
"Siapa dia?" tanya Nayla sambil mendekat ke arah Billy.
"Hemm ini Nona, dia anak Nona Sisil," ucap Billy seketika menghentikan tangan Nayla yang hendak menyentuh bayi di tangan Billy.
"Ke—kenapa disini?" tanya Nayla dengan nada bergetar.
"Sayang, aku akan jelaskan semuanya," ucap Chen lembut lalu ia menyuruh Nayla agar duduk di sofa begitu juga dengan Billy.
"Katakan," ucap Nayla mengepalkan tangan nya kuat, ia pikir rumah tangga nya tidak akan di terpa angin lagi, namun sepertinya ia salah.
Chen pun akhirnya menjelaskan semuanya kepada Nayla, dari saat Sisil menghampirinya di parkiran kantor dan ia yang kecelakaan di depan gedung kantor. Chen tidak punya pilihan lain selain membawa bayi ini ke rumah, karena ia bingung akan di bawa kemana dia.
"Aku baru saja akan meminta tolong kepada Mom untuk mencarikan panti asuhan yang tepat untuk bayi ini," ucap Chen menggenggam tangan Nayla dengan lembut.
"Ku mohon jangan marah lagi sama aku, jangan tinggalkan aku lagi Nay," imbuh Chen.
__ADS_1
"Oeeekkk aaaa oeeekk oeeekkk," bayi Sisil menangis dengan kencang hingga membuat bayinya juga menangis kencang.
"Oh sayang nya Daddy, kenapa sayang, berisik yah?" ucap Chen langsung menggendong bayi nya dan menimang nya, sementara Billy tampak kuwalahan menenangkan bayi yang ia gendong tersebut.
"Kemarikan Bil," ucap Nayla merentangkan kedua tangan nya untuk meminta bayi Sisil.
"oeekk oeek oeeek," bayi itu terus menangis sambil mengemut jari nya, Nayla tau pasti ia lapar.
"Aku akan menyusui nya," ucap Nayla beranjak dari duduk nya hingga membuat Chen dan Billy terkejut.
"Kau diam lah, tenangkan anak kita dulu," ucap Nayla lalu ia membawa bayi Sisil masuk ke dalam salah satu kamar nya.
Dan benar saja, saat Nayla membuka kancing bajunya, bayi itu langsung mencari sumber makanan nya, ia begitu lahap saat menyusu kepada Nayla.
"Hey pelan pelan sayang," ucap Nayla lembut sambil mengusap pipi gembul bayi tersebut.
__ADS_1
"Auww, kamu nakal yah," kata Nayka terkekeh saat merasakan p*t*ng nya di gigit oleh bayi tersebut.
Sekitar 30 menit akhirnya bayi itu melepaskan susu nya dan ia menatap mata Nayla dengan lekat, membuat hati Nayla tersentuh hingga tanpa sadar matanya berkaca kaca.
"Kamu cantik sekali sayang, apakah kamu perempuan atau laki laki hem?" tanya Nayla yang memang belum tau apa jenis kelamin bayi tersebut.
Nayla pun meletakkan bayi mungil itu di atas tempat tidur untuk berniat mengganti pampers dan pakaian nya. Namun saat ia membuka bungkus kain bayi itu ia menemukan secarik kertas dan sebuah kalung liontin tengah di genggam oleh tangan satu lagi.
"Apa ini sayang hey lepaskan Nak," kata Nayla berusaha meminta kalung tersebut.
"Ah kamu perempuan, kamu cantik sekali sayang," Ucap Nayla saat melepaskan pampers bayi mungil tersebut.
"Mulai sekarang nama kamu adalah Cahaya, Mommy berharap kamu bisa menjadi Cahaya untuk menerangi semua orang," ujar Nayla tersenyum, lalu ia mulai membuka pakaian Cahaya dengan hati-hati. Setelah semua sudah selesai, Nayla meraih surat yang ia temukan tadi.
Perlahan Nayla membuka surat itu, dan membacanya. Hati Nayla begitu sakit saat membaca isi surat itu hingga tanpa sadar lagi dan lagi dirinya terisak.
__ADS_1
Ia tidak menyangka mengapa dunia sekejam ini.