Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Chen Choi (Cincau kali ah)


__ADS_3

"Tuan Arya," sapa Chen saat memasuki ruang kerja Arya.


"Selamat datang Tuan Chen," sapa balik Arya dan mempersilahkan Chen masuk.


"Silahkan duduk," ucap Arya lalu dirinya juga ikut duduk di sofa tunggal.


"Maaf mengganggu waktu Tuan Arya, saya ingin membicarakan perihal hasil meeting kita kemarin," ucap Chen serius lalu ia mengeluarkan beberapa berkas untuk di berikan kepada Arya.


"Oh, masalah pembangunan yang di sulawesi?" Tanya Arya dan Chen mengangguk mengiyakan, lalu kedua nya terlibat obrolan serius mengenai seputaran pembangunan hotel baru yang akan mereka bangun di sulawesi.


Sekitar dua jam mereka berbincang berdua dan sesekali di iringi canda tawa. Baik Arya maupun Chen merasa nyaman menjalankan kerja sama ini karena keduanya memiliki tingkat humoris yang sama.


"Baiklah Tuan Arya, kalau begitu saya permisi duku karena masih ada beberapa hal yang akan saya kerjakan." ucap Chen pamit undur diri.


"Ah baik lah, terimakasih atas waktu nya tuan Chen sudah berkenan datang ke kantor kami." Ujar Arya mengulurkan tangan nya untuk berjabat dengan Chen.


"Ah kebetulan saya senggang makanya saya bisa kemari. Sekali lagi terimakasih dan semoga kerja sama kita lancar," ucap Chen.


"Amin," Chen pun segera keluar dari ruangan Arya dan ternyata Billy sudah stay di depan ruangan Arya.


"Tuan," panggil Billy pelan.

__ADS_1


"Ada apa Bil?" tanya Chen menghentikan langkahnya.


"Ah tidak, setelah ini kita akan kemana Tuan?" Tanya Billy mengurungkan niatnya untuk berbicara.


"Aku mau ke rumah utama." Jawab Chen datar.


Choi is Calling 📞


"Hemm," jawab Chen malas saat sedang mengendarai mobil nya.


"Kau dimana?" tanya Choi di seberang sana.


"Ada apa?" Tanya Chen.


"Apa?" Tanya chen mengerutkan dahinya.


"Aku tidak bisa berbicara di telfon, kau ada dimana? aku akan menemui mu." Kata Choi.


"Aku menuju rumah Utama. Kita ketemu di Caffe saja," ujar Chen.


"Ah baiklah, Caffe dekat rumah mu!" ucap Choi lalu ia segera mematikan sambungan telfon nya.

__ADS_1


"Tuan, anda tidak jadi pulang ke rumah utama?" Tanya Billy yang duduk di samping pengemudi


"Lain kali saja, aku akan bertemu dengan Choi dulu." ucap Chen seketika membuat Billy bernafas lega.


30 menit mobil yang di kendarai Chen berhenti di sebuah Caffe tempat biasa ia berkumpul dengan Chen dan Shiming bila sedang di indonesia. Chen segera menyuruh Billy agar pulang terlebih dahulu dengan membawa mobil nya. Setelah Billy pergi, Chen segera memasuki Caffe guna mencari keberadaan choi.


"Ada apa?" Tanya Chen saat sudah menemukan tempat duduk Choi.


"Ini," ucap Choi menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Chen.


"Apa ini?" tanya Chen sambil membolak balikan amplop tersebut.


"Bukalah, tapi jangan terkejut." Ujar Choi membuat Chen semakin penasaran dengan isi amplop tersebut.


Dengan perlahan, Chen mulai membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya.


Sebuah foto, dan Chen mulai melihat foto tersebut satu persatu, hingga tanpa sadar membuat matanya berkaca kaca.


"Kau sudah tau kan jawaban nya?" Tanya Choi dengan senyum tersungging di wajah nya.


"Mengapa aku tidak berpikir ke sana?" Gumam Chen dengan tertawa getir.

__ADS_1


Chen terus melihat isi foto itu satu persatu dengan perasaan yang bergemuruh, bahkan air matanya kini sudah tak bisa dia bendung lagi.


__ADS_2