
Minggu yang ceria di pagi hari, Nayla yang biasanya masih bergelung dengan selimut nya. Entah mengapa kini dirinya sudah siap dengan pakaian joging nya.
"Hanna, ayo bangun Han." Kata Nayla berusaha membangunkan Hanna.
"Ahh aku males Nay, kamu jalan sendiri saja ah. Capek banget aku," ucap Hanna masih enggan bangun.
"Ah kamu mah gitu, ya udah deh aku jalan duluan." Nayla langsung pergi, setelah memakai sepatu nya. Ia ingin berjalan jalan santai menyusuri taman yang dekat dengan kosan nya.
Setelah berjalan lumayan lelah, kini Nayla memilih istirahat di sebuah bangku taman sambil membeli beberapa cemilan dan minuman.
Nayla menyandarkan punggungnya pada kursi, matanya menatap kosong ke arah depan dan tangan nya terulur untuk mengusap perut nya.
Flashback on. . .
'Nay kamu yakin mau ikut Shiming dan mertua kamu ke China?' tanya Hanna saat itu mereka tengah menikmati sore hari di taman belakang rumah utama keluarga Chen.
'*Aku gak tau Han, tapi aku bingung," jawab Nayla menunduk.
__ADS_1
"Nay, pikirin baik-baik." Kata Hanna. "Aku pulang dulu deh ya. Kalau memang kamu beneran ke sana jangan lupa kabarin aku*." Kata hanna lalu beranjak pergi meninggalkan Nayla.
Nayla kini diam, memandang beberapa ekor kelinci yang sedang bermain hingga tiba tiba ia merasa pandangan matanya sedikit kabur dan dunia terasa berputar seketika.
"Nayla sayang," Panggil Yeon yang saat itu hendak menghampiri Nayla di taman belakang.
"Iya Mom," jawab Nayla berusaha bangkit dari duduknya namun ia merasa tak sanggup.
"Sayang, kamu sakit?" Tanya Yeon khawatir.
"Enggak mom, Nayla hanya pusing sedikit saja." Jawab Nayla.
Saat Yeon hendak membawa Nayla keluar, tiba- tiba mobil Shiming datang dan ia juga terkejut melihat wajah Nayla yang begitu pucat.
"Bibi ada apa dengan Nayla?" Tanya Shiming buru buru turun dari mobil.
"Bibi akan membawa Nayla ke rumah sakit. kebetulan kamu kesini, ayo bantu Bibi," ucap Yeon lalu Shiming langsung menggendong Nayla membawanya ke mobil dia.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, kini Shiming kembali menggendong Nayla menuju ruang pemeriksaan. Sebenarnya Shiming sudah memiliki firasat tentang keadaan Nayla namun ia tidak ingin salah menduga meskipun dugaannya 90% pasti benar.
"Bagaimana keadaan menantu saya Dok?" Tanya Yeon saat Nayla selesai di periksa.
"Nona Nayla tidak apa Nyonya. Selamat menantu anda positif hamil," ucap Dokter tersenyum, begitupun dengan Yeon yang juga tersenyum sumringah. Namun tidak dengan Nayla dia hanya menatap kosong dan datar. Ia sendiri bingung harus berekspresi apa, haruskah dia bahagia? atau malah sedih.
"Selamat sayang," ucap Yeon lalu memeluk Nayla dengan erat.
"Mom, Nayla mau disini saja. Nayla tidak mau ikut Mom ke China. Maafkan Nayla," ucap Nayla lirih dan menunduk.
"Tidak apa sayang, Mom akan menambah pelayan di rumah agar menjaga kamu dan Cucu Mom lebih ketat lagi. Tolong jaga cucu Mom ya. Mom janji akan sering datang ke mari untuk melihat kalian. Tapi Mom lebih berharap kamu dan Chen agar segera kembali bersama." Ucap Yeon dengan lembut malah membuat Nayla terisak, hingga tak berapa lama Shiming datang dengan membawa beberapa vitamin untuk Nayla.
"Selamat Nay," ucap shiming tulus."Oh ya ini vitamin kamu, tadi aku bertemu dengan Dokter Maya dan dia menitipkan ini," imbuh Shiming memberikan Vitamin kepada Nayla.
"Makasih Shiming," jawab Nayla tersenyum. Lalu Shiming kembali mengangkat tubuh Nayla ke kursi roda dan membawa nya pulang ke rumah Utama.
Tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang tengah memfoto kejadian dari di rumah utama sampai rumah sakit.
__ADS_1
Flashback Off. . .