
"Mom Dad!" Teriak Chen saat memasuki rumah orang tua nya.
"Ada apa sih teriak teriak?" Tanya Yeon sambil menuruni tangga.
"Mom, dimana Nayla?" Tanya Chen begitu dingin.
"Nayla? Bukankah di apartemen mu?" Tanya Yeon dengan dahi berkerut.
"Mom please, I know Mama knows where Nayla is." ucap Chen memohon.
"Mom sungguh tidak tau Chen." jawab Yeon bersungguh sungguh.
"Dan juga kau yang benar saja menanyakan istrimu kepada Mom. Sedangkan Mom baru pulang siang tadi dari belanda." Ucap Yeon memang benar ia baru pulang dari Belanda tadi siang dan langsung meluncur ke apartemen.
Chen terdiam menatap mata sang ibunya, satu yang Chen tidak tau bahwa sang ibu sangat pandai berakting. Maka dari itu Chen tidak bisa melihat kebohongan di mata sang ibu.
"Memangnya kemana Nayla?" Tanya Yeon dingin.
"Kau apakan dia sampai pergi dari kamu hem?" Tanya nya lagi.
__ADS_1
"Mom A—aku," Chen menelan saliva nya dengan kasar kala mendapatkan tatapan tajam dari sang ibu. Chen merasa ia sudah salah menanyakan keberadaan Nayla pada ibu nya.
"Chen jawab Mom!" Seru Yeon dengan suara meninggi.
"Maafkan Chen Mom, Chen melakukan kesalahan. Tapi sungguh Mom Chen tidak sampai sejauh itu. Dan Chen yakin bahwa Chen di jebak." Kata Chen pelan.
"Di jebak? oleh siapa?" tanya Yeon pura pura tidak tau.
"Sisil!" jawab Chen pelan.
"Astaga Chen!" Seru Yeon lagi.
Yeon menampar wajah anak semata wayang nya dan langsung mendorong tubuh Chen hingga terjatuh ke lantai.
"Apa Mom sama Dad terlalu memanjakan kamu hah! Apa kasih sayang dan semua yang kami berikan kepadamu kurang hingga kamu jadi seliar ini sekarang hah!" Bentak Yeon.
"Mom kecewa sama kamu Chen, mom kecewa!" Kata Yeon dingin.
"Kau nikmati hari hari kamu dengan para jalang mu dan jangan pernah lagi mencari Nayla. Biarkan dia bahagia. Kalau pun Mom mengetahui dimana keberadaan nya, jangan harap Mom akan memberitahu mu!" Ucap Yeon.
__ADS_1
"Ah dan satu lagi, dalam satu tahun kau tak juga berhasil menemukan Nayla dan tak merubah sifat kamu. Maka jangan harap kamu bisa menemui Mom dan juga Nayla lagi." setelah mengucapkan itu Yeon pun kembali ke lantai dua.
Chen masih terduduk di lantai, mencerna setiap ucapan sang ibu, padahal Chen sudah bersungguh sungguh taubat. tapi kenapa selalu ada saja masalah yang datang. batin Chen.
Dengan perasaan kesal bergemuruh. Chen pun langsung pergi meninggalkan rumah utama dan menuju ke apartemen nya lagi.
Tanpa Chen sadari bahwa sedari tadi Nayla melihatnya dari lantai dua dan kini Nayla Tenga melihat kepergian mobil Chen dari dalam kamar nya.
Chen memang begitu bodoh, mengapa ia tidak memeriksa kamar nya di rumah utama, mengapa ia langsung pergi dan tidak mencari keberadaan Nayla di rumah itu.
"Nayla," panggil Yeon saat membuka pintu kamar Nayla dan Chen.
"Maafkan Chen, Mom yakin bahwa anak itu bukan anak Chen." Kata Yeon berusaha meyakinkan Nayla agar tidak meninggalkan Chen.
"Tapi bagaimana bila memang itu benar anak Chen Mom." Gumam Nayla lirih.
"Mom akan memecatnya sebagai anak dan mencabut semua kekayaan yang dia miliki saat ini. Kita akan lihat apakah perempuan itu bisa bertahan dengan gembel." Ucap Yeon meremehkan anak nya.
"Sayang, pokoknya apapun yang terjadi, kamu adalah satu satunya menantu Mom. dan kamu satu satu nya anak kesayangan Mom sama Dad." Kata Yeon lalu memeluk Nayla dengan erat.
__ADS_1