Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Pamit


__ADS_3

Pagi harinya Chen terbangun dan menatap sekitar kamar kosan Nayla, ini bukan mimpi, ini nyata. Nayla telah meninggalkan nya. Chen pun segera beranjak dari tempat tidur dan bersiap. ia akan ke Bandung, ia berharap Nayla berada di sana. Ia masih ingat kata-kata Zainal yang mengatakan bahwa mereka menunggu surat cerai dari Chen di rumah nya.


Yah harapan Chen satu-satunya adalah kota Bandung.


Ceklek!


Saat Chen membuka pintu kamar nya, ternyata sudah ada Hanna yang berdiri di depan pintu kamar Nayla.


"Ini dari Nayla," ucap Hanna lirih sambil menyerahkan secarik kertas kepada Chen.


"Apa ini?" tanya Chen menerima surat itu.


"Entahlah, tapi ku harap setelah baca ini kamu bisa tenang. Aku permisi," ucap Hanna lalu segera pergi meninggalkan Chen.


Teruntuk suami ku tercinta,


Maaf, aku belum bisa menjadi istri yang baik buat kamu.


Maaf, aku belum bisa menjadi yang terbaik buat kamu.


Chen, apa kau tau bahwa aku sudah sangat mencintai mu?

__ADS_1


Apa kau tau bahwa aku selalu merindukan mu?


Chen, salahkah bila aku ingin kamu pertahan kan?


Salahkah bila aku berharap kau akan selalu mengejar ku?


Salahkah bila aku berharap kau juga mencintaiku?


Salahkah bila aku berharap hanya ada aku di hatimu?


Aku hanya ingin kisah kita abadi, saling mencintai dan saling melengkapi.


Chen maafkan bila aku menyerah, aku ingin mencoba kuat dan tegar. Namun aku tidak bisa, aku rapuh Chen, hati yang baru merasakan jatuh cinta harus patah seketika karena mencintai seorang Cassanova seperti mu.


Aku kecewa, aku marah tapi aku juga sangat mencintai mu.


Aku ingin bertahan namun hatiku tak sanggup menahan rasa sakit, aku pergi tapi aku juga yak kuasa menahan rindu.


Tolong katakan apa yang harus ku lakukan?


Chen, biarkan aku pergi sebentar saja untuk menata hatiku kembali, izinkan aku menenangkan pikiran ku. Aku janji suatu saat kita akan bertemu kembali.

__ADS_1


Bila kamu masih menunggu ku, maka aku akan senang hati kembali padamu.


Namun bila ternyata kamu sudah memiliki hati baru, maka aku juga akan berusaha merelakan mu.


beri aku waktu untuk menerima semua ini....


Chen meremas surat dari Nayla dengan berderai air mata. Ia semakin menangis terisak kala mendapatkan notif di hape nya bahwa Nayla telah pergi meninggalkan indonesia 1 jam yang lalu.


Hati Chen begitu sesak, dirinya kini sangat hancur, berarti Nayla tidak ada di bandung. Lalu kemana dia akan mencari Nayla.


"Aku akan menunggu mu. Aku akan menunggu kamu sayang, aku janji, aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi. Ku mohon jangan siksa aku semakin lama. Cepat lah kembali," ucap Chen semakin terisak.


"Aaaarrrkkkjhhh!" Teriak Chen dan membanting beberapa barang yang ada di dalam kamar Nayla untuk meluapkan emosi nya.


...🥺🥺🥺...


"Maafkan Aku, maafkan aku hiks hiks," Nayla terisak saat mendengar beberapa barang pecah dari seberang telfon sana. Saat ini dirinya tengah menelfon Hanna untuk mengetahui kabar Chen, dan Hanna sengaja menguping di depan kamar Nayla agar Nayla mendengar suara Chen karena pintu kamar nya yang tidak terlalu di tutup rapat.


"Sudah lah Nay, sekarang mending kamu fokus dulu dengan kandungan kamu. Jangan terlalu banyak fikiran, nanti saat kamu sudah tenang baru kamu temui suami kamu. Aku yakin saat itu tiba, kalian pasti akan bahagia," ujar Hanna menghibur sahabat nya.


"Terimakasih Han," ucap Nayla lalu segera mematikan sambungan telfon nya.

__ADS_1


__ADS_2