Nayla cs.
"Woahh kita kedatangan tamu guys, ini salah satu sahabat nya si kampret hahaha." Kata Nayla yang sudah setengah mabuk.
"Ah ganteng juga Nay." Ucap Chaca juga setengah mabuk. Hanya Hanna saja yang masih waras saat ini. Hanna pun sudah menelfon Arlan untuk menjemput nya ke tempat ini. Jangan tanyakan respon Arlan, tentu saja ia marah karena Hanna mendatangi Club tanpa dirinya.
"Hay Shiming. ah Dokter Shiming maksud ku hahaha, kau disini juga untuk mencari lubang kehangatan seperti si kampret kah?" Tanya Nayla yanh kini mulai beranjak dari duduknya dan menghampiri Shiming.
"Nay kenapa kau mabuk disini?" Tanya shining langsung memegang Nayla kala melihat Nayla hampir terjatuh akibat kesadaran nya hampir hilang.
"Aku hahaha aku mau mencari kesenangan juga hahaha memangnya cuma si kampret doang yang bisa ke tempat seperti ini hahaha." Kata Nayla sambil mencoba berdiri sendiri namun selalu sempoyongan.
__ADS_1
"Kamu bilangin itu ke sahabat kamu. Aku juga bisa mamerin bekas kismark di leher ku. Lihat saja nanti hahaha." Kata Nayla terus meracau tidak jelas. Tanpa kedua nya sadari bahwa ternyata Chen sudah berdiri di belakang Shiming dan mendengar ucapan Nayla.
Chen pun langsung meraba lehernya dan baru menyadari bekas percintaan nya dengan Sisil yang membuat Nayla mendiamkan nya.