Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Berkumpul dengan sahabat


__ADS_3

Seminggu setelah kepindahan Cahaya ke bandung, kini Saka benar benar merasa kesepian. Ia bingung akan melakukan apa di rumah, namun tiba tiba ia melihat sang Mommy yang hendak pergi dengan pakaian rapi.


"Mommy mau kemana?" tanya Saka.


"Ah, mommy akan bertemu dengan teman mommy, apa kau mau ikut?" tanya Nayla, karena biasanya Saka tidak pernah mau ikut dengannya saat pergi menemui teman teman nya.


"Apakah lama?" tanya Saka.


"Tidak, ah iya teman mommy anaknya seumuran dengan mu sepertinya kalian akan cocok. Bagaimana kalau kamu ikut Mommy?" tanya Nayla dengan lembut.


"Baiklah," akhirnya Saka pun ikut dengan Nayla untuk berkumpul kembali dengan teman teman nya.


...JF Caffe & Resto...


"Nayla!" teriak beberapa orang wanita histeris saat melihat Nayla masuk restauran.


"Aaaa aku kangen banget sama kalian," teriak Nayla tak kalah histeris kala bertemu kembali dengan para sahabat nya.


"Kamu apa kabar?" tanya Jenar sambil cipika cipiki dengan Nayla.


"Tau nih, gila sombong banget sekarang!" ucap Chaca bergantian cipika-cipiki dengan Nayla.


"Maaf aku sibuk banget akhir akhir ini mengurus kepindahan ku kesini," kata Nayla.


"Ah iya, kenalkan jagoan ku," ucap Nayla memperkenalkan Saka kepada para sahabat nya.

__ADS_1


"Saka, ayo salim sama tante Jenar, tante Chaca dan tante Hanna," ujar Nayla lembut.


"Arsaka tante," ucap Saka lalu ia menyalami sahabat Nayla satu persatu.


"Javie, Vier sini sayang," panggil Jenar ke arah anak anak yang sedang berkumpul tak jauh dari meja nya.


"Semuanya kesini," teriak Chaca.


"Saka!" ucap semua bersamaan.


"Kalian!" ucap Saka juga tak kalah terkejut karena bertemu teman teman nya disini.


"Ah kalian sudah kenal?" tanya Nayla.


"Dia nakal Mami, dia yang buat lutut Cara berdarah kemarin!" ucap Cara cemberut kesal.


"Pokoknya Saka yang salah, karena udah nabrak Cara!" ucap Cara tegas tak terbantahkan.


"Enggak! kamu jatuh sendiri karena kamu lari!" kata Saka.


"Kalau Saka gak jadi patung, Cara gak bakal nabrak!" ketus Cara.


"Kalau kamu gak lari juga gak akan jatuh!" ucap Saka.


"Pokoknya Saka yang salah!" kata Cara. "Asal Saka tau yah, cewek itu selalu benar. Iya gak Fel?" imbuhnya.

__ADS_1


"Betul!" ucap Felly menimpali.


Chaca, Hanna, Nayla dan Jenar hanya melongo melihat perdebatan antara Cara dan Saka. Mereka tidak menyangka mengapa mereka bisa bertengkar seperti itu.


"Sudah, sudah kenapa kalian bertengkar hem?" tanya Chaca menenangkan Cara.


"Saka, minta maaf sayang. Ingat tidak boleh menyakiti wanita," bisik Nayla pelan di telinga Saka.


"Maaf," ucap Saka mengulurkan tangannya ke arah Cara.


"Beliin es krim dulu baru ada maaf," ucap Cara cemberut lalu ia kembali ke meja nya dan bermain dengan sepupu nya.


"Mom," ucap Saka cemberut ke arah Nayla.


"Chaca kepala ku pusing," ucap Hanna menggelengkan kepalanya.


"Oh ya Han, mana anak kamu?" tanya Nayla setelah memberikan es krim kepada Saka agar memberikannya kepada Caramel anak dari Chaca.


"Dia masih kecil, jadi ku tinggal. Biar saja ikut nenek nya hehhe," ucap Hanna terkekeh.


"Lalu itu perempuan satu lagi anak siapa?" tanya Nayla yang memang belum tau.


"Itu anak kak Fahmi dan kak Leona," jawab Chaca dan jenar bersamaan lalu terkekeh.


"Woaahh dunia sangat sempit ya ternyata," ucap Nayla tak percaya.

__ADS_1


"Dan seperti nya dunia akan semakin sempit saat anak kalian berdua dewasa," ucap Hanna tertawa di ikuti Jenar.


"Amiinn," ucap mereka berempat bersamaan lalu tertawa bersama.


__ADS_2