Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Bekerja


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, Nayla sudah bersiap dengan pakaian kerja nya. Namun saat ia akan berangkat ke kantor ia terpaku dj depan pintu kala melihat suaminya ternyata sudah berdiri manis di sana.


"Ngapain kesini?" Tanya Nayla datar.


"Mau jemput kamu kuliah," kata Chen dengan tersenyum manis, namun detik berikutnya ia mengerutkan dahi kala melihat Nayla berpakaian kerja.


"Aku gak kuliah," ucap Nayla datar.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Chen mengejar Nayla yang malah pergi meninggalkan nya.


"Sudah ku katakan kalau kamu gak mau tinggal sama aku ya sudah. jangan pernah temui aku lagi!" Seru Nayla lalu ia kembali melanjutkan langkahnya.


Chen hanya menghembuskan napasnya dengan kasar, saat melihat kepergian Nayla dengan menggunakan taxi. Ia sudah bela-belain bangun pagi hanya untuk menjemput sang istri. Namun apa daya, Nayla sangat susah di bujuk oleh Chen. Tidak seperti kebanyakan wanita nya di kasih kartu buat shoping langsung ilang ngambek nya. Sedangkan Nayla? Astaga Chen memijit pelipis nya yang mendadak pusing saat memikirkan bagaimana cara membuat Nayla luluh kembali.


Kini Nayla sudah berada dj depan gedung perkantoran Pranata Grup. ia pun langsung masuk ke dalam dan menuju ruang kerja nya.


"Hufftt," desis Nayla lega saat berhasil mendudukkan pantat nya di kursi.


Namun saat dirinya hendak memulai pekerjaan nya, tiba tiba saja handphone nya berdering karena ada panggilan masuk.

__ADS_1


Mom is Calling 📞


"Hallo Mom?" jawab Nayla setelah mengangkat panggilan itu.


"Bagaimana kabar kalian sayang?" Tanya Mom Yeon begitu lembut.


"Baik dan sehat Mom, kapan Mom akan pulang?" Tanya Nayla membuat Mom Yeon menghela napasnya.


"Untuk saat ini Mom belum bisa pulang sayang," jawab Yeon.


Untuk beberapa saat mereka berbincang-bincang sambil tertawa,sebelum akhirnya Nayla memutuskan panggilan itu karena dirinya harus bekerja.


"Nay, mau makan siang?" Tanya salah seorang teman nya.


"Hemm boleh lah," ucap Nayla lalu mereka berjalan beriringan sambil tertawa.


"Nayla!" Teriak seseorang membuat Nayla terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya.


"Astaga Je kamu mau buat aku jantungan!" ucap Nayla kesal.

__ADS_1


"Hehehe maaf, kamu mau kemana?" tanya Jenar. "Dan dia—" Jenar menelisik melihat laki-laki yang tengah berjalan dengan sahabat nya tersebut.


"Makan siang, dan ah dia teman ku namanya Roki." Ucap Nayla. "Ki udah kenal belum sama nyonya Bos," Kata Nayla mendapatkan satu pukulan dari Jenar.


"Selamat siang Nyonya," ucap Roki membungkuk hormat.


"Sakit Je!" kata Nayla cemberut.


"Lagian kamu kalau ngomong!" sungut Jenar dengan kesal. "Gak usah dengerin dia Ki, dia omongan nya ngawur!"


"Lah ngawur gimana? Udah lah Je mending kamu cepat ke ruangan suami kamu sebelum dia ngamuk karena menunggu istri tercinta tengah berbincang dengan laki-laki." bisik Nayla seketika Membuat Jenar langsung tersadar dan segera berjalan cepat menuju ruangan Arya.


"Dia beneran istri Bos?" Tanya Roki saat kembali melanjutkan jalan mereka.


"Kenapa? gak percaya? kalau gak percaya coba aja deketin, kalau kamu di pecat bilang alhamdulillah," ucap Nayla.


"Kok begitu?" Tanya Roki.


"Iyalah kalau kamu d pecat berarti Tuan Arya masih mengampuni mu, tapi kalau dia sudah cemburu bisa di babat abis kamu sama dia," kata Nayla tertawa melihat wajah Roki yang menegang, namun tiba- tiba tawanya berhenti saat melihat seseorang berdiri di ambang pintu masuk dan menatapnya dengan tatapan mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2