Jodohku Seorang Cassanova

Jodohku Seorang Cassanova
Teman gak ada akhlak


__ADS_3

Chen segera menarik tangan kedua sahabat nya yang sudah tidak mempunyai akhlak.


"Kalian gila!" Sentak Chen kesal pada Shiming dan Choi.


"Come on bro, kita juga tidak tau dia berada di indonesia." Ucap Choi.


"Kau tau beberapa hari yang lalu saat aku mengajakmu ke bar? Dia lah yang meminta, namun belum sempat dia datang kau sudah pulang duluan." Jawab Choi santai sambil meneguk minuman di depan nya. Kini mereka sedang berada di salah satu kamar hotel.


"Darimana kau bertemu dengan nya?" Tanya Chen pada Choi.


...Flashback on...


Choi tengah duduk di sebuah sofa panjang yang berada di dalam salah satu bar ternama di kota Jakarta. Kedatangan nya ke Jakarta untuk memenuhi undangan dari Chen sengaja ia percepat agar bisa bersenang senang terlebih dahulu.


"Choi!" Panggil seseorang yang suaranya sangat familiar di telinga nya. Namun hanya sesaat suara itu tidak terdengar lagi, Choi kembali fokus dengan aktifitas nya yang sedang menggandeng dua wanita cantik dan sexy di samping nya.


"Choi!" Panggilnya lagi membuat konsentrasi Choi ambyar, dengan kesal ia pun berdiri dan langsung mencari sumber suara.


Mata Choi langsung membulat sempurna kala dirinya melihat Sisil tengah di berusaha melepaskan diri dari beberapa pria hidung belang dengan keadaan mabuk.

__ADS_1


"Lepaskan!" Ucap Choi dingin dan tajam ke arah dua tiga pria yang tengah merubung Sisil.


"Siapa lo, lebih baik lo pergi dan jangan ikut campur." Ucap salah satu pria itu.


"Aku bilang lepaskan!" Sentak Choi lalu ia segera menarik Sisil dan menyembunyikan nya di belakang tubuhnya.


"choi aku ta takut." lirih Sisil sambil terisak.


"B@ngs@t!" Teriak salah satu pria itu lalu ia melayangkan satu pukulan kepada Choi, dan akhirnya terjadilah baku hantam.


"Aahh sial, kau membuat wajah tampan ku cacat!" Pekik Choi kesal karena merasa bahwa sudut bibir nya berdarah.


Dua wanita itu menatap tajam ke arah Sisil sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan meja Choi dengan wajah kusut dan marah.


"Bagaimana kau bisa disini?" tanya choi.


"Choi, a aku mencari Chen, hiks hiks ka kau tau dimana dia hiks hiks." Ucap Sisil sambil menangis.


"Hemm aku tidak tau dimana rumahnya tapi aku bisa menyuruhnya kemari." Ucap Choi.

__ADS_1


"Benarkah?" Tanya Sisil sambil menghapus air matanya.


"Hemm yaa." Jawab Choi sedikit kikuk karena ia tidak yakin bahwa Chen akan mau menemui Sisil.


"Choi, kau tau aku sudah lama mencari nya selama ini, kau tau aku sangat menyesalinya Choi. aku tidak pernah benar benar menghianati nya. Aku terpaksa melakukan itu karena sesuatu. aku mohon Chen bantu aku bertemu dengan nya hiks hiks." Ucap Sisil.


"Tapi dia sudah me--." ucap Choi terhenti kala Sisil langsung memotong nya.


"Aku tau Choi, Aku tau dia pasti akan memaafkan ku. Aku tau juga bahwa dia masih sangat mencintai ku maka dari itu aku nekad mencarinya kemari karena aku melihat di internet bahwa ia sedang membangun hotel kami. Hotel dengan nama kami berdua seperti janji nya dulu." Ucap sisil dengan senyum mengembang.


Choi hanya menghela napasnya kasar kala merasa bahwa Sisil sudah salah paham padanya. choi memilih diam dan biarlah Chen saja yang menjelaskan nya nanti. Lagi pula ia juga penasaran bagaimana reaksi Chen bila di hadapkan dengan dua wanita sekaligus. Ia penasaran, akankah Chen memilih masa lalu nya atau mempertahan kan masa depan nya. Choi begitu tak sabar melihat kemarahan Chen nanti.


...Flashback off....


.


.


.

__ADS_1


Nah, Choi emang temen gak ada akhlak kan 🙈😂🤣


__ADS_2