Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Nayla dan Hanna


__ADS_3

"Nay, kamu beneran gak mau ketemu suami kamu?" Tanya Hanna. Saat ini Nayla tengah berada di kosan Hanna.


"Aku sudah bertemu dia Han," jawab Nayla dengan menghela napasnya berat.


"Dimana?" Tanya Hanna mengerutkan dahinya.


"Di kantor suami Jenar, sama di rumah, makanya aku kesini karena dia sepertinya tau aku di rumah nya. " kata Nayla lirih.


"What! Serius?" Ucap Hanna heboh. saat ini Hanna dan Nayla berkerja paruh waktu di Pranata group. Tentu saja atas bantuan Jenar. Awalnya Jenar ragu untuk membantu Nayla namun ia juga tidak tega melihat sahabat nya terus terpuruk. Nayla bekerja karena tidak ingin terus bergantung kepada mertua nya. Dan juga dia merasa aman saat berada di kantor Pranata.


Tapi tanpa dia duga dan sangka ternyata Chen datang ke kantor Pranata Grup bahkan tadi mereka hampir bertemu.


"Nay, mau sampai kapan sih kamu kaya gini? Bukan aku ngusir kamu ya Nay. Tapi kan kamu tau sendiri kalau suami kamu itu gak salah. Bukankah gak baik Nay kalau kalian saling menyiksa diri masing-masing begitu? Dan aku yakin dia juga pasti sudah stres nyariin kamu." Ucap Hanna panjang lebar membuat Nayla langsung terdiam.

__ADS_1


"Kamu gak boleh egois begini Nay, kamu harus kasih dia kesempatan lagi. Aku yakin kok suami kamu sudah berubah. Nayla, se kampret-kampret nya suami kamu, teman nya itu yang lebih kampret!" Imbuh Hanna. "Dan aku yakin suami kamu sesat gara-gara teman nya."


"Astaga Hanna," Nayla memijit pelipis nya yang mendadak pusing saat mendengar ocehan Hanna untuk kesekian kalinya.


"Nayla, kamu mencintai Chen kan?" Tanya Hanna.


"Kalau kamu gak mencintai nya, kamu pasti akan mengikuti Shiming dan mertua kamu ke China, tapi kamu memilih bertahan disini dan terus memantau perubahan Chen, iyakan?" Tanya Hanna.


"Lagian kan sudah di bilang sama dokter, kanu itu gak boleh stres dan kecapean. Udah deh Nay kamu kembali sama Chen dan berhenti bekerja. Aku tau kalian itu saling mencintai tapi ego kamu terlalu tinggi." Ucap Hanna kesal.


"Kamu gak suka kalau aku disini ya Han?" Tanya Nayla lirih.


"Bukan begitu Nayla, tapi aku tuh gak tega lihat kamu kaya gini. Kamu terus pindah pindah tempat untuk menghindari orang yang kamu cintai. Buat apa kamu menghindari Chen kalau kamu selalu memata-matai dia juga," ucap Hanna tak Habis pikir dengan sahabat nya.

__ADS_1


"Hanna ... " panggil Nayla pelan dengan wajah memelas nya.


"Apa?" Tanya Hanna dengan wajah yang sulit untuk di artikan. Hanna selalu memiliki firasat buruk kala Nayla sudah memanggilnya sepertu itu.


"Ketoprak," cicit Nayla pelan sambil mengerjapkan matanya berkali kali.


"Tuh kan, apa aku bilang. Selalu ujung nya gak enak kalau manggil begitu tuh," ucap Hanna dengan kesal namun ia juga langsung beranjak dari duduknya dan mencari keberadaan kang ketoprak!


Seperginya Hanna, Nayla menatap langit-langit kamar itu sambil memikirkan kembali setiap ucapan Hanna.


Nayla membenarkan ucapan Hanna, namun entah mengapa dirinya masih begitu enggan untuk bertemu langsung dengan Chen. Jujur dia juga sangat merindukan Chen, namun dada nya masih begitu sesak kala mengingat ucapan dan obrolan Chen dan Sisil waktu itu.


'Kami merindukan mu,' gumam Nayla pelan lalu tak lama ia tertidur.

__ADS_1


__ADS_2