Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Berusaha menjadi lebih baik


__ADS_3

Hari-hari yang Chen kini terasa begitu hambar, datar dan tidak berwarna. Bila dulu saat dia putus dengan Sisil, dia masih bisa bebas keluar masuk Club dan menggandeng banyak wanita. Tapi kini? setelah dirinya di tinggalkan oleh Nayla, hidupnya terasa begitu hambar dan tak berwarna. Chen sudah tidak pernah lagi keluar masuk Club, apalagi menggandeng para wanita untuk memuaskan nya.


Chen benar-benar menepati janjinya. Meskipun kini Nayla sudah tidak ada di dekatnya tapi ia tetap akan menepati janji nya. Chen yakin suatu saat nanti Nayla akan kembali padanya, karena dia sangat yakin bahwa hanya Nayla rumah terakhir untuk Chen.


"Apa jadwalku hari ini?" Tanya Chen datar seperti biasa saat memasuki ruangan kerjanya.


"Hari ini Tuan ada kunjungan proyek baru dengan Tuan Arya. Dan juga lusa anda ada pertemuan dengan Tuan Feng di Tiongkok." Jawab Billy.


"Tuan Feng?" Tanya Chen mengerutkan dahinya. "Bukankah dia yang akan kemari? mengapa kita yang ke sana?" imbuh Chen.


"Beliau sedang sakit Tuan, maka dari itu beliau tidak bisa datang ke Indonesia." Jawab Billy.


"Ah baik lah, lalu bagaimana kabar istriku?" tanya Chen.


"Nona Nayla belum ada kabar Tuan, tapi kami masih terus berusaha untuk menemukan nya." Ujar Billy.

__ADS_1


Chen hanya diam tak menjawab lagi ucapan dari Billy, Chen menyandarkan kepalanya pada kursi dan menatap langit-langit ruang kerja nya. Sudah 2 bulan sejak kepergian Nayla, namun orang suruhan nya masih belum bisa menemukan dimana keberadaan Nayla.


"Lalu bagaimana Sisil?" Tanya Chen lagi.


"Nona Sisil baik-baik saja Tuan," jawab Billy singkat.


"Baik lah, kau boleh keluar. Aku ingin sendiri dulu." Ucap Chen lalu Billy pun menundukkan kepalanya hormat sebelum akhirnya keluar dari ruangan Chen.


'Kemana lagi aku harus mencari mu sayang?" gumam Chen pelan sambil mengusap sebuah foto kecil yang ia ambil dari laci meja nya.


Pranata Grup.


"*Ganteng banget,"


"Iya, aku mau dong jadi pacar nya,"

__ADS_1


"Aku gak mau jadi pacarnya, aku mau jadi istrinya."


"jadi selingkuhan juga boleh deh,"


"Ya Allah kayaknya perusahaan ini memang tempat nya para cogan deh. Gak cuma pemiliknya aja yang ganteng dan keren, tapi klien- klien nya juga gak kalah ganteng nya*."


Bisik-bisik para karyawan yang begitu mengagumi ketampanan Chen, membuat Chen menyunggingkan senyum nya tipis. Kalau dulu ia akan meladeni setiap wanita yang terpesona dengan nya. Tapi kini dirinya begitu enggan meladeni atau hanya membalas senyuman mereka. Fokus nya saat ini hanya untuk bekerja dan berusaha menjadi lebih baik lagi agar Nayla mau kembali dengan nya.


Ting!


Chen memasuki lift dan saat itu juga dirinya bertepatan dengan seseorang yang hendak keluar dari lift. membuat keduanya bertabrakan dan hampir jatuh.


Brug.


Beberapa berkas jatuh berhamburan akibat tabrakan itu, membuat Chen merasa bersalah dan segera meminta maaf.

__ADS_1


"Maaf," ucap Chen pelan namun wanita yang di tabrak Chen malah menunduk lalu ia pergi begitu saja tanpa menjawab ucapan maaf dari Chen.


"Dasar aneh," gumam Chen pelan lalu dia segera menutup pintu lift nya menuju ruangan Arya.


__ADS_2