
...🌾🌾Six years later .... ☘☘...
"Mom, apakah hari ini kita akan pindah ke Indonesia?" tanya Cahaya antusias.
"Iya sayang, Mommy harap kamu akan suka di sana," kata Nayla lembut. Cahaya sangat dekat sekali dengan Nayla, ia sangat menyayangi Nayla. Sedangkan Chen hanya bersikap biasa saja kepada Cahaya, Chen menyayangi Cahaya namun tidak sepenuhnya, ia lebih dekat kepada Saka anak kandung nya.
"Dimana Saka Mom?" tanya Cahaya saat tidak menemukan keberadaan adiknya.
"Dia sedang bersama Daddy di ruang baca, ke sana lah sayang," ujar Nayla.
"Baik lah, maafkan Cahaya bila tidak bisa membantu mu Mom," ucap Cahaya sambil mengecup pipi Nayla lalu ia berlari mencari keberadaan Saka.
Tok, tok tok ...
Ceklek.
Cahaya membuka pintu ruang baca setelah mendengar suara Daddy nya menyuruh masuk.
__ADS_1
"Dad, dimana Saka?" tanya Cahaya karena ternyata Saka juga tidak ada bersama Daddy nya.
"Saka baru keluar, ada apa Cahaya?" tanya Chen.
"Ah tidak Dad, Cahaya hanya ingin bermain dengan Saka," jawab Cahaya tersenyum.
"Apakah kamu sudah selesai berkemas?" tanya Chen.
"Sudah Dad, tadi di bantu Mommy," kata Cahaya senang.
"Kemarilah," ucap Chen melambaikan tangannya agar Cahaya mendekat.
"Tentu," jawab Cahaya cepat. "Meskipun Daddy tidak menyayangi ku tapi Cahaya selalu menyayangi Daddy, Mommy dan Saka," jawab Cahaya membuat Chen mengerutkan dahinya.
"Siapa yang bilang Daddy tidak menyayangi mu?" tanya Chen menatap Cahaya namun Cahaya hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya.
"Cahaya, Daddy dan Mommy sangat menyayangi mu. Kamu adalah putri satu-satunya di keluarga Jung, tidak ada yang tidak menyayangi mu disini," ucap Chen tegas.
__ADS_1
"Meskipun Cahaya bukan anak Daddy?" tanya Cahaya dengan mata berkaca kaca menatap Chen.
Tentu saja Chen sangat terkejut kala mendengar ucapan Cahaya, bagaimana Cahaya tahu bahwa ia bukan anak kandung Chen dan Nayla?
"Siapa yang bilang?" tanya Chen.
"Cahaya dengar sendiri saat Mommy berbicara dengan Oma, dan juga Oma tidak menyukai ku kan?" ucap Cahaya lirih.
Memang, Mom Yeon sangat memperlihatkan kekecewaan nya kepada Nayla karena telah mengadopsi Cahaya. Biar bagaimana pun Yeon hanya khawatir, Cahaya akan membawa pengaruh buruk bagi rumah tangga Chen dan Nayla kelak.
"Oma sayang kok sama Cahaya, hanya saja memang sifat Oma seperti itu," kata Chen lembut.
"Tidak! Oma tidak suka sama Cahaya karena Cahaya bukan anak kandung Mommy dan Daddy. Hanya Saka yang anak kandung Mommy sama Daddy iya kan hiks hiks," ucap Cahaya terisak. Meskipun umur Cahaya masih terbilang sangat kecil bahkan 6 tahun saja belum ada, namun karena ia sedari kecil kerap mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari Oma nya yang sering membanding bandingkan dirinya dan Saka, Cahaya menjadi lebih pendiam dan berpikir dewasa.
Di bawah didikan Nayla dan Chen, Cahaya menjadi gadis yang sangat cantik dan pintar, ia juga tidak nakal atau manja. Cahaya benar benar tumbuh bak seorang putri kerajaan. Meskipun ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari Oma nya namun Nayla begitu memanjakan nya.
"Kakak mengapa menangis?" tanya Saka saat masuk ke ruang baca dan melihat Cahaya menangis di pangkuan Daddy nya.
__ADS_1
"Kakak tidak menangis!" jawab Cahaya dengan cepat. "Hanya saja tadi sedikit kelilipan," imbuhnya membuat Chen menatap Cahaya dengan berjuta rasa bersalah. Ia tidak menyangka bahwa gadis sekecil ini mampu menyimpan begitu banyak luka akibat Oma nya dan secara tidak langsung dirinya ikut andil karena kurang bisa menerima Cahaya sepenuhnya.
'Kalau Nayla bisa menyayangi Cahaya begitu dalam, mengapa aku tidak bisa?' gumam Chen dalam hati.